
Keesokan harinya Putri sudah diijinkan pulang oleh dokter, namun ia masih harus istirahat dirumah. Sedangkan Rangga yang masih berada disekolah selalu tidak fokus dalam pelajaran, karna terus memikirkan sikap Putri padanya yang seolah menjauhinya, bahkan sejak kemarin chat darinya sama sekali tak dibalas oleh Putri.
'' Rangga, loe kenapa sejak tadi melamun terus?'' tanya Niko
'' Gk apa-apa, Nik, gue cabut dulu ya, jangan bilang bonyok loe ya?! awas kalau bilang.'' ancam Rangga, yang langsung pergi begitu saja sambil membawa tas miliknya lalu keluar dari kelas, untung saat itu tidak ada guru yang melihat nya jika tidak, sudah dipastikan anak itu akan kena hukuman.
'' Sebenarnya ada apa sih? kenapa sikapnya hari ini aneh sekali.'' gumam Niko
Sedangkan dirumah kediaman Putri, terlihat gadis remaja itu sedang duduk disofa yang ada di jendela kamarnya, ia menatap jalanan yang banyak dilewati oleh motor dan juga mobil pribadi. Putri menghela nafas saat kembali teringat kata-katanya kepada Rangga kemarin saat dirumah sakit.
'' Rangga aku tidak yakin kalau aku bisa tanpamu, tapi aku akan berusaha mencobanya.'' gumam Putri, lalu bangkit dari duduknya, dan melangkah menuju tempat tidur.
Sedangkan dibawah terlihat Rangga baru saja sampai dirumah gadis itu.'' Loh den Rangga ternyata, Aden mau ketemu non Putri?'' tanya bik Asih
'' Iya, dia adakan dirumah kan bik?'' tanya Rangga
'' Duh maaf den, non Putri sedang tidak ada dirumah, tadi pergi bersama tuan dan nyonya.'' ucap bik Asih
'' Loh pergi kemana bik? bukannya Putri masih sakit ya?'' tanya Rangga heran
'' Wah kalau itu bibik gk tau den.'' jawabnya
'' Oh gitu ya bik, makasih ya?'' ucap Rangga yang diangguki oleh bik Asih
Duuh maafin bibik den Rangga, bibik terpaksa bohong, karna non Putri yang minta.
Batin bik Asih
Sementara dari atas kamarnya Putri melihat Rangga yang pergi dengan mengendarai motornya.'' Maafkan aku Rangga, aku gk bisa ketemu sama kamu sekarang.'' gumamnya sambil meneteskan air mata
Sementara dilampu merah, Rangga tak sengaja melihat Alex sedang mengendarai mobilnya, melewati jalan perumahan menuju kediaman kekasihnya.'' Alex, dia mau kemana? apa kerumah Putri?'' gumam Rangga, merasa penasaran Rangga pun putar arah, untuk mengikuti Alex, menuju perumahan Resident dimana Putri tinggal, karna ia yakin pasti laki-laki itu hendak kerumah kekasihnya Putri.
Terlihat Alex masuk kehalaman rumah setelah dibukakan pintu oleh satpam tersebut. Dari kejauhan Rangga melihat Alex masuk, membuat Rangga menduga-duga.
'' Bukannya Putri tidak ada dirumah, lalu sedang apa dia?'' gumam Rangga, merasa penasaran Rangga pun menjalankan motornya menuju gerbang, pemuda itu akan bertanya pada satpam tersebut
'' Pak Ujang.'' panggil Rangga kepada satpam tersebut.
__ADS_1
'' Eh den Rangga, ada apa balik lagi den?'' tanya pak Ujang
'' Enggak, saya cuma mau tanya, itu Alex ngapain datang kerumah? mau bertemu siapa dia?'' selidik Rangga
'' Katanya mau ketemu non Putri den, mau jenguk sih kayak nya.'' jelas nya
'' Jenguk? bukannya Putri sedang pergi bersama Tante Ambar dan om Burhan ya pak?'' tanya Rangga lagi
'' Tuan dan nyonya memang sedang pergi den, dan sore baru pulang, sedangkan non Putri tidak ikut, kan lagi sakit.'' jelas nya lagi
'' Apa pak Ujang yakin?
'' Yakin den, bapak lihat sendiri kalau non Putri tidak ikut tadi pagi.'' jawabnya
Apa itu artinya bik Asih berbohong padaku? dan itu atas perintah Putri
Batin Rangga kesal
'' Pak saya mau masuk dulu, ada yang ketinggalan soalnya.'' ucap Rangga yang langsung masuk kedalam halaman rumah bersama motor miliknya.
Setelah memarkirkan motornya Rangga masuk kedalam rumah karna memang pintu rumah tersebut tidak tertutup dengan rapat. Bik Asih yang saat itu terlihat sedang melangkah menuju dapur terkejut saat melihat Rangga yang sudah berada didalam rumah.
'' Dimana mereka bik?'' tanya Rangga dengan pandangan datar.
'' Dikamar non Putri den.'' jawab bik Asih yang tak lagi berbohong pada Rangga,
'' Apa? dikamar?'' Rangga yang mendengar itu langsung menuju lantai dua, dimana kamar Putri berada.
Berani-beraninya dia membawa masuk laki-laki lain kedalam kamarnya, awas saja kamu Putri akan ku beri hukuman padamu setelah ini
Batin Rangga geram, setelah naik kelantai dua Rangga melangkah menuju kamar milik Putri, dari jauh Rangga bisa mendengar suara percakapan keduanya, karna memang pintu kamar tersebut terbuka dengan lebar, meskipun begitu, Rangga tetap aja merasa marah, karna Putri tidak mau bertemu dengannya, dengan alasan yang tidak jelas.
Tok-tok-tok
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu yang memang sudah terbuka,'' Masuk aja bi-k,,, Putri yang mengira jika itu adalah bik Asih, langsung hendak menyuruhnya masuk namun ternyata itu adalah Rangga, orang yang tak ingin ia temui saat ini.
'' Rangga kamu--,,
__ADS_1
'' Aku balik lagi karna masih ada urusan yang belum kita selesaikan.'' jawabnya sebelum gadis itu memberikan pertanyaan padanya.
Sementara Alex merasa jika keduanya sedang ada masalah, namun ia juga tak ingin ikut campur dan memilih pamit pada Putri
'' Sepertinya aku harus pergi dulu Put, lain kali aku balik lagi, ok, semoga cepat sembuh ya?'' ucapnya sambil mengacak gemas, rambut gadis itu didepan Rangga, membuat Rangga mengepalkan tangannya
'' I-iya Lex,'' jawabn Putri merasa gugup karna Rangga terus melihat kearahnya. Setelah kepergian Alex Rangga melangkah kearah pintu dan langsung menutupnya, membuat Putri menatap Rangga dengan penuh kewaspadaan.
'' Kenapa pintunya ditutup Ga?'' tanya Putri sambil menelan ludahnya berkali-kali, ia sangat takut dengan pandangan Rangga saat ini, pandangan yang sangat tajam, seolah ingin menusuk kejantungnya.
'' Katakan! apa maksud kamu menyuruh bik Asih untuk mengatakan padaku jika kamu sedang tidak ada dirumah?'' tanya Rangga sambil melangkah mendekat kearah Putri.
'' A-aku, bukan kah sebelumnya sudah aku katakan padamu, jika aku mau kita tidak bertemu untuk saat ini Rangga, dan sebaiknya, mulai sekarang kamu tidak usah lagi datang kerumahku.'' ucap Putri
'' Kenapa? apa karna kau sudah bosan padaku? atau karna ada Alex sekarang ? makanya kau ingin mengakhiri hubungan kita, iya? ooh, atau mungkin sekarang kau sudah mulai mencintai laki-laki itu kan? jawab aku Putri! teriak Rangga
'' Itu tidak benar, Alex sama sekali gk ada hubungannya dengan semua ini,'' jawab Putri
'' Lalu apa Put? jangan buat aku bingung seperti ini, semenjak kejadian tempo hari kamu mulai berubah kamu mulai menjauhiku kenapa? apa salahku?
'' Kamu gk salah Rangga, aku yang salah, aku, bukan kamu! sudahlah sebaiknya kamu pulang!'' usir Putri
'' Kamu ngusir aku Put? apa kamu yakin, ingin aku pergi dari hidupmu? dan kau pikir aku akan membiarkan itu semua terjadi, setelah kamu berhasil menaklukkan hatiku, dengan mudahnya kamu bilang, kamu ingin aku menjauh dari mu? begitu??'' ucap Rangga, membuat tangis Putri seketika pecah, namun ia tak ingin Rangga melihat nya, Putri memilih menatap jendela kamarnya dan membelakangi tubuh Rangga, namun pemuda itu malah menarik tangan nya kasar.
'' Lihat aku Putri! dan katakan kalau kamu ingin aku menjauh? katakan kalau kamu ingin aku pergi dari hidupmu, katakan!'' teriak Rangga
Putri tidak menjawab, gadis itu hanya menggeleng sambil terus menangis, sejujurnya ia tak ingin pemuda itu pergi darinya, Putri terlalu mencintai Rangga.
Rangga membingkai wajah Putri dengan kedua tangannya agar menatap wajah pemuda itu.'' Putri dengarkan aku! aku sudah meminta ijin pada kedua orangtuamu, untuk menikahimu secepatnya.'' ucap Rangga
'' Apa? menikah?'' tanya Putri yang masih tak percaya
'' Iya, menikah, dan rencananya minggu besok kita akan menikah dirumah kamu.'' jelasnya lagi
A-apa Minggu besok?'' ulangnya yang diangguki oleh Rangga, namun entah karna merasa sangat bahagia atau karna daya tahan tubuhnya yang masih belum stabil tiba-tiba Putri pingsan.
'' Putri, Putri kamu kenapa??
__ADS_1
Next