Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
ngopi


__ADS_3

Shela pun datang di sela kami bermain PS dengan serunya.


"hai kak, sudah dari tadi ya kalian?" sapa shela yang datang sambil tersenyum bertanya kepada kami


"lumayan shel" jawabku singkat sambil asyik bermain


"nih ada cemilan kak" shela mengeluarkan plastik minimarket dari dalam tas nya.


"nahhh gini dong, kan jadi seru" sahut doni sambil mengambil makanan yang dibawa shela


"nih shel kalo mau main" aku menawarkan kepada shela sambil menyodorkan stik PS ku.


"aku gak bisa kak" jawab shela


"sudah, tidak apa - apa. Nanti biar diajari agil" ucap doni sambil ngemil


"kamu aja yang ajarin don, aku gak sabaran" ucapku kepada doni


"apa lagi aku! Sudah tidak apa - apa kamu yang ajarin" ucap doni lagi


"sini shel, kita pilih team nya dulu" ucapku


"kakak aja yang pilihin, aku gak bisa" ucap shela


"sini" aku meminta stik PS nya, lalu kupilihkan team untuknya.


Aku mengajarinya bermain PS. Cara nengoper, menendang, sprint, shoot, dan lainnya.


Tak terasa waktu sudah sore, sudah saatnya aku menjemput novi.


"pulang yuk, sudah sore nih. Rumahku paling jauh" aku mengajak mereka pulang


"ya sudah ayok, capek juga" timpal doni


"kapan - kapan main lagi ya kak, seru juga main PS. Pantes saja kakian sering main" ucap shela mengajak kami bermain lagi di lain waktu


"gampang, yang penting kamu yang bayarin hahahaha" sahut doni sambil tertawa.


"beressss, yang penting aku diajarin lagi ya kak" ucap shela


"ya sudah, aku duluan ya" aku berpamitan


"yoi, hati - hati gil" ucap doni


Kupacu motorku ke kantor novi. Kuparkirkan motor di depan gerbang dekat pos satpam. Pak asep menghampiriku.


"mas, mau jemput mbak novi ya?" tanya pak asep sambil mendekatiku


"iya pak hehe" jawabku


"maaf mas, kata pak yusuf tidak boleh nunggu di sini mas. Mas di seberang jalan aja atau di warung itu" ucap pak asep sambil menunjuk warung yang tidak begitu jauh dari gerbang kantor.


"kenapa pak? Tidak tahu mas. Sepertinya pak yusuf tidak suka mas jemput mbak novi" ucap pak asep lagi.


"kenapa begitu pak? Saya kan pacarnya" ucapku menjelaskan sedikit heran, kenapa aku dilarang menjemput novi di sini.


"saya juga tidak tahu mas, ini sebentar lagi jam pulang mas, keburu pak yusuf keluar.maaf ya mas" ucap pak asep

__ADS_1


"tidak apa - apa pak, makasih pak infonya" ucapku sambil pergi meninggalkan tempat itu.


Kenapa aku tidak boleh menjemput novi, padahal novi pacarku. Aku bertanya - tanya dalam hati.


"Brengsek si yusuf, sepertinya dia tidak suka denganku" umpatku dalam hati


Kulihat dari kejauhan, tampak novi keluar dengan yusuf sambil mengobrol. Mereka berpisah, novi kearah gerbang dan yusuf ke parkiran.


Aku melambaikan tangan kepada novi, novi oun tersenyum dan menghampiriku.


"kenapa di sini gil? Jauh banget" ucap novi sambil memasang helm yang kuberikan


"tidak tahu, kata pak asep aku sudah tidak boleh nunggu di depan gerbang" aku menjelaskan kepada novi dengan sedikit kesal


"kenapa begitu? Kamu ribut dengan pak asep?" novi menanyakan masalahnya kepadaku


"aku tidak tahu, pak asep hanya mengikuti perintah yusuf brengsek itu" ucapku lagi dengan nada mengumpat


"ohhh gitu, besok biar aku tanyakan dengannya" ucap novi


Yusuf pun keluar dengan mobilnya melewati kami dengan sedikit mengegas mobilnya tanpa menyapa novi, mungkin dia cemburu.


"ya sudah gil, tidak perlu difikirkan. Ayok kita pulang" ucap novi menenangkan aku


"ayok" jawabku sambil kunyalakan motorku


"jangan BT gitu mukanya, nanti manisnya hilang loh" ucap novi menggombal sambil mencubit pipiku


"baik tuan putriku, naik sini" ucapku sambil menepuk jok belakang motorku


"masuk dulu gil" novi menawarkan masuk ke rumahnya sambil melepas helm di kepalanya


"makasih nov, aku sudah lelah. Salam buat nenek dan om pras" ucapku sambik melaju pulang.


Sesampai di rumah, sebelum mandi kuhempaskan tubuhku di kasur kamarku. Ahhhh sungguh nikmat sekali.


"nov, om sama tante wulan dan rey mau makan di luar. Ohhh ya, nenek juga. Rey pingin jalan - jalan. Kamu mau ikut?" ucap om pras sambil mengetuk kamar novi


"ikut gak ya, novi capek om" ucap novi menolak sambil membuka pintu kamarnya


"ayok mbak ikut, kita jalan - jalan" rengek rey sembari menarik - narik tangan novi


"sudah ikut saja nov, ketimbang sendirian di rumah" ajak tante wulan sambil berdandan


"gimana nov?" tanya om pras lagi


"ya deh, aku ikut" ucap novi sambil menggaruk - garuk kepala


"ya sudah siap - siap lah, om tunggu di depan" ucap om pras


Novi oun mengirimkan pesan kepadaku


"gil, aku keluar sama om dan tante. Rey pingin jalan - jalan" begitulah pesan novi untukku.


"ya nov" jawabku


Malam itu terasa malas sekali, kufikirkan tentang omongan pak asep. Kenapa yusuf melarangku menjemout di depan gerbang. Ahhh sialan.....!

__ADS_1


"kak doni, di mana?" shela mengirimkan pesan kepada doni


"aku di rumah shel. Kenapa?" jawab doni


"keluar yok? Bosen nih" ajak shela


"di mana?" doni menanyakan tempat kepada shela


"terserah, pikir aja nanti kak. Yang penting keluar dulu. Kujemput sekarang ya kak?" ucap shela


"ya, kutunggu di rumah" jawab doni


Shela melaju ke rumah doni, mungkin ada sedikit hal tentang agil mau diceritakan.


"kak doni" shela memanggil doni sambil memencet - mencet klakson mobilnya


"yaaa shel" jawab doni sambil keluar dari rumahnya menghampiri shela


"mau kemana shel?" tanya doni sambil masuk ke dalam mobil


"gak tau kak, enaknya kemana?" shela bertamya balik kepada doni


"ya udah jalan dulu aja. Tumben bawa mobil?" ucap doni


"tadi dingin banget kak mau bawa motor" ucap shela sambil nyetir


"kamu mau kemana sih shel? Malem - malem gini ngajak keluar? Ada apa?" doni menanyakan maksud dan tuhuan shela


"hehe, biasa kak" ucap shela cengengesan


"agil lagi?" tanya doni


"hmmmm" jawab shela menganggukan kepala


"ehhh boleh ngerokok gak nih shel?" doni menanyakan kepada shela sambil mengeluarkan rokoknya


"ohh mau ngerokok? Boleh kak. Buka aja kacanya, biar kumatikan AC nya" jawab shela


Doni pun menyalakan rokoknya


"agil sudah punya pacar shel, aku gak bisa bantu banyak untuk itu" ucap doni sambil menghisap rokoknya


"please kak, bantu aku. Setidaknya dekat saja, jangan sampe menjauh" rengek shela.


"aku tidak bisa menjamin, aku tau agil shel. Jika hanya berteman mungkin bisa, tapi untuk yang lainnya aku gak bisa jamin" ucap doni lagi


"ya setidaknya dia tidak cuek denganku" ucap shela


"shel, kamu itu cantik, duit punya, cari cowok gak bisa. Cupuuuuu hahaha" ledek doni sambil tertawa


"ini masalah hati kak" balas shela


"kita ke warkop tempatku nongkrong aja, biar enak ngobrolnya" ajak doni


"baiklahhhh" jawab shela


Shela memacu mobilnya ke warung kopi yang doni maksud

__ADS_1


__ADS_2