
Pagi itu aku bangun badanku terasa tidak enak, menggigil dan pusing. Mungkin karena kehujanan kemarin.
"selamat pagi gil, aku berangkat kerja ya" seperti biasanya novi mengirimkan pesan singkat setiap pagi. Dan aku belum bisa menghilangkan kebiasaan burukku bangun siang. Tapi memang pagi ini badanku sedang tidak enak.
"pagi juga nov, nanti aku tidak bisa jemput nov" balasku
"iya gil gak papa, emangnya kenapa?" balas novi lagi
"aku sedang tidak enak badan nov, maaf ya" balasku
"kamu sakit gil? Pasti gara - gara kehujanan kemarin. Maaf ya gil gara - gara aku kamu jadi sakit" balas novi
"tidak nov, tidak apa - apa" jawab novi
"ya sudah, kamu istirahat aja gil" lanjutnya
Dan aku pun memutuskan untuk tidak berangkat kuliah. Ku kabari teman - teman kampusku lewat grup kelas.
"agil tidak masuk kuliah hari ini" ucap doni kepada shela sambil mempersiapkan peralatannya di basecamp
"kenapa kak?" tanya shela
"dia sakit, mungkin karena kehujanan kemarin" terang doni
"ya ampun, apa kita besuk agil dulu kak? Aku takut dia kenapa - kenapa" shela khawatir
"waktunya tidak bisa shel, kita harus berangkat sebentar lagi" ucap doni
"yahhh kak" jawab shela dengan penuh kecemasan
"kakak sakit ya? Istirahat yang cukup kak biar lekas membaik" shela mengirimkan pesan padaku
"ya shel, makasih ya" jawabku
"buuuuuuk" aku memanggil ibuku dari dalam kamar
"kenapa gil?" jawab ibuku
"tolong bikinin teh anget bu, aku sedang tidak enak badan" terangku
"kamu sakit? Ya ibu buatkan teh sebentar"
"makasih bu" ucapku
"berarti kamu tidak kuliah hari ini?" ibu bertanya padaku sambil membawakan teh hangat untukku
"tidak bu, aku sudah memberi kabar teman - teman kampus" jawabku
"ya sudah, istirahatlah" singkat ibuku
Sore hari ketika aku bangun, badanku sudah sedikit enakan.
"van, nanti kerumahku ya" aku mengirimkan pesan untuk ivan
"ya" balasnya singkat
Aku pun mandi dengan air hangat untuk merefresh tubuhku, segar sekali rasanya.
Tok... Tok... Tok...
"Assalamualaikum" novi mengetuk pintu rumahku
"yaaaa, walaikumsalam" jawab ibuku sambil membukakan pintu
"ehhhh novi ya? Masuk nov" tanya ibuku yang baru pertama kali bertemu novi secara langsung
"iya tante, makasih" jawab novi
__ADS_1
"panggil ibu saja, masuk sini biar ibu panggil agil dulu" ibuku mempersilahkan novi masuk
Tok... Tok...
"gil, ada novi tuh" ibuku mengetuk kamarku
"novi? Ya bu" jawabku
Aku keluar kamar menemui novi.
"hei gil, gimana keadaanmu?" tanya novi
"sudah mendingan nov, hanya masuk angin kok" jawabku
"nih ada buah buat kamu" ucap novi sambil memberikan bingkisan buah untukku
"ya, makasih ya nov" ucapku
"aku mengkhawatirkanmu, besok gak perlu hujan - hujanan seperti kemarin gil" ucap novi
"gak papa nov, lagian sekarang aku sudah baik - baik saja" ucapku
"gil" teriak ivan dari luar rumah
"masuk van" jawabku
"ehhh ada yang ngapel nih" ucap ivan
"hehehe ini besuk si agil lagi sakit van" jawab novi
"waduuuuhhhh sakit, emang kamu sakit gil? Sehat gini dibilang sakit" ucap ivan dangan konyolnya
"sekarang sudah enakan, kan sudah dibesuk kekasih tercinta. Hahaha" ucapku dan kami tertawa
"eh apaan tuh?" ucap ivan sambil memeriksa bingkisan dari novi
"boleh nih ku sikat" ucap ivan cengengesan
"apaan, gak boleh! Aku aja belum mencicipi" aku melarangnya bercanda
"ahhh bodo amat" ucap ivan sambil mengambil buah di tanganku
"tadi pulang sama siapa nov?" aku bertanya kepada novi
"dijemput om sama tante gil" jawab novi lembut
"kirain dianter yusuf" ucapku
"ohhh yang kemarin kulihat itu? Wahh parah banget sih kamu nov. Dianter cowok lain" ucap ivan bercanda
"dia yusuf van, atasanku" terang novi
"hati - hati nov, atasan biasanya ada maunya" ucap ivan sambil menyantap buah di tangannya
"tenang, aku cuman punya agil" jawab novi sambil memegang tanganku
"ehhh gil, sudah malam nih, aku pulang dulu ya" ucap novi
"biar aku antar" jawabku
"tidak usah gil, biar aku jalan kaki saja. Kan gak jauh juga. lagi pula kamu sedang sakit" novi menolak tawaranku
"ya sudah, biar diantar ivan" ucapku
"van tolong anter novi pulang" aku meminta ivan untuk mengantar novi
"ya gak papa kalo ivan gak keberatan" jawab novi
__ADS_1
"beres, ayok biar aku antar" ucap ivan
"buuuuk, novi mau pamit pulang" aku memanggil ibuku
"sudah mau pulang nov? Makasih ya sudah besuk agil" ucap ibuku sambil tersenyum
"iya bu, sama - sama. Novi pamit dulu ya bu" ucap novi sambil mencium tangan ibuku
"iya hati - hati" ucap ibuku
"gil, aku pulang dulu ya. Istirahat yang cukup" ucap novi padaku
"novi pulang dulu bu,gil. Assalamualaikum" ucap novi sambil berlalu
"walaikumsalam" sahutku dan ibukh bersamaan
"novi orangnya sopan dan ramah ya gil?" ucap ibuku padaku
"iya bu" jawabku tersenyum
"ibu suka dengan nak itu, semoga kalian berjodoh" ucap ibuku yang merestuiku
"semoga ya bu" jawabku
Pagi itu aku bangun pagi tak seperti biasanya. Ya, aku bangun lebih awal. Badanku sudah terasa segar dan enakan.
"selamat pagi tuan putriku" aku mengirimkan pesan singkat untuk novi kekasihku
"selamat pagi juga agilku, tumben sudah bangun jam segini" balas novi
"ya dong, masa kamu terus yang bangun lebih awal. Aku juga harus bangun pagi" jawabku
"hmmmm ya ya ya, aku siap - siap dulu ya gil" balasnya lagi
"ya, semangat kerjanya sayang"
"semangat juga kuliahnya gil, aku berangkat" balsnya
"kak, gimana dengan kondisi kak agil?" tanya shela kepada doni
"mungkin sudah enakan, dia hanya kecapekan dan masuk angin karena kehujanan. Sudah biasa anak itu seperti itu" ucap doni menerangkan
"aku mengkhawatirkannya kak" rengek shela
"kamu suka banget sama dia ya? Sampe segitunya" tanya doni kepada shela
"iya kak, bantu aku dong" pinta shela
"kalo untuk kenalan lebih dekat aku bisa bantu, tapi kalo untuk pacaran aku tidak bisa janji. Agil gak bisa ditebak kalo soal asmara" terang doni
"selama aku kenal dia, aku belum pernah tau dia pacaran shel" imbuhnya lagi
"serius kak dia gak pernah pacaran?!?!" tanya shela terkejut tak percaya
"hmmmm" jawab doni menganggukan kepala
"aku jadi ingin cepat pulang, dan bertemu pangeranku" ucap shela sambil tersenyum manja
"halahhhhh, ayok lanjut lagi jalannya" ucap doni
"baik kak" jawab shela
Dipendakian itu kekhawatiran shela seketika berubah menjadi senyuman - senyuman kebahagiaan dan kagum akan agil. Ingin rasanya cepat pulang dan bertemu agil, sang pria idaman shela.
"istirahat yuk nov" ajak yusuf kepada novi
"sebentar, aku beres - beres dulu suf" jawab novi sambil merapikan meja kerjanya
__ADS_1
"ayok" ucap novi lagi