
Aku menuju rumah doni untuk menjemputnya.
Tok... Tok...
"Assalamualaikum, doni..... " aku mengetuk pintu rumah doni dan memanggilnya
"weitsss udah dateng, mau langsung apa masuk dulu?" jawabnya sambil membukakan pintu
"langsung aja lah, nyantai di kantin aja" jawabku
"ya sudah ayok, bentar aku ambil tas dulu" ucapnya lagi
Kami pun menuju kampus, dan langsung ke kantin tentunya.
"kopi dua bu" ucap doni memesan kopi kepada ibu kantin
Kulihat banyak anak - anak sekelasku juga yang di kantin, tak seperti biasanya.
"lagi pada kumpul nih? Tumben" ucapku
"iya gil, ada tugas. Dosennya gak masuk" jawab seseorang temanku yang bernama ajeng
"ohhh gitu, mana liat tugasnya!" ucapku
"nih" mereka memberikan laptopnya padaku
"gak dikumpulkan hari ini kan?" aku menanyakan tugas itu kapan dikumpulkan
"siapa bilang? Nanti dikumpulkan ke risa" ucap ajeng
"risa kemana?" ucap doni
"ada, dia lagi ada rapat komunitas katanya. Bentar lagi juga beres" jawab ajeng
Kami pun mengerjakan tugas yang diberikan tadi. Setelah beres lalu kami kumpulkan.
"tuh risa dateng" ucap doni
"kebetulan, nih risa tugasnya" ucapku
"udah pada ngerjain, yahhh kok aku ditinggal" ucap risa merengek manja
"salah sendiri kelamaan rapat" ucapku
"namanya juga rapat, ya agak lama dong" ucap risa
"yaudah, cabut yuk don" aku mengajak doni pergi
"kemana?" ucap doni
"biasalah, main PS"
Kami pun menunu rental PS saat itu.
"nov, ada janji makan siang sama temenmu itu?" ucap yusuf
"mmm... gak ada pak, kenapa?" jawab novi bertanya balik.
"makan bareng yuk?" yusuf menawarkan makan siang bersama
"boleh" novi menerima ajakan yusuf
"nov, kamu dekat ya dengan siapa namanya?" tanya yusuf
"agil, suf" jawab novi
"iya, agil. Kamu akrab ya dengan dia?" yusuf kembali menanyakan tentangku
"yaaa begitu lah suf, dia tetangga om ku" jawab novi sedikit menjelaskan
"kerja di mana?"
"dia belum bekerja, dia masih kuliah" terang novi
"oooo masih kuliah" ucap yusuf
__ADS_1
Novi hanya membalas dengan senyuman
"kak di mana?" pesan masuk ke handphone ku. Ternyata dari shela
"aku sedang main PS sama doni" jawabku
"di tempat kalian biasa main kan? Aku susul ya" shela mengirim pesan lagi untukku
"shela mau nyusul don, gimana?" aku bertanya kepada doni
"ya terserah, kalo dia mau ya gak papa" ucap doni
"ya udah sini aja shel" aku mengiyakan permintaan shela menyusul
Tidak berselang lama shela pun datang.
"hei kak" sapa shela
"heii shel, sendirian aja?" ucapku
"iya dong" balas shela
"emang kamu bisa main PS shel?" doni bertanya kepada shela
"gak bisa. Suntuk aja sendirian, mending nyusulin kalian" ucap shela
"mau nyoba gak? Nih kalo mau coba" aku menawarkan stik kepada shela
"gak ah kak, gak bisa" jawabnya
"lah kenapa kesini kalo gak mau main" ucap doni
"gak papa, biar ada temen aja" ucap shela
Hingga waktu menjelang sore, kami pun pulang.
"pulang yuk, udah sore nih" aku mengajak doni dan shela pulang.
"nongkrong dulu yuk gil" ucap doni
"iya kak, nyore dulu yuk ngopi di taman" ajak shela lagi menambahkan
"yaudah, kamu duluan aja gil. Biar nanti aku pulang bareng shela" ucap doni
"ya sudah aku duluan ya" aku berpamitan pulang duluan
"ya, hati - hati kak agil" shela sambil melambaikan tangan
Kubalas lagi dengan senyuman dan lambaian tangan.
Aku langsung menuju kantor novi.
"kak agil kok sekarang jarang banget nongkrong nyore kak? Kata kakak dia paling enak diajak nyore" shela bertanya kepada doni
"iya emang biasanya kami nyantai di sini selepas dari kampus dan PS. Tapi akhir - akhir ini kamu hampir gak pernah nongkrong lagi" jawab doni
"apa dia sudah punya pacar kak?" shela kembali bertanya
"kayaknya belum deh shel" jawab doni
"kenapa? Kamu takut dia punya pacar ya? Haha" imbuh doni meledek shela
"hehehe iya kak, gak tau ah" jawab shela
"pepet terus shel, jangan sampe lepas" ucap doni
Sesampainya di depan kantor novi, novi belum keluar kantor. Lalu satpam itu mendatangiku.
"temennya mbak novi ya mas?" tanya satoam itu kepadaku
"iya pak, apa novi sudah keluar?" aku bertanya kepada satpam itu
"belum kok mas, tapi sepertinya ada lembur" kata satpam itu
"ooo gitu ya pak? Makasih pak" ucapku
__ADS_1
Lalu kukirim pesan kepada novi.
"belum pulang nov? Aku sudah di depan kantormu" aku mengirimkan pesan untuk novi.
Tidak ada balasan.
Tiba - tiba handphone ku berdering, ternyata novi. Lalu ku angkat telponnya.
"halo nov"
"iya halo gil, maaf aku gak sempet ngabarin kamu. Aku pulang telat" ucap novi dalam telpon
"ooo iya nov gak papa" "ya sudah kamu lanjut dulu aja nov" imbuhku
"ya gil" lalu novi mematikan telpon.
"pak, di sini ada warung kopi gak ya pak?" aku menanyakan kepada satpam itu
"ooo ada mas, tidak jauh kok. Itu kelihatan tendanya" ucap bapak satpam itu sambil menunjukan warung kopi
"ooo iya pak makasih, motor saya di sini gak papa pak?" aku menitipkan motor kepada satpam itu. Karena warung kopinya tidak jauh kupilih jalan kaki saja.
"aman mas" jawab singkat bapak satpam itu
Aku menunggu novi sambil ngopi dan menikmati asap rokok. Jika bukan karena cinta, mungkin aku tidak mau untuk menunggu seperti ini. Tapi karena cinta, kujalani saja. Mungkin ini salah satu yang dinamakan pengorbanan cinta.
Tidak lama berselang, novi mengirimkan pesan untukku.
"ayok pulang sayang, aku sudah di depan" ucap novi dalam pesan itu.
Aku hanya tersenyum dan tanpa membalas aku menemuinya.
"maaf ya gil aku jadi membuatmu menunggu" ucap novi
"gak papa nov, demi kamu akan aku lakukan apapun itu hehehe" jawabku sambil mencolek hidungnya
"halahhh gombal" balasnya
"ya sudah, ayok kita pulang" ucapnya lagi
"ayooook" balasku sambil menghidupkan motorku
"silahkan tuan putriku" imbuhku sambil menepuk - nepuk jok belakang motorku
"baiklah pangeranku hahahaha" ucapnya dam kami tertawa bersama
Diperjalanan kami tak henti - hentinya bercanda ria, hingga akhirnya tiba di rumah om pras.
"mau langsung pulang?" tanya novi
"tidak, aku perlu mampir sebentar" ucapku
"ayo masuk" ucap novi lagi
"om, tante, maaf pulang telat. Tadi novi ada meeting sebentar katanya" ucapku kepada om pras dan tante wulan
"ooo ya gak papa, tante kira kalian langsung pacaran" ucap tante wulan
"apa lah tante ni, bikin malu aja" jawab novi cemberut manja
"kuliah gil?" tanya om pras
"iya om tadi ada kuliah, jadi sekalian pulang bareng novi" ucapku
"mana nih syukuran jadiannya nov? Hahaha" ledek tante wulan lagi, om pras hanya tersenyum
"hehehe" aku hanya bisa tertawa malu
"mulai deh tante ni" ucap novi
"ya sudah pulang sana gil, nanti ku telpon. Nanti diledekin tante terus nih" ucap novi menyuruhku pulang
"ehhh novi gak sopan sama pacarnya, masuk dulu gil" ucap tante wulan
"makasih tante, om. Saya langsung pulang saja, sudah malam" ucapku
__ADS_1
"Assalamualaikum" pamitku
"walaikumsalam" jawab novi, om pras, dan tante wulan