
"pulang kerja nanti bareng lagi ya nov?" pintaku mengirimkan pesan
"gak usah gil, jadi ngerepotin kamu nanti" balasnya
"enggak, nanti aku tunggu sepulang ngampus" balasku lagi
"ya, baiklah" jawabnya singkat
Aku menuju kampus dengan semangat dan percaya diri.
"kopi satu bu" aku memesan kopi di kantin
"tumben udah dateng" ucapku kepada doni
"eh kak, baru dateng?" ucap shela yang sedang bersama doni
"iya shel"
"kata anak - anak dosennya gak masuk" ucap doni
"terus, tugas lagi?" ucapku
"ya seperti biasanya" singkatnya
"yaudah, PS aja yuk" ajakku
"males ah, ke basecamp ajaa yuk gabung sama kita - kita" ajak doni
"iya kak, seru tauuuuk" imbuh shela
"mau ngapain aku di sana? Males ah" aku menolak ajakan mereka
"sudahlah, ikut saja" ajak doni lagi
"yaudah deh iya" kuterima saja ajakan mereka sambil nunggu sore dan menjemput novi
"gitu dong" ucap shela
Akhirnya kami menuju basecamp anak - anak mapala kampus. Di sana tidak begitu ramai, hanya ada beberapa orang saja sedang ngobrol dan ada juga beberapa orang yang sedang asyik dengan laptopnya.
"nov, nanti makan siang bareng kita - kita yok" ajak pak yusuf terhadap novi
"ahh tidak pak, aku makan sendiri saja" tolak novi
"tidak papa sesekali bareng kita - kita. Biar kamu juga akrab dengan teman - teman kantor yang lainnya" ucap pak yusuf meyakinkan novi
"emangnya di mana pak?" tanya novi
"nanti ikut saja" pungkas pak yusuf
Sedangkan aku sudah mulai tak nyaman di basecamp. Anak - anak mapala itu berdatangan satu persatu. Menjadi sangat ramai. Sepertinya mereka sedang akan membahas tentang kegiatan mereka.
"don, aku cabut dulu ya" ucapku kepada doni
"sudah, di sini saja. Mereka teman - temanku. Ada shela juga di sini" doni menahanku
"aku tidak enak dengan kalian"
"sudah, tidak apa - apa kak" ucap shela juga menahanku
Kucoba santai, karena memang aku tidak enak dengan suasana seperti itu. Aku sedikit tidak nyaman dengan mereka. Karena tidak ada yang kukenal kecuali doni dan shela. Tapi di sisi lain aku juga bingung mau kemana. Ya sudah lah, aku mencoba bertahan di suasana itu.
"anak baru bro?" tanya seseorang kepadaku
"ini kak agil, teman kak doni" ucap shela menjelaskan
"iya, dia temanku sekelas" imbuh doni
Mereka asik mengobrol, terkadang aku juga ikut dalam obrolan mereka. Tak seperti yang kuduga, ternyata mereka juga asik diajak ngobrol dan bercanda.
"ayo nov kita istirahat dulu" ajak pak yusuf
__ADS_1
"baik pak, sebentar saya berkemas dulu" ucap novi
"mau makan apa nov? Mau gabung sama anak - anak atau kita cari tempat sendiri?" pak yusuf menawarkan
"aku ikut saja pak"
"baiklah, kita cari tempat sendiri saja" ucap pak yusuf
Pak yusuf memacu motornya menuju tempat makan yang tidak jauh dari kantornya.
"kita makan baso saja ya nov" ucap pak yusuf
"baik pak"
"bang, baso dua" pak yusuf memesan
"anak - anak yang lain makan di mana pak?" novi bertanya
"mereka makan baso juga, tapi sedikit agak jauh. Oh ya, kalo di luar panggil aku yusuf saja nov. Jangan terlalu formal. Aku masih muda dan belum menikah juga" terang yusuf
"ohhh iya kah? Saya pikir anda sudah menikah dan punya anak hahaha" jawab novi bercanda
"bisa saja kamu. Kemarin yang jemput kamu itu siapa nov? Pacarmu ya?" ucap yusuf mulai mengorek privasi novi
"ohhh bukan, dia hanya temanku. Tetangga oom ku" jawab novi
"ohhh baiklah" ucap novi singkat
Lama sekali sore tiba, aku sudah tidak sabar ingin bertemu novi. Satu persatu anak - anak mapala itu pun mulai pergi dari base camp. Hanya tersisa aku, doni, shela dan beberapa orang saja.
"tuh shel katanya ada yang mau diomongin ke agil" ucap doni
"apaan shel?" ucapku bertanya
"ihhhh kak doni ni ada - ada saja. Jangan bikin aku malu" shela mengelak
"udah santai saja, aku kenal agil itu udah lama. Orangnya baik" ucap doni lagi
"apaan sih kak" ucap shela malu
"ohhh boleh" ucapku
"apa sih kak, bikin malu saja"
"sini shel hp mu biar kutulus nomorku" aku sambil meminta hp nya dan menulis nomorku
"tuhhh enak kan? Gak ribet kan?" ucap doni lagi kepada shela
"makasih ya kak" ucap shela terhadapku
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16.15, sudah saatnya aku menjemput novi.
"eh aku pulang dulu ya, sudah sore" ucapku kepada mereka
"ya kak, hati - hati ya" ucap shela sambil tersenyum
Kupacu motorku menuju kantor novi, senang sekali rasanya ingin bertemu pujaan hati.
"nov, aku sudah di depan kantormu" aku mengirimkan pesan terhadap novi
"ya, tunggu sebentar gil" balas novi
"ada perlu apa mas?" seorang satpam mendatangiku dan menanyakan keperluanku
"ohhh tidak pak, mau jemput" aku tidak menjelaskan mau menjemput siapa
"ohhhh" ucap satpam itu singkat
Kulihat keluar dari pintu kantor novi dan temannya. Mereka seperti membicarakan sesuatu, dan tidak lama berselang novi berjalan menuju kepadaku, tetapi pria itu melambaikan tangan kepada novi seraya novi nerjalan menuju tempatku.
"itu siapa sih nov?" tanyaku
__ADS_1
"itu yusuf" jawabnya
"ohhh yang kemarin itu?" tanyaku lagi
"iya, udah ah kenapa juga malah menanyakan dia" ucap novi
"tidak papa, hanya sekedar bertanya nov" ucapku
"ayok" imbuhku
"udah dari tadi?" tanya novi sambil naik ke motorku
"gak juga, tadi di temenin satpammu haha" ucapku
"oalaahhhh jemput mbak novi to" ucap satpam tersebut
"iya pak, duluan ya pak" ucap novi kepada satpam itu
Sesampai di rumah,malamnya aku langsung menuju ke rumah ivan.
"van, ivaaaaan" panggilku dari luar rumahnya
"yaaaa, masuk gil" balas ivan
"aku mau cerita"
"novi?" tanyanya
"iya lah, mau siapa lagi?" ucapku
"aku merasa, ada yang suka dengan novi di tempat kerjanya" jelasku
"siapa?"
"aku gak tau, novi bilang itu atasannya"
"sebentar, gak asik ngobrol tampa kopi" ucap ivan sambil bergegas ke belakang
"mantaaap nih" ucapku
"lanjut, terus?"
"ya aku gak nyaman dengan kedekatannya" uacpku lagi
"kamu cemburu? Hahaha"
"santai aja gil, ya namanya di tempat kerja. Wajar lah banyak temannya, dia dekat dengan atasan mungkin karena pekerjaan" ivan mencoba menerangkan
"aku takut aja dia dekat dengan orang lain" ucapku
"kamu takut kehilangan dia? Lalu tunggu apa lagi?"
"maksudmu?" tanyaku bingung
"kamu harus secepatnya mengungkapkan perasaanmu, tembak dia!" jelas ivan
"kalo ditolak?" tanyaku lagi
"gil, anggap semua itu berjudi. Seperti itu lah cinta. Kamu harus siap dengan segalanya, termasuk sakit hati"
"tapi aku yakin, novi mau denganmu" ivan menghiburku
"seperti katamu, kalo memang dia untukmu, dia tidak akan jatuh kepelukan orang lain" imbuh ivan
Malam itu aku sangat memikirkan novi.aku takut kehilangan dia. Jiwaku meronta.
Tidak ikhlas diri ini seandainya dia jatuh di pelukan pria lain.
"malam kak, aku shela" pesan shela masuk membuyarkan lamunanku
"ohhh iya shel, ini nomormu ya? Aku save ya" balasku
__ADS_1
"iya kak" jawabnya singkat
aku tidak lagi membalas pesan shela, aku kembali melamunkan tentang novi. aku memikirkan strategi tentang bagaimana caranya mengutarakan perasaanku terhadap novi. Kuputuskan akan kucoba mengajak novi jalan, dan mengungkapkan perasaanku.