Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 6


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa, Putri sedang mengendarai mobilnya menuju sekolah Nusa Bangsa, tempat dimana saat ini dirinya menimba ilmu, sebenarnya tadi pagi Rangga menghubunginya dan meminta mereka untuk pergi kesekolah bersama, namun Putri menolaknya, gadis itu masih kesal dengan kekasihnya itu, karna hukuman yang diberikan Rangga padanya tadi malam, tak seperti hukuman yang diharapkan oleh nya.


'' Rangga bener-bener nyebelin, masa aku disuruh nemani dia begadang semalaman sih, udah gitu aku nya dicuekin lagi, sampai ketiduran lagi, benar-benar ngeselin.'' gerutunya


Sementara disekolah Rangga sudah menunggu Putri didalam kelasnya, Rangga sedikit merasa bersalah atas sikapnya tadi malam yang sedikit keterlaluan, Rangga yang ber pikir kekasihnya itu sudah sampai disekolah, ternyata masih dijalan karna terjebak macet jadi membuatnya sedikit terlambat datang.


'' Rangga kamu disini?'' tanya Ayumi saat melihat pemuda itu duduk dengan santainya dikursi miliknya


'' Iya, aku lagi nunggu Putri, kamu ada lihat dia diluar gak?'' ucap Rangga, namun mampu membuat perasan gadis itu sedikit tercubit


'' Gk, aku gk lihat Ga, mungkin dia belum datang kali.'' jawabnya sambil menduduki kursi milik Putri, dan tentu membuat jarak mereka semangkin dekat. Rangga terlihat biasa saja, namun berbeda dengan Ayumi yang merasa nervous karna berdekatan dengan pemuda itu.


Sedangkan diparkiran terlihat Putri baru saja keluar dari mobil miliknya.'' Untung saja gk terlambat.'' gumamnya, lalu segera melangkah menuju sekolah. Putri sempat melirik kearah parkiran motor, ia melihat motor milik Rangga sudah terparkir disana


Jadi dia sudah sampai


Batinnya


Putri melangkahkan kakinya menuju kelas, saat dirinya sudah berada didepan pintu, Putri sedikit terkejut saat melihat Rangga sedang bersama dengan Ayumi, namun ia mencoba bersikap biasa, dan tetap masuk kedalam ruangan kelas, membuat aroma parfum milik Putri menyeruak diindra penciuman keduanya, sangat harum dan juga lembut, Rangga pun langsung menoleh kearah pintu, pemuda itu langsung tersenyum saat melihat gadis yang dicintainya itu melangkah menuju kearahnya.


'' Baru sampai?'' tanya Rangga sambil tersenyum pada kekasihnya itu.


'' Emang kamu lihatnya gimana? lagian kalau aku belum sampai pasti aku gk akan lihat keseruan kalian dong saat ngobrol tadi.'' ucap Putri sengaja menyindir Rangga

__ADS_1


'' Kamu cemburu ya Put?'' sambung Ayumi sambil menatap gadis itu


'' Buat apa? lagian gue yakin kalau Rangga itu cintanya cuma sama aku, jadi hanya buang-buang waktu doang kalau cemburu sama loe.'' ucap Putri sombong.


'' Putri jangan seperti itu bicara nya.'' ucap Rangga merasa tak enak pada Ayumi, pemuda itu sempat melirik kearah Ayumi yang terlihat menundukan wajahnya


'' Ay kamu gpp kan?'' tanya Rangga, membuat Ayumi langsung mengangkat wajahnya.'' Aku gk apa-apa kok Rangga.' jawabnya sambil memaksakan senyum


'' Tunggu-tunggu! tadi kamu sebut apa sama dia Ga? Ay?'' ulang nya memastikan.


'' Iya itu panggilan kecil aku ke dia.'' jawab Rangga jujur, dan itu membuat hati Putri semangkin memanas, namun sebisa mungkin ia bersikap biasa, sementara Ayumi terlihat tersenyum pada Rangga


'' Panggilan kecil ya?'' ulang Putri sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


'' Bukan panggilan sayang??'' sambung nya lagi, sambil menatap sinis pada Rangga


'' Ayo ikut aku sebentar! aku ingin bicara denganmu.'' ucap Rangga sambil menggandeng tangan Putri menuju luar kelas, sementara Ayumi hanya bisa menghela nafas panjang, apa lagi Rangga pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun padanya, dan rasanya cukup menyesakan dada.


'' Lepasin Ga, memangnya kamu mau bicara apa sih?'' ucap Putri sambil menarik tangannya dari genggaman Rangga, namun pemuda itu kembali meraih jari-jemari itu.


'' Kamu masih marah sama aku? aku minta maaf ya?'' ucapnya, sebenarnya Rangga malam itu sedang memeriksa ulang hasil laporan keuangan cafe, namun ia ingin kekasihnya itu menemaninya saat itu, egois memang, tapi jika ada Putri itu menjadi penyemangat tersendiri baginya.


'' Sudahlah lupain saja, aku hanya lapar.'' jawabnya asal membuat Rangga langsung tertawa

__ADS_1


'' Apaan sih pakai acara ketawa segala, emang dimananya yang lucu?'' ucapnya kesal


'' Gk ada yang lucu kok, Yaudah yuk biar aku temani makan dikantin.'' jawab Rangga sambil mengajak Putri menuju kantin sekolah, dari kejauhan ternyata Ayumi memperhatikan keduanya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Saat ini keduanya sudah berada dikantin sekolah.'' Makan yang banyak ya, biar cepat besar.'' ucap Rangga saat melihat Putri makan dengan lahapnya.


'' Kamu tenang aja, biarpun badanku pendek, tapi aku masih sangat sanggup muasin kamu diatas ranjang Ga.'' jawabnya tanpa dosa lalu kembali menyuap makanannya ke dalam mulut sementara Rangga yang mendengar ucapan kekasihnya itu terlihat sibuk memperhatikan sekitar takut kalau-kalau ada yang mendengar ucapan kekasihnya itu, jika sampai ada yang mendengarnya, maka sudah dipastikan akan menjadi bahan perbincangan seantero sekolah.


'' Kamu benar-benar ya, bahasanya gk tau tempat, gimana kalau ada yang dengar coba?'' ucap Rangga sambil geleng-geleng kepala, namun Putri seolah tak terlalu perduli dengan ucapan kekasihnya itu


*


*


*


Ditempat lain, terlihat Wulan sedang berada dikediaman Haikal dan juga Sarita, rumah kedua orangtua Rangga


'' Mba kok kalian biarin sih, Rangga bertunangan? dia kan masih delapan belas tahun, masih labil, memangnya kalian gk mau melihat nya jadi orang sukses atau setidaknya meneruskan usaha kalian gitu?'' ucap Wulan mencoba membuat kedua orangtua Rangga berpikir ulang untuk pernikahan Rangga


'' Percuma Lan, si Rangga itu anaknya terlalu keras kepala, apa lagi jika sudah kemauannya, kami tidak bis melarangnya.'' jawab Sarita ibu nya Rangga.


'' Ya tapi kan mba orangtuanya, masa sih Rangga gk mau menurut dengan kalian?'' sambungnya lagi, Haikal membuka kaca mata bacanya, lelaki paruh baya yang sejak tadi sedang membaca koran itu, tiba-tiba menghentikan kegiatannya karna mendengar ucapan Wulan.

__ADS_1


'' Wulan, kamu kan tau jika kami bukan lah orangtua yang memaksakan kehendak kami pada anak, selagi itu bisa membuatnya bahagia, maka kami sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya.'' sambung Haikal, Wulan yang mendengar hanya bisa menggerutu dalam hati. Dulu Wulan memiliki sifat yang baik, namun semenjak suaminya berselingkuh dan sering menyakitinya, Wulan menjadi wanita yang kejam, dan egois, rasa sakit hati yang ia rasakan tak boleh terjadi pada anaknya juga, jadi maka dari itu, ia akan melakukan apa saja agar putrinya Ayumi bisa mendapatkan cinta nya.


Next


__ADS_2