Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
pesan singkat


__ADS_3

"woiii!!! Ngapain senyam semyum ngeliatin hp? Tadi jalan sama novi ya? "tanya ivan sambil menepuk bahuku dari belakang mengagetkanku.


"iya nganter doang ada panggilan kerja"jawabku sekenanya. Karena aku sedang asik berbalas pesan singkat dengan novi.


"woiiii kalo diajak ngobrol jangan ngeliatin hp mulu"bentak ivan mengagetkanku lagi. "udah,diem! Ke dapur sono bikin kopi sendiri" jawabku cuek


"om agil itu gimana sih orangnya? "tanya novi ke om pras


"biasa aja, gak gimana-gimana"jawab om pras


"ihhh bukan itu om maksudnya"sambung novi manja


"maksudnya,si agil itu orangnya gimana? Baik gak? Udah punya pacar belum? "lanjut novi malu-malu


"ohhhh, dia baik orangnya. Kalo setau om, kalo di sini dia gak punya pacar. Tapi gak tau kalo di luar yaaaa"jawab om pras


"dulu, bapakmu tinggal disini. Semasa remaja, bapakmu juga berteman dengan pak wiryo" om pras sedikit menceritakan masa kecil bapak novi


"pak wiryo? Siapa dia om? "tanya novi


"pak wiryo ya bapaknya agil"jawab om pras


"hahhh, masa iya om?" tanya novi penasaran


"kalo gak percaya coba tanya nenek"


"kamu suka sama agil? "tanya om pras


"hehehe, gak tau om"jawab novi malu sambil berlari mencari neneknya


"kasmaran nihhhhh"ledek om pras.


"nek... Neneeeek, emang bener nek bapak sama pak wiryo itu dulu berteman?"tanya nya


"iya, dulu bapakmu berteman sama pak wiryo. Pak wiryo dulu sering nginep di rumah nenek ini" jawab nenek


"ooooooooo"si novi masih terheran heran


"gimana tadi hasilnya?"tanya nenek


"hehehe, minggu depan sudah mulai kerja nek"jawabnya


"alhamdulillah,sudah ngabarin bapak sama ibukmu belum? Kabarin dulu sana."


"belum nek, sebentar ya nek novi telpon bapak dulu"


"yaudah sana" pungkas


*dering handphone berbunyi


"halooo assalamu'alaikum nov, gimana kabarnya? " terdengar dari handphone


"walaikumsalam, alhamdulillah baik bu"jawab


"bu, novi keterima kerja di sini"lanjut novi memberi kabar


"alhamdulillah, yang semangat dan hati-hati ya nov kerja di sana. Jaga diri baik-baik"


"iya buk, bapak lagi ngapain bu?"


"itu nonton tv, pak ini novi telpon. Dia sudah keterima kerja di sana"kata ibu novi mengabarkan kepada bapak novi


"ini kalo mau ngomong sama novi"


"halo nov, kapan mulai kerja? "


"minggu depan pak"


"kerja di mana? "


"di showroom mobil pak"


"oooo, mana om pras? "

__ADS_1


"ada pak. Nih om bapak mau ngomong"


"halo mas, gimana kabarnya? "tanya om pras


"baik pras, alhamdulillah. Tolong novi dijaga dan dibimbing pras"


"siap mas. Mas,novi kasmaran sama anaknya mas wiryo"canda om pras


"ehh ehhh enggak pak, iseng banget sih om"saut novi


"wiryo anaknya pak pur? Haha" tanya nya sambil tertawa


"iya mas, temenmu nongkrong dulu. Hahaha"jawab om pras tertawa


"ya ya ya,suruh fokus kerjanya dulu pras."


"ya mas"tutup om pras


Di pagi yang sedikit mendung itu kupacu motorku untuk pergi ke kampus. Tidak seperti biasanya, hari ini sangat berbeda. Aku sangat semangat, dan penuh dengan harap. Kulewati rumah om pras, sedikit kulirik rumah om pras.


"kemana si novi? Aku tidak melihatnya pagi ini.ahhh mungkin sedang membantu neneknya beres-beres rumah" gumamku dalam hati.


"kenapa aku mencarinya? Ahhh biarkan saja, mungkin naluriku sedang tidak baik-baik saja" lanjutku


Setiba dikampus aku langsung menuju kantin langgananku.


"buk, kopi satu"pesanku seraya menuju meja yang sudah ada temanku di sana


"wooooiiiii!!! " aku mengagetkan doni yang sedang asyik dengan laptopnya


"woeee,bangsat." jawabnya kaget


"tugas yang kemaren sudah beres?"


"belum, pusing ngurusin mapala. Bulan depan mau nanjak(mendaki gunung) lagi"jawabnya


"ndaki terosss, kuliah gak diurus" sambil ku hidupkan sebatang rokokku


Sambil kunikmati kopi hitam manis, dan kukepulkan asap-asap dari mulutku. Kuambil handphone ku. Tanpa kusadari kubuka kontak novi dan inginku mengirimkan pesan singkat kepadanya. Aku tak tau apa yang terjadi drngan diriku.


Kutunggu balasan darinya, kubayangkan wajahnya.


Hp ku berdering "aku sedang bantu nenekku beberes rumah gil. Ada apa? Tumben" jawabnya di pesan itu.


Aku pun bingung, harus kujawab apa pertanyaan itu.


"ohh gakpapa nov, tadi pas aku lewat, aku gak ngeliat kamu" balasku lagi dengan perasaan malu dan deg deg an.


Novi tidak langsung membalas.aku menunggu balasannya sambil melamun.


Tiba tiba...


"ngelamunin apa sih baaaaang? Kok bengong. Haha" doni mengagetkanku dengan menepuk punggungku


"bangsat, apaan sih? Gak ada apa-apa. Rese banget sih" jawabku BT


"gitu aja marah, lagi jatuh cinta yaaaa? " ledeknya


"mana adaaaaa?! Gak ada cinta-cintaan"jawabku


"masuk kelas yuk. "ajakku


Belum ada juga balasan dari novi.


Setelah selesai kelas, aku langsung pulang tanpa mengecek handphone. Karena memang hari itu hanya ada 1 mata kuliah saja.


"aku langsung pulang don"


"tumben amat, gak main PS dulu? "jawab doni


"gak lah, aku capek" jawabku


"yaudah, hati-hati" pungkas doni

__ADS_1


Setiba di rumah, ku cek handphonku. Ternyata tidak ada balasan dari novi. "kenapa dia tidak membalas pesanku?" tanyaku dalam hati.


Malamnya aku ke rumah ivan.


"van, lagi sibuk gak?" tanyaku serius


"bentar bro, taggung" jawabnya dengan asyik bermain game di handphone nya


"masih lama gak? "


"bentar gillll, kenapa sih?"


"aku mau cerita"ucapku


"yaudah cerita aja kayak biasanya"jawabnya


"berhenti dulu game mu van, penting! "


"ahhh ganggu aja. Ada apa sih?! Ganggu aja" katanya jengkel


Aku meceritakan tentang pesanku terhadap novi.


"hahahahaha, suka kan sama novi? Sok sok an bilang cinta itu apa? "ledeknya


"enggak cinta, cuman pesan singkat doang"elakku


"aku harus gimana? Kan kamu lebih berpengalaman van"


"itu masalah mudah, ajak jalan, makan, tembak, jadian. Beres kan. "jawabnya songong


"ya gimana caranya" aku bingung


"beneran suka kan sama novi? Hahaha"ledeknya lagi


"gak tau lah, jangan malah ngledekin dong. Ini gimana? " rengekku sambil malu-malu


"kirim pesan lagi, ajak dia jalan kapanpun doi bisa"perintah ivan


Tanpa ragu, dengan bimbingan ivan ku kirim pesan singkat untuk novi


"malem nov, lagi ngapain? "tanyaku


Beberapa saat kemudian "baru beres telpon bapak ibuk di rumah gil. " balasnya


"ohhh yaudah" jawabku singkat dalam pesan itu.


Novi tidak membalasnya lagi.


"jangan gitu bodoh" bentak ivan


"ya aku gak tau harus gimana van" jawabku


"sini,biar aku yang urus" ivan merebut handphonku


"kapan punya waktu luang nov? Mau gak kita jalan-jalan. Kan kamu belum tau daerah sini. Biar sekalian aku kenalin tempat-tempat di sini" ivan mengirimkan pesan melalui handphonku untuk novi


Dan tidak lama kemudian "boleh van, besok bisa deh kayaknya" balas novi


"tuhhhh kan langsung direspon" ucap ivan dengan songongnya


"besok ajak jalan-jalan doi keliling kota, ajak ke taman. "perintah dan saran ivan


"oke nov, besok sore kujemput ke rumahmu"balasku


"baik van" pungkasnya.


Dan malam itu aku membayangkan banyak hal tentang apa yang akan terjadi besok. Senang hati ini, namun juga bingung harus berkata apa saat bertemu dengannya. Tak sabar juga aku menunggu hari esok. Hati ini bergejolak.


Ivan kembali asyik dengan game nya, dan aku berkhayal tentang novi. Ini baru pertama kali kurasakan. "apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?" gumamku dalam hati.


Mentari pagi memukulku menembus jendela kamar ivan. Lamunanku membawaku tertidur pulas dengan hati bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi hari ini.


Pagi itu kugeber motorku menuju kampus dengan amat gembira. Tak sabar menunggu sore untuk bertemu dengan wanita yang membuat hati ini bergejolak.

__ADS_1


"hei nov, nanti jam 14:30 kujemput ke rumah om pras ya? "kukirimkan pesan singkat untuk novi


"oke van, ku tunggu" jawabnya singkat


__ADS_2