Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
cemburu #2


__ADS_3

"bu, kopi satu. Gak usah pake gula" siang itu aku di kantin dengan rasa yang tak menentu


"siap mas agiiilllll" jawab ibu kantin


"ehh kak agil, baru datang?" tanya shela yang sudah dulu duduk di bangku favoritku


"iya shel, sendirian aja? Mana doni?" aku berbalik tanya


"ohh kak doni masih di rumahnya, barusan ku telpon" terangnya


"ini gil kopinya" kata ibu kantin


"makasih bu"


Aku tidak begitu menghiraukan shela di sebelahku, hari itu juga aku sangat malas masuk kelas. Ntah karena apa, mungkin karena kekhawatiranku terhadap novi.


"gil kalo ada tugas kabarin ya, tiba - tiba aku gak enak badan" doni mengirimkan pesan kepadaku


"aku juga malas masuk kelas. Lagi pusing" jawabku


"shel aku pulang dulu ya" ucapku


"loh kak, gak masuk kelas? Kak doni gimana?" tanya shela


"doni baru saja ngabarin aku, kalo dia gak enak badan. Aku juga lagi malas masuk kelas" ucapku menjelaskan


"yaudah, keluar aja yok. Nonton mau gak sama aku?" ajak shela


Lumayan juga nih, ketimbang aku bingung dan pusing memikirkan novi. Kuterima saja ajakan shela, fikirku.


"nonton? Boleh deh" aku mengiyakan ajakan shela


"yaudah pake motorku saja kak, motor kakak tinggal diparkiran aja" ucap shela


"yaudah ayok"


Akupun dengan shela menuju bioskop. Setelah menonton, aku mengajak shela untuk makan, dan waktu sudah menjelang sore.


"makan dulu shel" ajakku


"ayok kak"


"mau makan apa kamu?" aku menanyakan ke shela


"baso boleh deh" ucap shela


Aku mencari warung baso terdekat. Sambil menunggu pesanan datang, aku kirimkan pesan singkat untuk pujaan hati.


"nov, nanti pulang kujemput"


"iya gil" balas novi


"kamu sudah lama gabung mapala shel?" aku bertanya kepada shela


"belum kak, sebulanan ini kira - kira" jawab shela


"kenapa kakak gak ikut? Kan kak doni temen kakak" imbuhnya lagi


"teman ya teman, kalo untuk hobi kita punya masing - masing kan shel?" aku menjawab pertanyaan shela


"emang hobi kakak apa?"


"aku suka bola, ya ada beberapa jenis olahraga yang aku sukai" jawabku


"di mapala seru tau kak, apalagi kalo pas muncak, seru banget" imbuh shela


"ohh iya kah?"


"iya kak, ayo gabung mangkanya" ucapnya lagi mengajakku


"gak ah shel, mending tidur hahaha" aku menolaknya lagi sambil tertawa


"pacarmu juga ikut mapala?" aku bertanya lagi


"boro boro ikut, punya aja enggak" jawabnya


"lahhh kan di mapala banyak cowoknya shel"


"iya, tapi kan cuman temen kak" "kakak sendiri punya pacar?" imbuh shela bertanya


"belum shel, doain ya biar cepet punya cewek" jawabku sambil tersenyum

__ADS_1


"amiinn kak" jawabnya sambil tersenyum


Kami banyak mengobrol, ternyata asik juga shela kalo diajak ngobrol. Tapi novi tetap menjadi prioritas. Menjelang sore akhirnya kuajak shela pulang karena aku mau menjemput novi.


"shel, udah sore nih. Balik ke kampus lagi yuk aku mau ngambil motor. Mau pulang" ajakku


"ayok kak" jawabnya


Kupacu motor shela ke parkiran kampus, dan aku langsung menuju kantor novi.


Ternyata novi sudah menunggu di depan gerbang bersama yusuf.


"tuh nov jemputanmu sudah datang" ucap yusuf kepada novi


"aku duluan ya suf" ucap novi


Novi menghampiri aku.


"maaf ya nov telat, ada kegiatan bentar tadi" ucapku


"gak papa gil" jawabnya


"aku duluan ya suf" ucap novi ke yusuf


"hati - hati ya nov" ucap yusuf sambil melambaikan tangan


"kok kamu panggil dia dengan sebutan nama nov?" aku menanyakan kepada novi


"iya, dia sendiri yang minta. Lagipula dia masih muda" ucap novi menjelaskan


"kamu akrab ya sama yusuf?" tanyaku lagi


"ya sebatas rekan kerja saja gil" jawabnya


"kenapa sih tanya - tanya tentang yusuf?" tanyanya


"ya gak papa nov, cuman pengen tau aja" jawabku


"cemburu yaaaa?" tanya novi sambil bercanda menggelitiki pinggulku


"jangan nov, nanti jatuh" aku melarangnya dia menggelitiki aku


"ehhh maaf gil" ucapnya lalu melepaskan pelukannya


"gak papa nov, aku baru kali ini merasakannya" ucapku gemetar dan grogi


"ahh masa? Maaf ya gil, aku terbawa situasi" jawabnya juga malu - malu


"gak papa nov" singkatku


Saat tiba di depan rumahnya, aku langsung berpamitan.


"aku langsung pulang nov" ucapku


"mampir dulu gil"


"makasih nov, sudah magrib" tolakku


"makasih ya gil, hati - hati" ucapnya


Aku langsung menuju pulang, dan novi masuk ke rumahnya.


"bareng agil lagi ya?" ucap tante wulan


"iya tante" jawab novi malu


"mending kalian pacaran, ya gak pa?" ucap tante wulan kepada om pras


"iya nov, kalian cocok" imbuh om pras


"emang agil sebaik itu ya om, tante?" tanya novi


"setau tante sih iya, dia gak neko - neko" ucap tante wulan meyakinkan novi


"van, aku harus cepat menembak novi" ucapku ke ivan


"ya memang seharusnya begitu" timpal ivan


"sepertinya atasannya juga mendekati novi" ucapku khawatir


"yaudah tembak, nunggu apa lagi bro" ucap ivan lagi

__ADS_1


"minggu lusa ajak dia jalan, ungkapkan perasaanmu"


"kalo ditolak?" tanyaku


"gini gil, seorang kesatria tidak takut akan hal apapun. Mending ditolak ketimbang tidak kau ungkapkan sama sekali" ucap ivan


"baiklah, kutelpon novi sekarang" imbuhku


Kutelpon novi malam itu juga.


"halo nov, minggu jalan yuk" ajakku


"boleh gil, tapi kayak kemarin ya? Biar gak kemalaman" pintanya


"oke nov. Selamat istirahat ya nov?" ucapku


"iya gil sama - sama" jawab novi sambil mematikan telpon.


Pagi datang mengajakku bercanda dan bercerita, dia datang dengan rintik hujan yang menyejukan. Ntah di sertai genangan kekecewaan atau tidak.


Yang pasti aku tersenyum pagi itu.


"bu, apa yang membuat wanita bahagia?" tanyaku kepada ibuku


"banyak" jawab ibu singkat


"contohnya?" tanyaku lagi


"perhatian, jangan pernah mengecewakan, dan selalu ada buat dia" itu kunci awalnya untuk menarik pasanganmu


"kenapa? Kamu mau mengutarakan perasaanmu sama novi?" tanya ibu


"hehehe iya bu" jawabku malu


"kamu sudah melakukan pendekatan?"


"sejak lama bu, akhir - akhir ini aku selalu memikirkannya" terangku


"kamu pria sejati kebanggaan ibu, kejarlah cintamu. Jangan takut" ucap ibu


"ya bu" jawabku singkat


"nov, dijemput enggak?" yusuf bertanya kepada novi


"dijemput oom ku suf" ucap novi


"tidak usah, biar aku yang antar" yusuf menawarkan


"tidak usah suf, nanti merepotkanmu"


"ohhh tidak, santai. Mau ya?" tusuf merayu


"boleh deh kalo tidak merepotkanmu" ucap novi


Ternyata ivan mengetahui novi diantar oleh yusuf.


"itu kan novi, diantar siapa dia?" ivan bergumam


"gil, tadi aku lihat novi diantar orang" ucap ivan kepadaku


"yang bener?" aku terkejut


"iya beneran" ucap ivan meyakinkanku


aku langsung menanyakan kepada novi


"nov, kamu tadi dianter siapa?" aku mengirimkan pesan


"kok tau?"


"iya tadi ivan lihat kamu dianter seseorang" balasku


"ohhh iya, aku tadi diantar yusuf" balasnya


"ohhh baiklah" jawabku singkat


Ingin berteriak hati ini, tapi apa daya. Aku ingin marah, tapi tak kuasa.


Aku meratap malam itu, cemburu dan khawatir.


"secepatnya harus kuungkapkan perasaanku sebelum didahului si sialan itu" gumamku dalam hati penuh dengan amarah.

__ADS_1


__ADS_2