Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter10


__ADS_3

Rangga membawa Putri masuk keruangan nya, namun sebelumnya ia sempat mengunci pintu tersebut.'' Rangga kamu mau apa? kenapa pakai acara dikunci segala pintunya?'' ucap Putri heran


'' Kamu lupa? aku kan menyuruhmu untuk memakai legging, tapi kenapa kamu tidak memakainya? atau kamu sengaja gk mau pakai, agar kelihatan da*la*man kamu, begitu?'' ucap Rangga yang terdengar menyakitkan bagi Putri


'' Rangga, kamu itu sebenarnya ada masalah apa sih sama aku? kok kamu ketus gitu bicaranya? memangnya kamu gk sadar apa, kamu itu udah nyakitin perasaan aku dengan bicara seperti itu, lagi pula siapa juga yang mau dilihatin banyak orang, kalau kamu gk suka aku disini yaudah, aku pulang sekarang.'' ucap Putri yang langsung melangkah menuju pintu keluar, namu sebelum itu Rangga sudah menarik tangannya, membuat langkah gadis itu terhenti.


'' Jangan pergi, ku mohon aku minta maaf karna sudah berkata kasar sama kamu.'' ucapnya, membuat Putri menghela nafas panjang.


'' Dimana leggingnya?' tanya Putri, ia tak ingin kembali berdebat dengan pria itu, sejujurnya Putri tak ingin pulang saat ini, karna ia masih ingin bersama Rangga, namun ia juga merasa kesal pada kekasihnya tersebut karna bersikap seperti itu padanya.


'' Ada diruangan pribadiku.'' jawabnya yang langsung melangkah menuju kearah ruangan tersebut, disusul oleh Putri dibelakangnya.


'' Pilihlah ada dilemari itu.'' ucap Rangga yang mulai bersikap lembut. Putri mengangguk lalu melangkah menuju lemari tersebut. Gadis itu memutar kunci lemari, lalu membuka nya, seketika matanya melotot saat melihat isi dari lemari tersebut.


'' Rangga ini, kenapa bisa ada pakaian sebanyak ini? kapan kamu membelinya dan ini semua milik siapa?'' tanya Putri sambil memeriksa satu persatu isi lemari tersebut bahkan Putri lebih terkejut saat melihat gaun malam berbentuk lingerie.


'' Rangga jelaskan semua ini milik siapa?'' tanya Putri lagi.


'' Itu semua milik kamu, aku membelinya secara online,'' jelas Rangga membuat Putri menatap tak percaya pada tunangannya itu, Putri menutup kembali lemari tersebut dan melangkah mendekati Rangga yang saat itu sedang duduk disisi tempat tidur.

__ADS_1


'' Aku benar-benar gk nyangka, ternyata kamu sudah mempersiap semuanya.'' ucap Putri sambil duduk disamping Rangga, rasa kesal dihatinya sudah hilang saat melihat semua yang Rangga siapkan untuk nya.


'' Haruskah aku memakai nya sekarang?


'' Apa?'' tanya Rangga heran


'' Ini.'' ucapnya sambil memperlihatkan lingerie merah menyala yang terlihat sangat seksi, entah kapan Putri mengambilnya namun saat Rangga melihat itu membuatnya kesulitan untuk menekan salivanya


'' Kamu ternyata sangat nakal ya Ga, aku benar-benar gk nyangka, ternyata kamu sudah menyiapkan semua nya bahkan ini juga.'' ucap Putri sambil terus memperlihatkan baju kekurangan bahan itu pada Rangga, membuat wajah pemuda itu langsung merah bak kepiting rebus.


Sial, ini semua gara-gara si Rita untuk apa dia mengirim semua barang itu padaku


'' Jangan melakukan hal yang aneh-aneh, cepat pakai legging itu, aku akan keluar sekarang.'' ucap Rangga, namun Putri langsung menarik tangannya hingga Rangga kehilangan keseimbangannya dan terjatuh tepat menimpa tubuh Putri, bahkan wajah mereka hanya berjarak satu jengkal, Rangga yang tersadar langsung bangkit dari tubuh kekasihnya itu.


'' Kamu ini apa-apaan sih? jangan mancing-mancing deh, lama-lama kalau kamu seperti ini terus, jangan salah kan aku lalu aku berbuat khilaf padamu.'' ucap Rangga, sambil berdiri.


Kamu menolakku lagi? kita lihat kali ini kamu gk akan lagi bisa menolakku


Batin Putri, sebenarnya ia merasa tersinggung karna Rangga terus menolaknya, sungguh pikiran yang bodoh, padahal Rangga hanya tidak ingin merusak gadis nya itu, dengan cara menjaga jarak, padahal sebenarnya Rangga sangat tidak tahan ingin segera melakukannya. Rangga mulai melangkah kan kakinya menuju pintu, namun saat, pemuda itu hendak memutar kenop pintu, Putri langsung melangkah menuju kearahnya dan langsung menubruk tubuh Rangga, membuat pemuda itu terkejut dan membalikan badannya.

__ADS_1


'' Putri.'' ucapnya, saat pemuda itu hendak kembali bicara gadis itu langsung membungkam bibir nya dengan ci*uman, Rangga sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Putri padanya, sedangkan Putri yang merasa tak ada balasan dari Rangga, membuat gadis itu melepaskan ci*uman nya, namun siapa sangka, Rangga malah menahan tengkuknya dan kembali menyatukan bibir mereka, menye*sap*nya, mel*um*at, dan menye*dotnya. Rangga melepaskan ci*uman mereka, saat ia merasa mereka mulai kehabisan nafas.


'' Kenapa kamu lakukan ini hem?'' tanya Rangga sambil menyatukan kening mereka.


'' Aku hanya kangen sama kamu Rangga, aku kangen.'' ucapnya pelan, ia menatap kembali wajah kekasih hatinya itu, lalu kembali menyatukan bibir mereka, Rangga tak lagi menolak, justru kini pemuda itulah yang lebih dominan, perlahan tangan Rangga mulai bergerilya kepunggung gadis itu, membuka resleting dress yang digunakan oleh Putri hingga pakaian tersebut lolos ditubuhnya begitu saja, dan hanya menyisakan kaca mata jumbo dan CD saja,


'' Apa kamu menginginkan kita melakukan nya?'' tanya Rangga sambil menatap kekasihnya dengan penuh damba


'' Rangga aku--,,'' belum lagi Putri menjawab, Rangka langsung kembali membungkam nya dengan ci*uman, sambil menggiring tubuh Putri menuju tempat tidur. Rangga membuka kemeja yang ia gunakan, lalu melemparnya kesembarang arah, dan kembali mengukung tubuh kekasihnya itu.


'' Kamu tau? aku sudah menahan ini sejak lama, tapi kamu selalu saja memancingnya dan ini adalah puncak kesabaranku.'' ucapnya yang langsung kembali menyerang Putri dengan ci*umannya, Rangga menelusup kan tangannya dipunggung Putri lalu melepas pengait kaca mata jumbo yang digunakan oleh kekasihnya itu, hingga terlepas, perlahan Rangga mulai menyingkirkan kaca mata berbahan kain tersebut, hingga terlihatlah dua penampakan yang sangat indah dan mengagumkan dimata pemuda itu, dengan pucuk gunung berwarna pink dengan lingkaran yang juga berwarna pink, membuat bahkan sangkin indahnya membuat pemuda itu lupa berkedip.


'' Rangga,'' panggil Putri dengan pandangan sayu, melihat tatapan itu Rangga sangat paham, tanpa membuang waktu pemuda itu pun langsung melahap dua gunung tersebut secara bergantian, me*ngh*is*ap, men*jil*atnya seperti eskrim, bahkan menggigit nya karna gemas.


'' Ah ouh, Rangga,'' des*ahnya sambil menekan kepala pemuda itu agar lebih dalam me*ngh*isap pucuk da*da miliknya tersebut. Ciu*man Rangga mulai menjalan kebawah, seluruh tubuh Putri tak luput dari kecupan dan ji*la*tan pemuda itu.


Next


jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca😊

__ADS_1


__ADS_2