
"hei kak, masuk dulu sini" ucap shela menyambutku
"ya shel, aku tunggu sini aja. Gak enak sama teman - temanmu" tolakku
"udah gak papa, slow aja" ucap shela
"ayok masuk aja" ajak doni lagi
"tunggu di sana saja" imbuh doni sambil menunjukkan tempat di ruangan itu untukku
Akhirnya beberapa waktu berselang doni dan shela menghampiriku
"ayok" ucap doni mengagetkanku
"ehh udah kelar?" aku menyanyakannya
"sudah, ayok jalan" ajak doni
Kami bertiga langsung menuju taman di mana tempat biasa aku dan doni nongkrong menghabiskan waktu.
"duduk sebelah sana saja" aku memilih tempat yang rindang. Kami melangkah memuju tempat itu.
"besok aku berangkat muncak gil, kalo ada tugas kabarin ya! Hehe" ucap doni
"selaluuuuu" balasku
"kak agil gak berminat sama sekali ikut mapala?" shela menanyakan itu padaku
"mau berapa kali kamu tanyakan hal itu kepadanya shel? Gak akan mau anak ini. Aku sudah bosan mengajaknya" doni menjawab pertanyaan shela dan menjelaskannya
"sayang waktu kuliah juga banyak tertinggal sih" ucapku
"kan bisa nyusul, atau minta tugas" ucap shela lagi
"nih buktinya, berantakan!!!" jawabku sambil menunjuk doni.
"aku enggak, kuliahku aman - aman saja" ucap shela
"itu kamu, tidak untuk doni kan? Hahaha" ucapku, dan kami tertawa bersama
Menjelang sore rintik hujan mulai berdatangan, sangat syahdu sekali. Kami mencari tempat berteduh di sekitar taman itu.
"anjriiiiit pake hujan segala" ucapku kesal
"bukan hujam, gerimis doang" doni menyangkal
"ya air turun dari langit namanya hujan" ucapku lagi
Tidak lama dari itu hujan turun dengan derasnya.
"nahhh kalo ini baru hujan" ucap doni
"sama sajaaaaaa" kataku
"sini, geser kesini kak" ucap shela sambil menggeserkan posisinya agar tidak terlalu terkena air hujan yang turun.
"bagaimana aku nanti menjemput novi? Aku hanya memiliki 1 jas hujan" gumamku dalam hati
"ada yang punya jas hujan lebih gak?" aku bertanya kepada shela dan doni
"gak ada lah, aku cuman punya 1.emang kamu gak bawa?" ucap doni
"ya bawa" jawabku
"terus mau buat apa?" doni kembali bertanya
"ada temen mau ikut bareng" jawabku
"ya udah pake punyaku saja kak" ucap shela
__ADS_1
"emang kamu bawa dua shel?" aku bertanya pada shela
"ya enggak" jawabnya
"lah kamu pake apa?" aku bertanya lagi
"aku gak pake, rumahku gak jauh ini" ucap shela
"gak shel, gak papa. Nanti aku beli aja" ucapku
Hujan pun masih belum reda, tapi waktu menunjukkan jam kerja novi sudah hampir pulang. Demi novi, tak kupedulikan hujan.
"ya udah, aku duluan ya?" ucapku kepada shela dan doni
"masih hujan kak, tunggu reda aja" shela mencoba menghentikanku
"gak papa, aku duluan ya" ucapku lagi
"ya udah pake jas hujanku aja kak" ucap shela lagi
"gak shel, makasih" ucapku menolak tawaran shela
"masih hujan gil, ntar aja. Buru - buru banget" ucap doni juga yang mencegahku
"gak papa don, aku duluan ya" pungkasku berpamitan
"ya udah" "hati - hati" ucap shela dan doni bersamaan
Aku pun langsung menuju kantor novi, tidak kupakai jas hujan ku. Aku tidak ingin telat yang membuat novi menunggu.
Sesampai di kantor novi, hujan sudah mulai sedikit reda, masih turun rintik namun tidak deras.
"heiii gil, kenapa hujan - hujanan? Kenapa tidak menunggu hujan reda?" tanya novi yang sudah menunggu di dekat pos satpam
"gak papa nov, aku gak mau kamu menunggu" aku menjawab
"gak papa gil, kamu basah kuyup begini, gimana kalo nanti kamu kenapa - kenapa?" ucap novi manja yang mengkhawatirkanku
"kebiasaan buruk ini, jangan dibiasain. Aku gak mau kamu nekat begini lagi" ucapnya yang sangat khawatir padaku
"ya nov" ucapku sambil mencubit pipinya
"emang kamu gak bawa jas hujan?" tanya novi lagi
"bawa, tapi gak kupake. Sengaja aku gak pake biar kamu saja yang pake" ucapku
"hmmmmm. Ya udah ayok" ajaknya
"nanti nov, tunggu reda" jawabku
"udah gak papa, kamu saja udah basah. Biar aku ikut basah - basahan sekalian" ucapnya
"ya sudah, kamu pake jas hujan ini" aku membuka jok motorku dan mengambilkan jas hujan untuk novi
"gak ah, biar aku hujan - hujanan juga" novi menolak tawaranku
"pake aja nov, nanti kamu sakit loh" ucapku menawarkannya lagi untuk memakai jas hujan
"gak, biar kita sama!" ucapnya sewot
"kamu ngeyel orangnya" ucapku kesal
"kamu juga nekat" jawabnya
"ya udah, besok gak akan aku ulangi" ucapku
"hmmm ya, ya sudah ayok jalan" ucap novi
Kami pun menerpa rintik hujan yang tidak terlalu deras, syahdu dan hangat. Yaaaa, cinta dan pelukan novi menghangatkan.
__ADS_1
"kamu kedinginan nov?" aku menanyakan keadaan novi
"gak begitu kedinginan, tapi dingin" jawab novi sambil melingkarkan tangannya memelukku
"maaf ya nov, kuajak kamu hujan - hujanan" ucapku sambil menggenggam tangannya
"gak papa gil, makasih yaaa" jawabnya lagi
"makasih untuk apa?" aku bertanya
"makasih untuk segalanya" jawabnya lagi
"kamu tau gak nov?" aku bertanya
"tau apa gil?" novi berbalik tanya
"ternyata sesyahdu ini ya hujan - hujanan dengan orang tersayang" ucapku menggombal
"ahhh gombal kamu" jawab novi sambil mencubit perutku
"aduuuhhhh sakit nov hehehe" ucapku
"tapi bener deh, suasana seperti ini apa yang dibilang romantis?" aku bertanya kepada novi
"mungkin saja gil" jawabnya
Aku memacu motorku tidak terlalu kencang, kunikmati rintik hujan yang membuat suasana semakin syahdu.
"kamu baru kali ini merasakan seperti ini gil?" tanya novi
"ya nov, aku baru denganmu merasakan seperti ini. Cinta memang indah ya?" ucapku
"semoga cinta ini tidak menyakiti ya gil" ucapnya lagi sambil mengeratkan pelukannya
"semoga ya nov, aku ingin kamu menjadi cinta pertama dan terakhirku" balasku sambil menggenggam tangannya lebih erat juga
Akhirnya kami pun tiba di rumah om pras.
"tidak mampir dulu gil?" tanya novi
"enggak nov, makasih. Aku langsung pulang saja mau ganti pakaian" aku berpamitan
"ya, makasih gil" ucap novi sambil melambaikan tangannya
"kok hujan - hujanan nov?" tanya om pras
"iya om, agil lupa bawa jas hujan" jawab novi
"ya sudah, langsung mandi dan ganti pakaianmu biar tidak masuk angin" ucap om oras
"ya om" jawab novi singkat
Setiba di rumah aku senyum - senyum sendiri mengingat momen yang sore tadi terjadi. Ternyata sangat romantis dan indah. Hujan dan cinta saling bertautan.
Aku dikagetkan dengan dering handphonku, ternyata panggilan dari shela.
"halo shel" aku mengangkat telpon itu
"halo kak, sudah sampai rumah?" tanya shela
"sudah shel. Ada apa?" jawabku
"gak papa kak, cuman mau memastikan kakak sudah sampai rumah saja" ucapnya yang juga sepertinya mengkhawatirkan aku
"aman shelll" jawabku
"ya sudah kak, selamat malam" ucap shela
"ya shel, selamat malam" balasku sambil mematikan telepon.
__ADS_1
"apa benar kata doni? Sepertinya shela menyukaiku" gumamku dalam hati
"ahhh mungkin itu perasaanku saja, mungkin perhatian shela hanya sebatas teman. Aku juga sudah memiliki novi dan aku sangat mencintainya" ucapku dalam hati meyakinkan diri sendiri