Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
jadian


__ADS_3

"kamu sudah tau kan kalo aku sayang sama kamu nov?!" ucapku


"jika dalam hitungan ke tiga kamu matikan telepon ini, pupus sudah cintaku kepadamu. tapi jika kamu tidak mematikannya, kamu harus berjanji menerima cintaku dan bersedia menjadi kekasihku" imbuhku


"baik gil, kuturuti maumu" ucap novi


"oke aku mulai! 1...2...3..." aku mulai menghitung pelan penuh dengan harapan.


Kutunggu respon novi yang diam, aku putus asa. Dia mematikan telepon atau tidak, aku tidak tahu.


Aku diam untuk beberapa detik.


Lalu kupastikan novi masih berada dalam telepon itu atau tidak.


"nov... Nov... " panggilku


Namun tidak ada jawaban darinya.


Hancur hati ini, novi mematikan teleponnya. Pupus sudah harapanku. Tanpa kulihat handphoneku,lalu kutaruh. Malam itu menetes air mataku. Aku yang baru merasakan jatuh cinta, sudah merasakan sesakit ini. Aku terdiam beberapa saat.


Tiba - tiba!!!


"gil" muncul suara, ada yang memanggil namaku.


Mirip dengan suara novi, aku mencari disekelilingku.


"agil" panggilnya lagi


Apakah aku berhalusinasi? Karena aku terlalu memikirkannya.


"agil, bisakah kau dengar suaraku?" ucapnya lagi


"halo nov, kamu tidak mematikan telepon?" aku mengambil handphone dan menanyakannya.


"menurutmu?" tanyanya


"apakah itu artinya kamu menerima aku menjadi kekasihmu?" ucapku sedikit gemetar


"bagaimana dengan ucapanmu tadi seandainya aku tidak mematikan telepon ini?" balasnya bertanya


"itu artinya kamu menerima cintaku nov, sekarang kita pacaran. Sungguh nov?" ucapku bahagia


"ya, kita jalani saja dulu" ucap novi


"terima kasih nov, kamu cintaku yang pertama. Dan aku ingin kita selalu bersama selamanya"


"ya gil, sekarang sudah lega kan dengan jawabanku? Sekarang tidurlah. Aku juga mencintamu gil"


"ya sudah, selamat istirahat nov"


"sama - sama agil sayang" ucap novi sembari mematikan telepon


Malam itu perasaanku senang sekali, tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata. Semoga semesta merestui, membahagiakan kami selamanya.


Pagi itu aku ke kamous dengan ceria


"bu, kopi satu. Sedikit gula banyak cintanya hahaha" aku memesan kopi seraya menghpiri doni yang sudah duduk di meja kantin.


"lebay banget jadi manusia" ucap doni terhadapku


"haha suka - suka saya dong" ucapku


"girang banget, dapat undian bos?" doni bertanya


"ya, undian emas permata pun tidak sebanding dengan ini" ucapku sambil bergaya


"hmmm ya ya ya, ehh tempo hari jalan sama shela?"


"yoi, nonton doang" jawabku


"suka sama kamu tu bocah" ucap doni

__ADS_1


"ahhh ada - ada saja kamu" balasku


"beneran, dia sering menanyakan tentangmu. Lumayan gil buat ngisi waktu luang"


"aku tidak bisa bermain wanita, takut menyakiti. Tidak seperti kamu" ucapku


"tuh gebetanmu datang"


"brisik" balasku


"ehhh kak pada ngobrolin apa nih?" ucap shela sambil duduk di sebelahku


"ini, tugas yang kemaren" ucap doni


"kamu gak ada kelas?" tanyaku


"nanti kak sebentar lagi" jawab shela


"nov, nanti makan siang bareng ya?" aku mengirimkan pesan kepada novi untuk mengajaknya makan siang


"boleh gil" balasnya singkat


"gimana dengan persiapanmu minggu depan shel?" doni bertanya kepada shela


"beres kak, kalo tidak ada halangan aku berangkat" jawab shela


"kak agil mau ikut enggak?" tanya shela


"tuh gil, diajakin shela loh" imbuh doni


"makasih deh, aku ada acara" tolakku


"ahhh kak agil gak seru" "yaudah aku masuk kelas dulu ya kakak kakak ganteng" ucap shela


"yoi" jawabku singkat


"gimana gil? Minat" doni menanyakan kepadaku tentang shela


"ayok, let's go" jawab doni


selesai kelas kulihat jam sudah hampir menunjukkan waktu istirahat makan siang novi. aku langsung menunu ke kantornya.


"nov, sudah beberes? Istirahat sama aku ya?" ajak yusuf kepada novi


"maaf suf, ehh pak. Aku gak bisa, ada janji makan siang dengan agil" novi menolak ajakan yusuf


Novi menghpiriku


"mau makan di mana gil?" tanya novi padaku


"kita cari yang dekat saja" "mulai sekarang pulang bareng sama aku saja" imbuhku


"ya sayaaaaang" jawabnya sambil mencubit pinggulku dengan manja.


Malamnya aku asyik berbalas pesan dengan novi.


Tok... Tok... Tok...


"gil" ivan mengetuk pintu dan memanggilku


"yaaaa, masuk saja van" jawabku


"tumben kelihatan girang banget" ucap ivan


"ahh biasa saja" "tau gak? Aku sudah jadian dengan novi" aku memberi tahu ivan


"kerennnnn!" ucap ivan sambil memukul pundakku


"ya dong, akhirmya aku merasakan pacaran" jawabku


"makan besar nih, syukuran hahha" ucap ivan

__ADS_1


"boleh, mau makan apa kamu malam ini? Aku traktir"


"berangkaaaaaat"


aku mencari warung makan terdekat.


"silahkan pesan makanan kesukaanmu, aku traktir" ucapku seraya memberikan menu makanan


"siap bossss"


"ehhh gimana cara kamu nembak novi? Cerita dong" ivan bertanga padaku


"penuh drama tentunya" jawabku.


Aku menceritakan banyak hal kepada ivan tentang bagaimana drama yang terjadi saat aku mengutarakan cinta kepada novi.


"om, mulai besok gak usah jemput novi" ucap novi kepada om pras


"kenapa nov? Ada apa?" tanya tante wulan


"gak ada apa - apa tante. Mulai besok aku pulang bareng agil, sekalian agil pulang ngampus" terang novi


"om kira ada apa nov, ya gak papa kalo gitu" ucap om pras


"kalian sudah jadian nov?" tanya tante wulan tersenyum


"sudah tante, kemaren pas jalan" ucap novi malu - malu


"wahhh makin betah ini kerjanya, ada pemyemangat baru" ucap tante wulan


"hehehe tante bisa aja, kan memang niat novi kesini untuk kerja" elak novi dengan muka merah


"gak papa nov, yang penting kamu tetap fokus kerja. Di sini kamu tanggung jawab om, tante, dan nenek" ucap om pras


"iya om" ucap novi


Mentari pagi memyambutku, kusapa dengan semyuman hangat dan pesan dari novi.


"selamat pagi sayang, semangat kuliahnya" pesan novi kepadaku


"ya nov, semangat juga ya kerjanya" balasku


Aku menuju dapur untuk menyeduh kopi hangat, di sana aku bertemu ibu.


"ehhh anak ibu sudah bangun rupanya"


"hehehe" jawabku tertawa


"ibu dengar obrolan kalian semalam, kamu sudah pacaran dengan novi?" ibu bertanya padaku


"gak sopan, ibu nguping ya?" candaku sambil menggelitik pinggul ibu


"agillll ibu sedang repot" ucap ibu


"iya bu, kami sudah pacaran" ucapku


"pacaran boleh, yang penting hati - hati. Ingat pesan bapakmu, jangan sampai kamu menyakiti hati wanita. Apalagi dia di sini merantau. Jangan sampai mengganggu pekerjaannya" ucap ibu


"iya bu"


"pacaran boleh, yang terpenting jangan lupa dengan kwajibanmu gil. Kwajibanmu kuliah. Jadikan novi sebagai penyemangatmu, dan kamu juga harus bisa menjadi penyemangat untuknya" ucap bapak yang datang menghampiri kami di dapur.


"iya pak" jawabku


Tiba - tiba teleponku berdering, ternyata doni menelponku.


"halo, kenapa don?" aku mengangkat telponnya


"nanti nebeng ya, motorku di bengkel" ucapnya


"yaaa, nanti aku ke rumahmu. Sebentar lagi aku berangkat" jawabku

__ADS_1


__ADS_2