
"selamat tidur ya nov" aku mengirimkan pesan
"sama - sama gil" balasnya
Hari berganti dan berganti. Kini, setiap hari aku dan novi selalu berbalas pesan singkat dan memberi kabar.
Kutelpon doni
"halo don" ucapku
"hmmm yaaaaa" ucapnya dari telpon yang terdengar berat suaranya
"mabok apa baru bangun tidur" "gak ngampus?" tanyaku
"ngampus ntar" jawabnya bermalas - malasan
"kutunggu di kantin, cepat!"
"yaaaaa" jawabnya
"hei nov, bagaimana kerja di sini? Ada kesulitan?" tanya seseorang yang mendatangi ruang kerja novi.
"ehh pak yusuf, sebatas ini belum ada pak" jawab novi.
Pak yusuf adalah manager novi di tempat novi bekerja.
"kalo ada apa - apa dan perlu bantuan, bisa bilang ke saya" ucap pak yusuf
"baik pak"
"ya sudah, lanjutkan kerjamu" ucap pak yusuf dan
Pergi
"woeee gil" sapa doni dari belakang dan duduk di bangku sebelahku
"lama amat" ucapku
"biasalah, ada masalah" "bu, kopi satu sama es jeruk satu ya" lanjut doni memesan minuman untuknya dan wanita yang bersamanya
"siapa? Gebetan baru? " bisikku ke doni
"bukan, dia adik tingkat yang ikut mapala" "shel, kenalin ini agil" ucap doni mengenalkan aku dangan temannya
"shela kak" ucap wanita itu menyodorkan tangannya kepadaku
"agil" ucapku dengan menjabat tangannya
"kakak anak mapala juga? Kok gak pernah kelihatan?" tanya shela
"bukan, dia anak mama yang gak berani berpetualang" sahut doni menjawab meledekku
"oh yaaa?!?! Hahaha" sambung shela tertawa
"bukan, aku gak begitu suka berpetualang" jawabku santai meluruskan
"udahlah gil, mending gabung kita - kita. Banyak temennya dan ceweknya pastinya" ucap doni
Perlu diketahui, doni dan ivan itu sama - sama penggila wanita. Sering gonta ganti pacar.
"iya kak, seru tauuuuu" imbuh shela
"kuliah mulu pusing gil" ivan mencoba mempengaruhiku
"ahhh bodo amat, gak minat" tolakku
"kakak satu angkatan sama kak doni?" tanya shela kepadaku
"iya, aku tau luar dalem sepak terjangnya seniormu ini shel" ucapku sambil menunjuk doni
"jangan sampe kamu terperangkap" imbuhku
"sepertinya aku yang merangkap kak doni hahaha" jawab shela
"tuhhhh, aku anak baik - baik gil hahaha" imbuh doni
Shela anak mapala juniornya doni, cantik juga, dan anaknya asik. Mudah mencair dengan suasana dan cepat akrab dengan orang baru. Mungkin karena dia sering bergaul kesana kemari.
Tapi persetan dengan itu semua, saat ini novi masih menjadi prioritas.
"ke kelas yuk don, bentar lagi masuk" ajakku
"yuuuk. Shel kami tinggal dulu ya" ucap doni
"oke" jawab shela singkat
__ADS_1
"cantik gak tuh cewek?" tanya agil padaku
"lumayan" jawabku singkat
"mau gak sama dia? Biar kamu merasakan jatuh cinta" ucap doni
"gak ah"
"udahlah gak usah menolak, nanti kukasih kontaknya"
"mau PS gak?" ajakku
"boleh, gasssss" jawab doni
Aku menuju rental PS langganan. Kami asik bermain. Sejak jaman sekolah kami sudah berlangganan bermain PS di sini. Sudah seperti rumah kedua kami.
"nov, pulang sama aku saja yuk?" aku mengirimkan pesan ke novi
"gak usah gil, nanti biar aku dijemput om atau naik angkot saja" jawab novi
"gak papa, aku udah beres kuliah. Ini lagi sama temenku. Sekalian aja kita pulang bareng" rayuku
"bener nih? Kalo gak ngrepotin gak papa gil" balas novi
"nanti kujemput" ucapku singkat
"ya gil, biar nanti aku juga telpon om pras dulu"
"halo om, nanti novi pulang bareng agil. Om gak usah jemput novi ya" novi menelpon om pras
"ohhh ya nov" jawab om pras singkat
"ayo dong fokus gil, jangan main hp mulu" ucap doni sambil berusaha merebut hp ku
"apaan sih, iya fokus nih" ucapku
"kamu kalah mulu, fokus dari mananya? Nanti lagi HP nya. Lagian chat sama siapa sih?"
"sama novi. Ehhh sama temenku" aku keceplosan
"novi? Siapa novi? Gebetan ya?" doni penasaran
"gak ada. Udah ayok main" elakku
"siapa novi? Kenalkan padaku. Biar kunilai kecantikannya"
Kami melanjutkan permainan hingga tiba - tiba layar TV mati.
"yahhh abis, bang ngabisin pertandingan ini" ucap doni
"gak usah bang" sahutku kepada penjaga rental
"udah pulang yok" ajakku
"tumben amat, biasanya ngabisin dulu" doni curiga
"aku mau pulang cepat" ucapku sambil berkemas.
"aku duluan ya" ucapku
"yaaaa, hati - hati" ucap doni
Aku langsung menuju kantor novi, karena jam menunjukan waktu novi pulang sebentar lagi.
Kulihat novi di depan gerbang sedang mengobrol dengan teman - temannya.
"nov, ayok" aku memanggilnya
"ehhh iya gil, sebentar" ucap novi
"aku pulang dulu ya pak" novi berpamitan
Kami pulang dengan santai di sore hari yang cerah.
"tadi siapa nov?" tanyaku
"ohhh pak yusuf. Kenapa?" jawab novi
"gak papa tanya doang" jawabku
"dia itu managerku, kamu cemburu ya? Hehe" tanya nya bercanda
"cemburu? Enggak kok" jawabku malu
"kenapa juga aku cemburu nov, aku gak punya hak untuk itu"
__ADS_1
Memang kuakui, aku merasakan kekhawatiran dan ketidaksukaan jika novi dekat dengan pria lain. Yaaaaa, aku cemburu!!!
"aku mau tanya don"
"tanya apa?" jawabku
"kamu kan anak kuliahan, pasti temen cewekmu banyak dan cantik - cantik ya?" tanyanya
"ahh gak juga, temenku banyak cowoknya" jawabku
"masa iya?"
"serius" jawabku singkat
Dan akhirnya kami sampai di rumah om pras pas adzan magrib
"nov aku langsung pulang ya?" ucapku
"gak mampir dulu? Magriban di sini sekalian" ajak novi
"gak nov, makasih"
"ya udah makasih ya gil" ucap novi tersenyum
"ya nov, aku duluan ya. Assalamualaikum"
"walaikumsalam" jawab novi
"Assalamualaikum nek"
"walaikumsalam, loh mana agil nov? Katanya pulang bareng agil" ucap nenek
"agil langsung pulang nek, udah magrib katanya" jawab novi sembari memasuki rumah
Di suasana dinginnya malam, rembulan tersenyum riang, bintang bertaburan, membawaku terbang dalam angam dan harapan
"udah pacaran sama agil nov?" tanya tante wulan kepada novi
"belum tante, eeee maksudnya enggak" jawab novi malu
"belum nembak ya? Haha" ledek om pras
"bener - bener pemalu ya si agil" kata tante wulan
"apa sih om sama tante ini" novi malu mukanya memerah
"kalo agil gak berani nembak, kamu yang bilang nov. Emansipasi wanita noooov hahaha" kata tante wulan
"enggak tante, kami hanya berteman"
"nanti juga lama - kelamaan jadi demen" ujar om pras
"gil, aku diledekin om sama tante nih. Sebel deh..." novi mengirimkan pesan padaku
"diledekin gimana nov?" balasku
"kita dikira sudah pacaran" lanjut novi membalas pesanku
"seandainya kamu tahu nov, itu memang yang kuharapkan" gumamku dalam hati
"gitu ya? Bilang aja kita temenan" aku menyarankan
"kata om pras temen bisa jadi demen"
"ahhh om pras bisa saja bercandanya" balasku lagi
"sudah malem nih gil, istirahat yuk Biar kamu gak bangun siang terus"
"ohhh iya nov hehe"
Memang aku jarang bangun pagi, ya maklum saja, aku begadang hampir tiap malam.
Kuputuskan malam ini tidur lebih awal, agar bangun lebih pagi.
"selamat pagi nov" aku mengirimkan pesanku
"tumben, memang bangun tidur apa gak tidur gil?" balas novi
"tidur dong"
"tumben jam segini udah bangun" jawab novi
"ehhh nov, berangkat bareng aku aja yuk?" aku menawarkan
"gak usah gil, nanti malah ngerepotin" balasnya
__ADS_1
"enggak, aku sekalian ada kelas"
"gak usah gil, ini aku sudah mau berangkat. Kalo nunggu kamu bisa telat" jawabnya