Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
jalan


__ADS_3

"mau kemana kita gil?" tanya novi memulai pembicaraan


"hmm kemana ya?" tanyaku balik


"aku ngikut aja deh, mau kemanapun ayok" jawabnya


Aku senang sekali mendapat jawaban seperti itu


"nonton aja gimana?" ajakku


"boleh deh. Film apa gil?" tanyanya


"gak tau. Ya nanti lihat aja di lokasi nov"


Aku memang tidak update tentang film,yang penting nonton aja. "intinya yang penting sama kamu nov" gumamku dalam hati


Kupacu motorku menuju bioskop. Sesampai di lokasi, kulihat jadwal pemutaran film saat itu tidak ada yang menarik. Genre film saat itu horor dan action. Sedangkan aku penikmat genre komedi.


Tapi ya sudahlah tak apa.


"mau film apa nov?" tanyaku


"horor boleh kali gil?!" pintanya


"oke gak masalah" jawabku


Setelah menonton kuajak novi makan dan minum di taman. Cuaca saat itu terik sekali, kulihat jam ternyata sudah pukul satu kurang.


"minum es dulu yok nov ke taman?" ajakku


"nanti pulangnya kemalaman gak gil?" tanyanya


"enggak kok, bentar aja nov. Mau pulang juga masih panas banget" rayuku


"boleh deh, yang penting jangan sore - sore pulangnya, aku gak enak sama om dan nenek. Apa lagi nanti tante wulan dan rey datang" terangnya


"beres nov"


Kami pun melaju menuju taman, kucari tempat yang enak.


"di sini aja ya nov, agak dingin. Pohonnya rindang" ucapku


Novi hanya mengangguk. Kupilih tempat yang agak rindang di bawah pohon besar


"oo ya nov, emang tante wulan sama rey kemana?" tanyaku


"ada acara di rumah ibunya tante wulan, katanya neneknya juga kangen sama rey"


"gimana dengan kerjamu? Asyik gak?" tanyaku basa basi


"ya begitulah gil, namanya orang kerja ya gak enak. Tapi lebih gak enak lagi kalo gak kerja" terangnya bercanda


"hahaha iya aku tau kalo itu nov, maksudnya temen - temennya asyik gak? Gitu"


"ohhh kalo itu sih ya biasa aja, selayaknya berteman dalam pekerjaan" jawabnya


"besok kalo om pras sibuk atau gak bisa anterin kamu, bilang aja ke aku nov" aku menawarkan diri. Agar bisa lebih dekat dengannya


"ahh aku tidak mau merepotkan kamu gil. Kamu sudah banyak membantuku"


"aku tidak merasa direpotkan nov, apa lagi kamu yang minta. Hehehe" aku mencoba gombal


"ahhh kamu bisa aja"


Aku pun semakin akrab dengannya, novi sangat asyik diajak ngobrol.


"ooo iya, keasyikan ngobrol sampe lupa kita belum pesan apa - apa nov haha" kami tertawa bersama


"kamu mau makan apa nov" aku menawarkan menu untuknya


"samain sama pesananmu aja gil"

__ADS_1


Aku pun memesan makanan dan minuman.


Sehabis makan sejenak kami bersantai dan mengobrol banyak,cuaca terikpun tak kurasa. Ya maklum lah, namanya sedang jatuh cinta.


Kemudian kulihat jam sudah menunjukkan pukul dua.


"sudah jam 2 nov, pulang yuk" ajakku


"boleh deh" jawabnya


Aku pun membayar makanan dan minuman, lalu bergegas pulang.


Sesampai di rumah, nenek novi sedang bersantai di teras rumah.


"assalamu'alaikum nek" ucap aku dan novi kompak


"walaikumsalam, eee kalian sudah pulang"


"sudah nek" jawab novi


"main kemana nov? Masuk dulu gil, sini silahkan duduk" tanya nenek sambil menyambut novi dan mengusap - usap pundaknya


"hanya nonton dan minum es nek" sahutku tersenyum


"tante wulan belum sampe nek?" tanya novi


"belum, tadi om pras baru berangkat ke bandara" jawab nenek


"lama amat"


"mungkin nanti habis magrib sudah sampai rumah" terang nenek


Aku pun berpamitan pulang, ingin rasanya berolahraga. Sudah beberapa hari tidak bermain bola


"nek, nov, aku pamit dulu ya" pamitku


"gak mau minum dulu gil?" novi menawarkan minuman


"hobimu tidak lepas dari bapakmu dan bapaknya novi" kata nenek


"emangnya bapak bisa main bola nek?" tanya novi


"bapakmu dan bapaknya agil berteman dan sama - sama suka bola" terang nenek


"yaudah nek, nov, pulang dulu ya. Assalamualaikum" ucapku berpamitan


"walaikumsalam" ucap nenek dan novi


Aku pun pulang dengan perasaan senang. Sesampai di rumah aku langsung ganti pakaian dan mengambil sepatu bola. Tak kurasa lelah langsung menuju lapangan bola. Di lapangan sudah banyak teman - temanku sedang bersiap - siap.


"widiiihhhh yang sibuk dengan cewek, sampe gak sempet main bola nih" ucap salah satu temanku mengolok - ngolok


"apa sihh? Ngebantu doang" elakku


"membantu menyatukan hati hahaha" timpal ivan mereka pun tertawa


"udahhh udahhh, ayok main?" ajakku kesal


"sabar sedikit gil? Mentang - mentang jatuh cinta gak bisa sabar" sahut temanku


Saat itu aku diolok - olok sampai tIdak bisa berkata - kata lagi. Kami pun bermain bola dengan asyik dan seru, sampai senja mulai datang dan kami bergegas pulang.


"van nanti keluar yok?" ajakku ke ivan sambil melepas sepatu


"kemana?"


"ya keluar ajalah pokoknya, ikut aja"


"males ah, gak ada dana kenakalan"


"udahhhh aku yabg tanggung, kayak biasanya" rayuku

__ADS_1


"oke deh kalo begitu" jawabnya


Selepas magrib aku menuju rumah ivan.


"van... Van..." teriakku dari luar rumah


"masuk gil, aku baru beres mandi" ucap ivan


"ahhh lama banget"


"bentar, tinggal ganti baju doang"


"mau kemana sih?" tanyanya


"nongkrong aja sih ngopi" ucapku


"ngopi doang di rumah bisa gil" ucapnya dari kamar sembari pakai baju


"beda, pengen cari suasana lain" ucapku sambil menghisap rokok dalam - dalam


"membahas tentang novi kan?" tanya nya


"mungkin saja. Udah, ayok berangkat" ajakku


"ayooo"


Kami pun berangkat mencari warung kopi


Di sisi lain, om pras sudah tiba di rumahnya.


"Assalamualaikum" ucap om pras


"walaikumsalam, neeeek rey sudah datang" teriak novi sambil memberi tahu neneknya


"ehhh tante wulan, gimana diperjalanan?" tanya novi sambil bersalaman "rey, kamu sudah besar" peluk novi terhadap rey.


"alhamdulillah lancar nov, gimana kabarmu?" jawab tante wulan


"alhamdulillah baik tante, sini kubantu bawa barangnya masuk" ucap novi girang


"sini istirahat dulu sambil ngeteh, ibu sudah membuatkan kalian teh hangat" ucap nenek ke tante wulan dan om pras


"iya bu makasih" jawab tante wulan sembari mencium pipi nenek


"kata om pras kamu pacaran sama agil ya nov?" tanya tante wulan sambil tersenyum


"idihhh om pras ni ada - ada saja, ngegosipin novi ya tadi di jalan?" jawab novi kesal dan malu


"emang beneran kok hahaha" ucap om pras tertawa


"ya kalo misal beneran, gak papa nov. Biar semangat kerja di sini" ucap tante wulan


"enggak tante, kami hanya berteman"


"tante sama om dulu juga awalnya berteman, tapi lihat sekarang. Kami menikah dan punya anak hahaha" kami tertawa bersama


"kalo sama anaknya wiryo, nenek setuju. Orangnya baik, sopan pula" ucap nenek


"tuh nov, udah direstuin sama nenek" ucap om pras


Semalaman mereka mengolok - olok novi, sampai novi tidak bisa berkutik.


"mamaaaa, rey ngantuk" ucap rey


"tidurkan dulu anakmu lan, dia kelelahan" ucap nenek ke tante wulan


"tante tinggal dulu ya" ucap tante wulan


"novi juga mau istirahat dulu nek, om. Besok kerja" ucap novi


"ya nov" ucap om pras

__ADS_1


__ADS_2