Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
tembak


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


"Assalamualaikum" aku mengetuk rumah om pras


"walaikumsalam, eh agil. Masuk gil" tante wulan membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk


"novi masih dandan, mau kemana gil?" imbuh tante wulan


"mau jalan - jalan doang tante" jawabku tersenyum


"nov, agil sudah datang nih" tante wulan memanggil novi


"ya tante, sebentar" saut novi dari dalam kamar


"rey sama om pras kemana tante?"


"joging dari tadi, sekalian ngajak jalan - jalan si rey" jawabnya


"sudah lama gil?" novi keluar dari kamar dan menghampiri kami


"kok gil nov? Gak manggil sayang? Hahaha" ucap tante wulan


"apa lah tante ni, gak usah bikin novi malu" novi mukanya memerah


"ya gak papa ya gil?" kata tante wulan sambil mencolek lenganku


"hehehe iya tante" jawabku malu


"udah ah, aku mau berangkat. Ayo gil" ajak novi


"nek, novi jalan dulu. Berangkat dulu tante" imbuh novi


"yaaaa" jawab nenek singkat


"hati - hati ya nov" ucap tante wulan


"tante, kami berangkat dulu" "Assalamualaikum" pamitku


"ya gil, titip novi ya. Walaikumsalam" ucap tante wulan


Di motor aku merasakan detak jantungku cepat sekali. Beda dari biasanya.


Aku bingung harus memulai kata - kata dari mana.


"mau kemana kita gil?" tanya novi memecah suasana


"eeee kamu maunya kemana nov?" aku bertanya balik kepadanya


"aku ingin pemandangan yang indah gil. Fikiranku penat sekali" pintanya sambil mrlingkarkan tangannya ke pinggulku


"oke baiklah" jawabku


Aku akan membawanya di mana tempat yang biasa aku kunjungi dengan teman - temanku. Di tepi sungai yang mengalir indah, dan banyak pepohonan rindang. Di temoat itu biasa dikunjungi orang - orang juga, karena memang temoatnya sangat asyik. Kuajak dia belanja makanan ringan dan minuman ke mini market terlebih dahulu.


"di sini lah aku biasanya melepas penat nov, di sini aku bisa bersantai dengan keadaan" ucapku setelah tiba di suatu tempat


"sangat asri di sini gil, aku suka" jawabnya


Kami menikmati suasana dan menyantap apa yang kami belanja di mini market tadi. Dan kuberanikan diri untuk berbicara kepada novi.


"nov, aku.... " ucapanku terpatah ketika kupandang wajahnya


"apa gil?" ucapnya


"eeee enggak nov" ucapku


"apa gil? bicaralah!" paksanya


"kamu sudah punya pacar nov?" aku bertanya memberanikan diri


"punya dong, kenapa?" tanyanya balik


"hahhh serius? Ya gak papa nov" aku terkejut


"ya punya, tapi dulu hahaha" jawabnya lagi sambil tertawa


"emang kenapa sih gil?" tanyanya lagi

__ADS_1


"ahhhh kamu, ya gak papa nov" ucapku


"beruntung" gumamku dalam hati


"emang kamu gak punya pacar?" novi bertanya


"aku gak pernah pacaran nov" jawabku malu


"hahhh serius?" novi nampak kaget


"iya serius" jawabku kaku


Aku mengobrol banyak hal dengan novi di tempat itu, tapi aku belum memgutarakan perasaanku. Aku sangat malu. Tidak tau harus mulai dari mana.


"ahhh cupu sekali diriku ini, dasar bodoh!!!" aku mencaci diriku sendiri dalam hati.


"jalan lagi yuk gil" ajak novi


"ayok, ke taman yok?!" ajakku


"boleh" ucapnya


Aku memacu motorku ke taman. Tapi pikiranku berkecamuk dengan jiwaku.


"kenapa aku melewatkan kesempatan itu?" aku bertanya dalam hati.


"sebentar gil ada telpon" ucap novi


"halo suf, ada apa?" ucap novi mengangkat telpon itu


"lagi dimana nov?" yusuf menanyakan kepada novi


"aku sedang di luar dengan temanku" jawab novi


"ohhh ya sudah nov, nanti malam aku telpon ya" ucap yusuf


"ya suf" jawab novi singkat


Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, tapi aku tau itu yusuf yang menelpon karena novi beberapa kali berkata yusuf saat ngobrol tadi.


"siapa nov?" tanyaku


"ohhhh"


Hari menjelang sore, kuajak novi pulang.


"nov, pulang yuk" ajakku


"ayok gil"


Di atas motor kami hanya diam, tapi tangan novi merangkul pinggulku. Kuberanikan diri menggenggam tangannya.


"nov" aku memanggilnya membuka pembicaraan


"ya gil" jawabnya


Dengan mengumpulkan keberanian aku mengutarakan perasaanku.


"nov, sebelumnya aku belum pernah merasakan hal dan perasaan seperti ini" ucapku


"ya gil, lalu?" ucapnya


"aku tak tau harus memulai dari mana? Yang jelas ada getaran hati saat aku bersamamu. Ntah ini cinta atau apapun itu namanya. Aku ingin bersamamu selamanya. Apakah kamu mau menjadi pacarku?" dengan nada sedikit gemetar aku mengutarakan perasaanku.


Novi hanya terdiam dan tak ada respon apapun, kugenggam lebih erat tangannya.


"nov, apakah kamu tidak mendengar apa yang aku ucapkan barusan?" aku menanyakan kepada novi


"ya gil, aku dengar kok" jawabnya


"lalu bagaimana nov?" aku menanyakan jawaban darinya


"ya gil" jawabnya


Berbunga hati ini, tak tau harus bagaimana. Setelah itupun kami hanya terdiam. Tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut kami sampai tiba di rumahnya.


"sudah sampai nov, aku langsung pulang ya?" ucapku

__ADS_1


"ya gil" dengan jawaban datar


Aku pun pulang dengan perasaan senang tentunya.


Malamnya pun kukirimkan pesan untuk novi.


"nov, makasih ya"


"makasih untuk apa gil?" jawabnya


"untuk hari ini sayang" aku memberanikan diri untuk memanggilnya sayang


"sayang?" jawab novi terkejut


"iya sayang, kan kita sudah jadian" ucapku


"maaf gil, aku tidaj terbiasa dengan panggilan itu. Dan untuk jadian, maaf. Aku tidak tau" jawabnya


"bukannya kamu tadi menerima aku sebagai pacarmu?" aku mengirimnya pesan lagi


"lupakan untuk kejadian tadi gil" jawabnya


Aku semakin bingung dengan pernyataan novi. Aku seperti dipermainkan dengan jawabannya.


Kutelpon novi.


"halo nov, maksudmu apa?!" aku marah menanyakan padanya


"maaf gil, aku tidak bermaksud apa - apa" jawabnya datar.


"seharusnya kamu tidak mengiyakan pernyataanku tadi!" ucapku


"aku bingung gil" jawabnya


"kamu mempermainkan aku nov, tidak kusangka kamu setega itu" ucapku kecewa


"seharusnya kamu bilang tidak jika memang kamu tidak mau denganku. Jangan memberi jawaban palsu" ucapku lagi


"aku tidak mau menyakiti den mengecewakanmu gil!" ucapmya keras


"tapi pada akhirmya kamu menyakitiku!" ucapku lagi


"aku sayang sama kamu nov"


"aku juga sayang gil, mangkanya aku tidak mau membuatmu kecewa" novi membela diri


"ini yang pertama kali kualami nov, dan cinta memang menyakitkan"


"seandainya kamu tau apa yang aku rasakan saat ini nov" imbuhku


"aku tau gil" jawabnya lirih


"tau apa? Apakah kamu tau cintaku kau buat kecewa? Tau kamu nov!" aku menekannya


"aku tau gil, maaf" ucapnya menangis


"tak perlu kau menangis nov, aku yang seharusnya menangis" ucapku tegas


"aku mengecewakanmu gil" ucapnya lagi


"seharusnya kamu tak perlu menerimaku agar aku tidak semakin sakit nov" ucapku lirih


"maaf gil" ucapnya singkat


Kami terlibat perdebatan yang sedikit keras. Perasaanku tak menentu.


"sekarang maumu apa gil sebelum kumatikan telpon ini?" ucapnya sambil menangis terisak


"aku tak tau nov, aku hancur" ucapku


"jika kau bertanya inginku apa, tentu jawabannya jelas, aku menginginkan kamu. Tapi, ya sudahlah. Lupakan! " imbuhku


"jangan sedih ya gil?" ucapnya


"tak usah memperdulikanku nov" ucapku


"kuikuti maumu sekarang gil"

__ADS_1


"sebelum kumatikan telpon ini, aku masih ingin menanyakan perasaanmu bagaimana terhadapku nov" ucapku lirih dan kecewa


"apa gil? Bicaralah!" ucapnya


__ADS_2