Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
shela malu


__ADS_3

"kamu anak baik, bagus kamu sudah berani jujur. Tapi, bijaklah dalam mengambil keputusan dan menjelaskan. Jangan sampai wanitamu salah paham" ucap ibuku sambil mengusap - usap kepalaku.


"baik bu" jawabku singkat


"wanita itu hatinya sensitive, karena mereka cenderung menggunakan hatinya yang jujur. Itu bukan masalah besar ketika kamu berani jujur karena kebenaran. Menangisnya novi, itu karena dia cemburu dan takut kehilangan kamu. Jaga dia!!" ucap ibuku lagi menasihatiku


Aku pergi ke kampus dengan perasaan yang tak menentu, takut menyakiti novi dan shela.


"kopi satu bu" aku memesan kopi dan menuju meja yang ternyata sudah ada doni di sana


"woeeee don, udah pulang ndaki? Gimana kemaren, Seru gak?" aku menyapanya sambil menepuk bahunya dari belakang


"woeee ngagetin aja, seru dong" balas doni sembari asyik dengan laptopnya


"kamu sudah punya pacar gil? Semalam shela bilang ke aku" tanya nya lagi


"iya, kemaren dia telpon pas aku lagi jalan sama novi" terangku kepada doni


"makasih ya bu" ucapku kepada bu kantin sambil menerima gelas kopiku


"kok gak cerita ke aku kamu sudah punya pacar?" doni bertanya lagi sambil memegang bahuku


"aku sudah pernah bilang kan kalo aku dekat dengan orang? Ya dia itu novi" balasku


"gak perlu ada yang dirahasiakan denganku gil, slow aja" ucap doni lagi


"aku gak enak dengan shela, aku merasa bersalah" ucapku sambil menyeruput kopi dan kulanjutkan dengan hisapan rokok


"gak perlu gak enak, kamu gak salah" ucap doni menenangkanku


"iya tapi katamu dia suka aku. Nanti canggung jadinya" ucapku yang memang merasa tidak enak


"menyukai seseorang itu memang hak semua orang gil, tapi ya balik lagi ke orangnya tersebut. Kalo kamu gak suka, ya sudah. Apa mau diembat dua duanya juga? Nanti kuajari caranya kalo mau" ucap doni menawarkan caranya yang nakal Sambil cengengesan.


"enggak ah, aku gak kaya kamu bro" timpalku


Shela pun datang ditengah obrolanku dengan doni yang sedang mambahasnya. Terlihat mukanya malu - malu


"ehhh kak, udah dari tadi?" sapa shela yang baru gabung


"lumayan, doni nih yang udah dari malem tadi di sini hahaha" aku bercanda agar suasana tidak canggung


"malah dari kemaren sore aku disini" sahut doni sambil tertawa


"kak, maaf ya kemaren udah ganggu. Aku jadi gak enak dan malu sama kak agil dan mbak nya (novi)" ucap shela yang sedang malu - malu meminta maaf


"gak papa shel, santai aja" ucapku sok santai. Padahal dalam hati penuh rasa tidak enak dan canggung


"pacarmu marah gak kak? Maaf deh pokoknya" tanya nya lagi yang masih merasa tidak enak


"marah si pasti shel, tapi gak marah - marah banget. Sedikit salah paham aja, semalem juga langsung baikan kok. Dia ngertiin kalo temenku gak seputar tentang cowok semua" aku menjelaskan kepada shela


"gimana shel? Mau mundur apa gimana? Hahaha" sahut doni yang bermaksud menanyakan kepada shela masih mau mendekatiku atau tidak


"apa sih kak doni ini? Gak usah bikin malu" jawab shela malu sambil mencubit doni

__ADS_1


"sakit shel" ucap doni sambil meringis kesakitan


"tapi kita masih bisa temenan seperti biasanya kan kak?" shela menanyakan kepadaku


"bisa lah, aku sih mau berteman sama siapa aja ayok" ucapku


"temenan apa temenan shel?" goda doni lagi kepada shela sehingga membuat shela malu banget


"stop kak, gak usah bikin aku malu di depan agil!" teriak shela sambil mencubiti doni yang ketawa girang


"udah udah shel, sakit. Iya iya ampun hahaha" ucap doni menyerah


"nanti mau makan siang bareng gak?" aku mengirimkan pesan kepada novi


"kayaknya gak bisa gil, aku ada meeting. Besok ya sayang?" balas novi yang tidak bisa makan siang bareng karena sibuk.


"baiklah nov" jawabku


"ya sudah, ke kelas yuk don" aku mengajak doni sambil mengangkat tas ku


"ayok, anjirrr sakit semua badanku kamu cubitin shel" ucap doni kepada shela sambil meringis kesakitan


"maaf kak, salah sendiri pake ngecengin terus" ucap shela


Sembari jalan ke kelas doni masih mengusap - usap bekas cubitan shela sambil meringis.


Setelah kelas selesai, aku, doni, dan beberapa teman ke kantin.


"kopi buk 4" aku memesan kepada ibu kantin


"selesai ngopi PS yuk?" aku mengajak teman - temanku


"gak bisa gil, aku ada acara" jawab yanto salah satu temanku menolak


"kamu jun" aku menanyakan kepada salah satu temanku lagi


"gak bisa, aku mau jalan sama pacarku" jawab juna yang juga menolak


"yahhh gak asyik kalian, yaudah kita berdua aja don" ucapku


"biasanya juga gitu" jawab doni


Tak berselang beberapa lama kopi pun datang.


"lama banget buk" ucap juna kepada ibu kantin


"maaf mas, lagi rame hehehe" ucap ibu kantin sambil menyodorkan gelas kopinya


"alhamdulillah ya buk" ucap doni


"iya mas, alhamdulillah" jawab ibu kantin lagi


"shela kemana don tumben gak kesini?" aku menanyakan shela kepada doni


"ya mana aku tahu, malu dengan kamu kali" jawab doni

__ADS_1


"malu kenapa?" tanyaku polos


"ya malu tentang kejadian kemaren, bodoh" timpal doni lagi


"siapa shela? Juniormu itu don?" tanya yanto


"iya" jawab doni sambil menyeruput kopinya


"boleh juga tuh" sahut juna


"ni anak, gak mau sama shela. Bodoh banget" ucap doni sambil menunjuk diriku


"bukannya gak mau, tapi aku setia sama pasanganku" jawabku mengelak


"halahhh basi" sahut yanto


"bahas apa sih kalian, gak penting. Cabut yuk don" aku mengajak doni pergi ke rental PS


"ya udah ayok. Bayarin dulu ya jun" ucap doni sambil bergegas


"yaaa ntar aku yang bayar" sahut juna


Aku dan doni pun langsung menuju rental PS. Di rental PS itu, sambil bermain PS doni sedikit cerita tentang shela.


"shela itu anaknya baik gil, dia perhatian sama kamu. Khawatir pas kamu sakit" ucap doni


"lah terus? Aku suruh gimana?" aku balik bertanya dengan doni


"sayang aja kalo kamu sia - sia in gil" ucap doni sambil menepuk bahuku


"aku gak mau menjalin hubungan dengan dua hati don, aku sudah punya novi" ucapku menunjukkan kesetiaanku dengan novi


"sudahlah, yang penting novi tidak tahu" ucap doni lagi


"gak ah, aku gak mau" ucapku menolak


Di sela - sela aku sedang bermain PS, shela mengirimkan pesan untuk doni.


"sebentar gil" doni mem-pause permainan


"siapa?" aku bertanya kepada doni


"si shela nanya, lagi dimana" terang doni


"dia mau nyusul katanya" jelas doni lagi


"gak usahlah, gak enak di sini" ucapku melaramg


"lah, udah terlanjur aku iya in" jawab doni lagi


"dasar bodoh, situasi lagi gini juga" ucapku


"terus gimana?" doni bertanya


"ya sudah, biarin aja" aku menjawab sedikit kesal

__ADS_1


__ADS_2