Permisi, Cinta!!!

Permisi, Cinta!!!
teh hangat


__ADS_3

"nov, minggu besok jalan yuk?" ucap yusuf mengajak novi jalan sambil menyantap makan siangnya


"emmm minggu? Sepertinya aku gak bisa deh suf" ucap novi menolak


"kenapa? Kamu ada janji sama temenmu itu?" tanya yusuf lagi memastikan apakah novi memiliki janji dengan agil.


"gak juga, aku hanya ingin beristirahat" jawab novi mengelak


Terlihat dari gerak gerik yusuf, sepertinya yusuf menyukai novi


"nov, nanti aku belum bisa jemput. Aku belum kuliah hari ini" aku mengirimkan pesan untuk novi


"ya gil, gak papa" balasnya


Dan novi pun meminta om pras untuk menjemput.


Dering telepon om pras berdering.


"ya nov, halo" om oras mengangkat telepon dari novi


"ya om, halo. Om nanti bisa jemput novi gak? Soalnya agil gak berangkat kuliah katanya, badannya masih kurang enak" ucap novi meminta kepada om pras


"ya nov, nanti om jemput sekalian ngajak rey main" jawab om pras


"makasih om" ucap novi sambil menutup teleponnya


"kenapa nov, temenmu gak bisa jemput ya?" tanya yusuf


"iya suf, dia sedang sakit gak enak badan" jawab novi


"ya sudah biar aku antar ya?" yusuf menawarkan sambil tersenyum girang. Karena dia fikir itu kesempatan untuk lebih dekat dengan novi


"makasih suf, gak usah. Aku di jemput om sambil mau nganterin anaknya main" novi menolak sambil menjelaskan tujuan om pras.


"oooo baiklah" jawab yusuf yang sedikit kecewa


Novi pun mengabariku.


"gil, aku nanti dijemput om pras, sekalian nganter rey main" novi mengirimkan pesan untukku


"ya nov" balasku singkat


Sore itu aku merasa badanku sudah baikan. seperti biasanya kegiatan di sore hari, aku menuju ke lapangan untuk berolahraga.


"ayo van" aku ke rumah ivan menghampirinya untuk ke lapangan


"ya, sebentar" jawab ivan


Setelah bermain bola aku pun bergegas pulang.


"van nanti malem keluar yuk?" aku mengajak ivan nongkrong


"kemana?" jawab ivan


"ya liat aja nanti, mau ngopi atau main PS boleh lah" ucapku


"ya sudah nanti kutunggu di rumah" jawab ivan


Kujemput ivan ke rumahnya


"van, ayok" aku memanggil ivan dari depan rumahnya


"yaaaa" ivan pun keluar rumah


"mau kemana?" tanya ivan


"PS aja yuk" jawabku

__ADS_1


Kami pun menuju rental PS dekat kampungku.


"mas budiiiiiiiiii, main mas, sama kopi 2 ya" aku memesan kepada penjaga rental PS


"dari mana aja bos kok baru nongol?" tanya budi selaku penjaga rental PS


"sibuk ngurusin cewek mas" sahut ivan


"gak mas, gak usah dengerin ivan. Sibuk ngurusin kuliah mas" jawabku


"wihhhh kemajuan nih" ucap mas budi


"iya mas, deket sama ponakan om pras yang baru datang waktu itu" imbuh ivan lagi


"cantik tuh mas, kalo gak mau biar aku aja bos yang deketin hahaha" ucap mas budi lagi


"jangan mas hehehe" ucapku


"tuh kan mas bener" timpal ivan lagi dan kami tertawa bersama


Malam itu kami asik bermain PS, tak terasa layar TV tiba - tiba mati. Kulihat jam sudah pukul 11 malam.


"mas kami pulang dulu" ucapku kepada mas budi yang sudah mengantuk


"siap bos, gak sampe pagi sekalian mas kaya biasanya?" tanya mas budi


"gak dulu mas, besok ada acara" jawabku


"siap bosssss" ucap mas budi lagi.


Aku pun membayar lalu pulang.


Sesampai di rumah kulihat handphone ku, ternyata ada beberapa pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab. Ternyata dari novi, dia mencariku.


"gil kamu di mana?" itu pasan terakhir novi yang kubaca


"maaf nov, aku baru pegang handphone. Aku tadi main PS dengan ivan" jawabku


Paginya ku kirim pesan lagi untuk novi.


"selamat pagi kekasihku, semangat bekerja ya" aku mengirimkan pesan untuknya


"iya, selamat pagi juga" balasnya sedikit jutek


"kamu marah nov?" balasku lagi bertanya


"aku tidak suka dengan caramu yang tanpa kabar gil. Apa lagi kamu baru sakit, aku mengkhawatirkanmu" jawabnya


"maaf ya nov. Nanti sore ku jemput" balasku lagi


"ya" balasnya singkat


Hari itu memang aku tidak kuliah, karena memang tidak ada kelas. Ku putar musik kesukaanku dan mengerjakan tugas - tugasku yang menumpuk.


Selain senang berolahraga, aku juga senang bermusik. Semasa SMA dulu aku dan teman - teman sekampungku pernah membentuk suatu band dan sering ikut serta festival musik di daerahku.


Hari menjelang sore, aku bersiap untuk menjemput novi.


"nov aku sudah di depan kantormu" aku mengirimkan pesan untuknya


"ya gil, sebentar lagi aku keluar" jawabnya


Aku menunggu novi sembari mengobrol dengan satpam kantor novi.


"jemput ya mas?" tanya satpam itu. Yang ku tau dari nama di baju kerjanya asep.


"iya pak asep" jawabku

__ADS_1


"sampean kerja di mana mas?" tanya pak asep


"saya masih kuliah pak, belum kerja" jawabku


"ooo masih kuliah to, iya mas bener kuliah dulu. Biar kalo kerja besok dapet posisi yang enak, gak seperti saya" ucap pak asep


"hehehe gak gitu juga pak, masalah kerjaan dan rezeki kan sudah ada yang atur pak, yang oenting bersyukur pak" jawabku


"hehehe bener mas" ucap pak asep lagi


Di tengah obrolanku dengan pak asep, kulihat novi keluar berbarengan dengan yusuf. Yusuf menatapku penuh dengan kesinisan.


"ayo gil" ucap novi


"yaaa, duluan pak asep" ucapku


"mari mas" aku juga menyapa yusuf


"ya" jawabnya singkat dengan nada ketus


Diperjalanan kutanyakan kepada novi.


"sinis amat tu orang, tengil gayanya" umpatku


"udah gak usah difikirin gil, biarin aja" ucap novi menenangkanku


"dia ganggu - ganggu kamu gak?" aku menanyakan tingkahnya kepada novi


"enggak gil, sudah jangan berfikir yang macam - macam" ucap novi


"kalo dia bikin ulah dengan kamu, bilang ya nov" ucapku


"iyaaaa sayang" jawab novi sambil melingkarkan tangannya di pinggulku


"pak asep, kalo anak itu jemput novi lagi, jangan boleh di sini ya. Suruh dia di seberang jalan atau menjauh dari sini" ucap yusuf sinis kepada pak asep


"baik pak" ucap pak asep


"besok weekend jalan yuk nov" aku mengajak novi


"mau kemana gil?" tanya novi


"nonton mau gak?" ucapku


"boleh, tapi kalo aku ada acara di rumah cancel gak papa ya?" ucap novi lagi


"siap tuan putrikuuuuuu" jawabku


"gak mampir dulu gil?" tanya novi setiba di rumahnya


"makasih nov, aku pulang saja" jawabku


"masuk dulu nak agil, nenek sudah buatin teh untuk kalian" ucap nenek dari teras rumah


"tuh, nenek yang minta" ucap novi


"ya nek" aku mengiyakan tawaran nenek


Aku pun memarkirkan motorku.


"duduk dulu sini" ucap nenek mempersilahkan aku dan novi


"ya nek, terima kasih" jawabku sambil duduk


"makasih ya nak agil, sudah mau repot - repot jemput novi" ucap nenek


"tidak apa - apa nek" jawabku tersenyum

__ADS_1


"silahkan di minum teh nya nak agil, nenek mau masuk dulu" ucap nenek menawarkan teh untuk kami


"iya nek, makasih" jawabku


__ADS_2