
Dering telpon berbunyi
"yaaa,halo gil. Ada apa?" jawab novi mengangkat telponku
"hmmm tidak, hanya ingin ngobrol saja" jawabku
"lagi sibuk gak?" sambungku
"enggak gil, lagi santai saja ini"
"besok sudah masuk kerja hari pertama ya nov. Semangat ya"
"iya, makasih ya gil"
"besok berangkat sendiri atau gimana nov?"
"aku besok dianter om pras gil. Kenapa? Mau ngnaterin? Hehehe" tanyanya bercanda
"ya kalo mau, aku bisa anter kamu" aku menanggapinya serius
"enggak gil, makasih. Biar besok dianter om pras dulu" jawabnya
"oohhhh yaudah nov, selamat istirahat ya. Biar besok gak kesiangan" ucapku berpamitan dari telpon
"yaaa gil, selamat malam buat kamu" pungkasnya
Penuh semangat novi menanti hari esok. Di mana hari pertamanya masuk kerja. Bersiap dengan dunia baru.
Dan setiap malam pun novi selalu dihantui bayang - bayang agil. Ada getaran di dalam hatinya.
Mentari tersenyum seraya menyinari bumi, menjadi saksi tumbuhnya benih cinta antara aku dan novi.
Kubuka mataku, dan kucari handphonku.
"gil, aku berangkat dulu" begitulah novi mengirimkan pesan terhadapku
"ya nov, maaf aku baru balas pesanmu. Semangat yaaa. Aku juga mau bersiap ke kampus" balasku
Tak biasanya dan baru kali ini novi mengirimkan pesan terlebih dulu terhadapku. Hatiku bersorak.
Kuambil handukku, lalu aku menuju kamar mandi. Sambil mandi pun aku bernyanyi lagu tentang cinta. Semesta pun memaklumi apa yang kulakukan dan kurasakan tentang ini.
"hmmmm yang lagi jatuh cinta, nyanyi terosssssss!!!!" ledek ibuku
"alaahhhh ibu ini, kayak gak pernah muda aja" jawabku girang
Ibuku hanya menggelengkan kepala
"bu, pulang nanti aku agak telat ya"
"mau kemana gil? Jalan sama novi?" tanya ibuku
"ahhh ibu ini, novi mulu. Gak lah, mau nongkrong aja sama temen kampus" "yaudah, aku berangkat dulu bu" pamitku
"makanannya gak dihabisin dulu gil?" ibuku mengikutiku keluar rumah
"gak bu, ntar telat" "assalamu'alaikum"
"walaikumsalam" jawab ibu
Keluar kelas, aku tidak melihat doni sedari tadi. Kemana anak itu?
"ehhh ada yang lihat doni gak?" aku bertanya kepada beberapa teman kelasku
"gak tahu, gak keliatan dari tadi. Mungkin ngurusin mapalanya" jawab seorang teman kelasku
"ohhh oke, thank's ya" aku menuju
Memesan kopi dan kucoba telpon doni. Saat itu doni tidak dapat dihubungi. Mungkin handphonnya mati.
"ahhh sialan, kemana anak ini? Susah banget dihubungi" gumamku sendiri
"kenapa mas kok ngedumel sendiri?" tanya ibu kantin sambil membereskan meja dan mengambil gelas kotor
__ADS_1
"ohhh ini bu, si doni gak bisa ditelpon" jawabku
"ohhh tadi ada, belum lama keluar sama pacarnya. Yaaa sekitar setengah jam yang lalu" jelasnya
Kunyalakan laptopku, sedikit kukerjakan tugas - tugas yang menumpuk. Terbesit terfikir tentnag novi. Kuambil handphone inginku menelponnya. Ahhh kuurungkan niatku, ini hari pertama dia kerja. Aku takut mengganggunya.
"pulang jam berapa nov? Bareng aja, kantormu sama kampusku gak jauh kok" kukirimkan pesan singkat
Lama tidak ada balasan. "sepertinya novi sedang sibuk"
Sementara aku asik dengan tugasku, doni pun datang.
"rajin amat bosss" ucap doni mengagetkan
"emangnya kamu gak niat kuliah, gak pernah masuk kelas" balasku
"biasa, ngurusin mapala" jawabnya cengengesan
"halaahhhhh, mapala mulu. Mana sela?"
"udah pulang" jawabnya
"aku keluar kantor jam 5 gil. Gak usah, nanti malah ngerepotin kamu" ternyata si novi membalas pesanku
"gak juga, kan kita searah pulangnya" rayuku
"gausah gil, aku juga udah telpon om untuk jemput aku"
"ohhh yaudah nov" balasku
"Chat sama siapa sih, senyam senyum mulu" doni bertanya kepadaku
"calon menantu ibuku" jawabku songong
"halahhhh, siapa sih? Lihat fotonya" pinta doni
"rahasia" "ngePES yok" ajakku
"berang - berang makan cokelat, berangkaaaaatttt!!!!!" balas doni dengan pantunnya
"kalo udah hilang capeknya, mandi dan shalat gil" ucap bapak
"ya pak" jawabku
Kutelpon ivan "halo van, sini ke rumah" pintaku
"hmmm yaaaa" jawabnya malas
Sambil menunggu ivan datang, kubuatkan kopi untuk kami berdua.
"woeee udah sampe aja" ternyata ivan sudah rebahan di sofaku
"nihhh spesial buat tuan muda ivan" imbuhku
"tumben seneng banget, ada apa?"
"tidak ada apa - apa"
"gimana dengan novi?" tanya nya
"nahhh pertanyaan ini yang aku tunggu" jawabku
"aku sudah semakin dekat dengannya"
"terus?" tanyanya lagi
"sepertinya dia juga suka denganku" jawabku percaya diri
"yaudah, tembak"
"nahh ini, gimana caranya?"
"ya tinggal bilang, mau gak jadi pacarku?" jawabnya sepele
__ADS_1
"semudah itu?" tanyaku lagi
"ya enggak juga, tunggu momen yang tepat, pake kalimat yang meluluhkan hatinya" ivan mengajariku
Ivan ini memang sering ganti - ganti cewek. Sudah tidak terhitung aku menemaninya bertemu dengan wanita yang berbeda - beda.
Urusan skil meluluhkan wanita, bisa dibilang dia tidak diragukan lagi.
"kalo kamu sudah benar - benar yakin dengan novi, nanti aku ajari caranya" ucap ivan
"siap bosssss. Mau tambah kopi lagi?" aku menawarkannya dengan bercanda
Pagi hari, hujan turun dengan manja. Gemricik air yang jatuh dari langit menciptakan nada yang indah. Membawaku berkhayal tentang gadis yang kuidamkan. Menjadikan genangan - genangan perasaan yang ingin mengalir keluar mengatakan rindu kepada cinta.
Aku melamun, memanjakan hati yang sedang merekah.
"nov, besok minggu bisa gak jalan?" kukirim pesan untuknya
"bisa gil, mau kemana?" novi pun membalas
"gak tau, jalan aja dulu" ucapku
"ya deh boleh. Tapi jangan sore ya. Kan besoknya aku kerja gil" pintanya
"oke siap, habis subuh aku jemput kamu hehe" candaku
"sembarangan... "
"jam 9 aku jemput kamu"
"baiklah" pungkasnya
Tak sabar aku menunggu hari, rindu hati ini dengannya.
"om, besok novi mau jalan sama agil" novi meminta izin ke om
"mau kemana? Sama agil melulu" tanya om pras
"jalan - jalan aja om"
"suka sama agil?" tanya om pras lagi
"gak tau ah om. Om mah jail, tanyanya itu terus" rengek novi
"ya kalo suka gak papa nov. Biasalah namanya juga anak muda. Lagian agil orangnya baik, ganteng pula" jelas om pras
"apa sih om? Orang dibilang enggak" jawab novi malu
"tante wulan sama rey kapan pulang sih om? Betah amat si rey tempat neneknya" novi menanyakan istri dan anak om pras.
"minggu juga, om jemput tante di bandara."
"sepupu tante wulan ada yang menikah, sekalian tante ke sana sama rey. Neneknya juga kangen katanya. Om gak bisa ikut karena pekerjaan om di sini gak bisa ditinggal" terang om pras
Malam pun berlalu.
"nov kujemput sekarang ya" aku menelponnya
"ya gil, aku sudah siap kok" jawabnya
"Assalamualaikum"
"walaikumsalam, masuk dulu gil" jawab novi yang sudah menunggu di teras rumah
"ya nov" "om,nek, mau izin ngajak novi jalan" aku meminta izin kepada om oras dan nenek
"yaaa, hati - hati ya nov" jawab nenek
"ya nek, novi berangkat dulu"
"Assalamualaikum" ucapku dan novi
"walaikumsalam" jawab om pras
__ADS_1
Di pagi dan suasana yang hangat itu kupacu motorku dengan perasaan senang. Kini novi sudah mulai berani berpegangan pinggulku. Bergetar jiwaku, bergejolak asmaraku.
Bagaimana tidak? Ini pertama kalinya semenjak aku hidup di dunia ini.