
Sore itu memang syahdu sekali, sedikit mendung dan tidak begitu ramai seperti biasanya.
Aku dan novi mengobrolkan banyak hal.
Hingga kami dikagetkan dengan dering telepon berbunyi. Ternyata hadphonku yang berdering, shela menelponku. "ada apa shela menelponku?" aku bergumam dalam hati
"siapa gil? Kenapa gak diangkat?" tanya novi kepadaku membuatku gugup harus bagaimana
"temen, gak penting nov. Biarin saja" ucapku yang takut nanti novi berfikir macam - macam
"sudah gak papa, sini biar aku lihat" ucap novi mengambil handphone dari tanganku
"shela, siapa shela gil?" tanya novi lagi
"itu juniornya doni di mapala" terangku
"kenapa dia nelpon kamu? Kamu ikut mapala juga?" tanya nya lagi
Aku bingung harus jawab apa, karena memang aku gak tau harus berbuat apa.
"kalo gak penting, kenapa juga dia nelpon kamu?" novi memberondong pertanyaan yang membuatku bingung harus menjawab apa
"iya memang gak penting nov" jawabku kaku
"ada apa gil? Jawab jujur!" ekspresi novi seletika sedikit berubah
"oke, dia junior nya doni di mapala. Kata doni, dia suka sama aku. Tapi aku gak ada perasaan apa - apa dengannya. Percayalah nov!" aku menjelaskan yang sebenarnya
"aku sangat mencintaimu nov" imbuhku lagi
"ya sudah, angkatlah jika memang kamu tidak ada apa - apa" perintah novi
"baik, telponnya sudah tidak berdering. Jika dia menelfon lagi, aku angkat" jawabku
Ternyata shela menelfon lagi, lalu ku angkat telepon itu di depan novi.
"ya shel, halo" sapaku di telpon itu
"halo kak, lagi di mana?" tanya shela
"aku lagi di luar shel. Ada apa?" aku menanyakan maksud shela menelpon
"gak papa kak cuman pengen ngobrol saja" jawab shela.
Di situ kulihat ekspresi novi sepertinya sangat kesal denganku.
"sorry ya shel, aku lagi jalan sama pacarku" aku menerangkan kepada novi agar dia mematikan telepon dan tidak mengharapkan aku lagi saat itu.
__ADS_1
"ohhh maaf kak, ya sudah. Maaf sudah mengganggu kalian" jawab shela
"ya shel gak papa" jawabku sambil menutup telepon.
Kulihat wajah novi masih tampak kesal denganku.
"sudah aku angkat, di depanmu nov. Dan memang tidak ada apa - apa kan?" aku bertanya kepada novi yang masih kesal
"ya, ya sudah pulang yuk" jawabnya ketus
"kamu marah nov? Aku minta maaf" ucapku sambil memegang tangannya
"gak papa gil, aku cuman pengen cepet pulang" jawabnya sambil menarik tangan dari genggamanku
"aku sudah jujur nov, aku gak bakal selingkuh dari kamu. Aku pacaran aja baru sekali ini, mana mungkin aku bisa berbagi hati" aku merayu novi
"aku gak suka jika ada orang yang mendekatimu gil, aku sayang sama kamu" ucap novi lirih sambil meneteskan air matanya.
Sepertinya novi memang benar - benar mencintaiku. Tapi aku juga bingung letak kesalahanku di mana. Aku hanya berteman dengan shela.
"jangan nangis nov, aku juga sayang denganmu. Aku akan selalu untukmu" ucapku sambil mengusap air mata novi.
"ya sudah pulang yuk, berhentilah menangis" aku mengajaknya pulang
"tolong jaga hati ya gil, aku percayakan semuanya padamu" ucapnya lagi sambil menggenggam erat tanganku
Kami pun bergegas pulang. Di sepanjang jalan kami hanya saling diam, tak seperti biasanya. Aku mencoba memecah kesunyian.
"nov" aku memanggil namanya
"hmmm ya" jawabnya sedikit malas
"aku minta maaf, mungkin ini salahku, tapi bukan kemauanku" aku mencoba berbicara dengan novi
"gak papa gil, kamu gak salah. Aku hanya tidak suka dengan keadaan seperti ini" jawabnya dengan nada terisak. Nampaknya novi kembali menangis.
"jangan menangis lagi nov, malu di lihatin banyak orang" ucapku "mungkin aku yang kurang tegas dengan shela, aku tidak berkata sejujurnya dengan shela jika aku sudah memiliki kekasih. Tapi aku tidak ada maksud apa - apa" aku mencoba menjelaskan pelan - pelan kepada novi
"ya gil, aku paham. Aku percaya kamu" jawab novi sambil melingkarkan tangannya di pinggulku.
Aku pun membalas dengan genggaman erat di tangannya.
"sudah sampai nov, aku langsung pulang ya?" ucapku setelah tiba di depan rumah om pras
"ya gil. maaf ya, acara kita hari ini jadi kurang menyenangkan" ucapnya
"gak papa nov, aku yang salah. Sudah, jangan sedih lagi ya? Aku hanya untukmu" ucapku sambil tersenyum, dan di balas dengan senyuman tiois novi serta anggukan kepala.
__ADS_1
"gil, mampir dulu!" ucap tante wulan dari teras rumah
"makasih tante, aku langsung pulang saja" ucapku menolak tawaran tante wulan
"aku pulang nov, Assalamualaikum" aku berpamitan kepada novi
"walaikumsalam gil" balas novi
Sesampai di rumah, kuhempaskan tubuhku di kasur kamarku. Lelah sekali hari ini, aku terfikirkan kejadian sore tadi. Novi menangis karena cemburu. Aku merasa bersalah membuat air matanya terjatuh. Aku takut, kejadian tadi merubah perasaan novi.
Kuambil handphonku.
"jangan sedih dan jangan mengingat kejadian tadi ya nov, selamat beristirahat" aku mengirimkan pesan untuk novi
"gak papa gil, selamat beristirahat juga pangeranku :* " balas novi
Sepertinya novi tidak mempermasalahkan kejadian tadi, aku hanya parno dan terlalu terbawa rasa. Sebenarnya aku memang tidak bersalah, tapi aku takut akan kehilangan novi.
Tanpa sadar aku terlelap. Dan aku terbangun di tengah malam. Kulihat jam, menunjukkan Pukul 01.15. "masih tengah malam" gumamku
Kulihat handphonku ada pesan masuk dari shela.
"kak agil, maaf ya untuk tadi sore, aku benar - benar tidak tahu kalo kakak sudah punya pacar dan lagi jalan" shela mengirimkan pesan untukku
"gak papa shel, santai saja" balasku
Kuambil rokok sebatang, lalu kunyalakan. Kuhisap dalam - dalam sambil memikirkan apa yang seharusnya tidak aku fikirkan. Novi dan shela, "kenapa harus ada shela disaat aku sudah bersama novi. Mungkinkah ini godaan cinta? Ahhh aku tidak tau. Aku baru kali ini merasakannya" gumamku dalam hati.
Hingga jam kembali kulihat menunjukkan pukul 03.45, kuhempaskan lagi tubuhku ke kasur dan terlelap.
Hingga paginya aku menceritakannya kepada ibuku.
"buk, kemarin novi menangis" ucapku
"kenapa? Kau apakan novi gil?" ibuku terkejut dan menanyakan itu padaku
"gak aku apa - apain bu" jawabku santai sambil menyeduh kopi
"lalu kenapa dia menangis? Kamu tidak boleh menyakiti hati wanita" ucap ibuku lagi.
"kemarin aku jalan dengan novi, dan shela menelponku" aku sedikit menjelaskan
"shela? Siapa dia?" tanya ibuku lagi
"junior temanku di kampus, kata temanku dia suka denganku" jawabku sambil menghisap rokok
"lalu? Novi tahu itu?" ibuku menanyakan lagi padaku
__ADS_1
"tahu setelah aku menjelaskan semuanya. Apa di saat seperti itu aku salah bu?" aku bertanya kepada ibuku