Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 25


__ADS_3

Masih dimalam yang sama, terlihat saat ini Putri sedang melangkah menuju ruangan Rangga suaminya. Tanpa mengetuk pintu Putri langsung membuka pintu tersebut, membuat pemuda yang ada didalam sana mengumpat kesal.


'' Ada apa lagi, bukan kah sudah gue bilang sama kalian semua, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu, bisakan?!!" teriak Rangga, membuat Putri seketika tersentak kaget, sambil memegangi dadanya


'' Maaf Rangga, aku gk tau jika peraturan itu juga berlaku untukku.'' ucap Putri, sambil kembali menutup pintu ruangan tersebut, sementara Rangga yang saat itu memang tidak melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya, langsung terkejut saat tau jika itu adalah istrinya sendiri.


'' Oh, shiitt.'' umpat nya sambil bangkit dari duduknya untuk mengejar Putri yang sudah keluar dari ruangannya tersebut.


Putri berlari keluar dari cafe tersebut, bahkan panggilan Niko tidak dipedulikannya.'' Ada apa dengan Putri? kenapa dia menangis?'' ucapnya, Ayumi yang mendengar hanya mengangkat bahu tanda ia juga tak tahu. Tak lama terlihat Rangga berlari dari ruangannya menuju pintu utama cafe,


Apa mereka bertengkar lagi?


Batin Niko


'' Mereka kenapa Ko? apa jangan-jangan bertengkar ya? tapi kan Putri baru masuk, masa iya bertengkar.'' ucap Ayumi, membuat Niko juga berpikiran yang sama


Sedangkan diparkiran Putri langsung masuk kedalam mobilnya, wanita remaja itu terlihat menangis.'' Rangga Kenapa sih? kok dia gitu sama aku, salahku apa coba? aku kan cuma kangen sama dia, tapi dianya kayak gitu, benar-benar jahat.'' gumamnya, Putri pun langsung menstater mobil miliknya, rasanya ia ingin cepat-cepat pulang sekarang, namun belum lagi menjalankan mobil tersebut, tiba-tiba Rangga mengetuk kaca jendela mobilnya.


Tok-tok-tok


'' Putri, sayang, buka pintunya aku mu bicara!" teriak Rangga. Putri menghela nafas dalam, ingin rasanya ia pergi saja dari tempat itu sekarang, namun bagai mana pun sekarang ia dan Rangka sudah menikah, dan Putri meras ia tidak boleh lagi bersikap seperti masih pacaran dulu, setidaknya ia harus mendengar alasan dari suaminya itu


'' Kay, buka dong pintunya!" teriak Rangga dari luar, sambil terus menggedor-gedor pintu mobil tersebut.


Klik


Terdengar suara pintu mobil terbuka, Rangga pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, pemuda itu langsung membuka pintu mobil tersebut dan langsung masuk kedalamnya.'' Putri kamu salah paham.'' ucapnya membuat gadis itu menatap kearahnya.


Rangga masuk kedalam mobil Putri lalu menutup kembali pintu mobil tersebut.'' Putri aku minta maaf dengan ucapanku tadi, sungguh sama sekali aku gk bermaksud berkata seperti itu padamu.'' ucap Rangga sambil meraih tangan istrinya itu


'' Rangga, sebenarnya kamu kenapa sih?'' tanya Putri sambil menatap kearah suaminya tersebut

__ADS_1


'' Apa nya yang kenapa?!" tanya Rangga balik


'' Sebenarnya apa yang terjadi? apa kamu ada masalah di cafe?'' tanya Putri


Rangga menggeleng sebagai jawaban,'' Gk ada masalah apa-apa di cafe, kamu jangan khawatir, aku tadi hanya sedikit lelah saja.'' ucapnya berbohong


Maaf Putri, aku udah gk jujur Sama kamu, itu karna aku hanya tidak ingin membuatmu ikut kepikiran, biarlah cukup aku saja yang menanggung semuanya


Batin Rangga


Namun Putri tentu tidak percaya begitu saja pada Rangga, remaja cantik itu merasa jika suaminya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


'' Ok, sekarang turunlah!" ucap Putri tanpa menatap kearah Rangga.


'' Kamu mau kemana? biar aku yang antar ini sudah malam.'' ucap Rangga


' Aku mau pulang, sebaiknya kamu masuk aja kedalam cafe, biar aku pulang sendiri aja.'' ucap Putri sambil memakai seatbelt miliknya.


'' Sayang cepat geser duduknya, biar aku yang nyetir.'' ucap Rangga tiba-tiba, tanpa Putri sadari pemuda itu sudah berada disampingnya, bahkan sudah membuka pintu mobil tersebut. Tanpa berkata apapun Putri menggeser duduknya, dikursi penumpang yang ada disebelahnya, namun dalam hatinya, Putri tersenyum senang, karna ternyata Rangga sangat tau apa yang ia mau.


'' Kita mau kemana Ga?'' tanya Putri saat mereka melewati jalan yang berlawanan arah dengan jalan menuju tempat tinggal mereka


'' Pantai.'' jawabnya singkat, Putri tak lagi bertanya, hingga sampai akhirnya mereka sampai dipinggir pantai yang tak jauh dari pusat kota.


Rangga memarkirkan mobil tepat dibibir pantai, lalu mereka pun langsung turun dari mobil.


'' Rasanya sudah lama kita tidak pergi kepantai.'' ucap Rangga, sambil menatap lautan luas yang ada didepan matanya, walaupun tak ada lampu disana, namun pantai itu sangat terlihat jelas karna diterangi oleh bulan dan juga bintang diatas langit, dengan bulan sabit yang sangat indah.


'' Rangga benar kamu gk ada masalah?'' tanya Putri lagi, sambil menatap wajah Rangga, walaupun tidak bisa melihat wajah suaminya itu dengan jelas karna cahaya yang minim, namun ia tau jika saat ini Rangga sedang tidak baik-baik saja.


'' Ga bicaralah! bukankah aku adalah istrimu? aku ada, bukan hanya disaat kamu senang, namun aku ada disaat kamu juga sedang ada masalah , jadi tolong berbagilah denganku, aku akan merasa sangat dihargai jika kamu mau membagi keluh kesahmu denganku Rangga.'' ucap Putri, mendengar ucapan sang istri membuat Rangga terharu, pemuda itu pun langsung membawa Putri kedalam pelukannya.

__ADS_1


'' Aku tidak apa-apa sayang, kamu jangan khawatir.'' ucap Rangga yang masih tak ingin membuat istrinya itu khawatir.


Kalau kamu gk mau memberitahukannya padaku, maka aku akan mencari tahunya sendiri.


Batin Putri


*


*


*


Keesokan harinya seperti biasa, Rangga dan Putri berangkat sekolah bersama, namun kali ini mereka menggunakan motor, karena tak memungkinkan kan bagi keduanya untuk menggunakan mobil, dijam seperti ini, pasti jalanan sangat macet, dan mereka tak ingin mengambil resiko karena sudah pasti akan terlambat nantinya.


'' Rangga cepetan dong, nanti kita terlambat loh.'' ucap Putri saat merasakan motor yang ia tumpangi sedikit melambat


'' Ya ampun sayang, memang kamu gk lihat tuh didepan lampu merah? kan gk mungkin aku nerobos, yang ada kita kenal tilang, udah kamunya gk mau pakai helm lagi.'' ucap Rangga kesal, saat istrinya tidak mau menurutinya agar memakai helm untuk melindungi dirinya


'' Nanti kalau rambut aku rusak gimana? lagi pula gk bakal kena tilang sayang, udah deh gk usah lebay.'' ucap Putri, Rangga hanya bisa menggelengkan kepala melihat betapa keras kepalanya istrinya itu.


Karna dipagi hari dan dijam kerja, maka semangkin banyak kendaraan yang berhenti di lampu merah, bahkan anak dari sekolah lain juga terlihat disana, motor Rangga di tempat duduk bagian belakang memang sedikit tinggi, hingga membuat duduk Putri sedikit menungging,dan otomatis membuat rok yang ia gunakan semangkin naik keatas, membuat paha putih miliknya terekspos kemana-mana membuat beberapa mata lelaki memandang kearah nya. Tanpa sengaja Rangga menyentuh paha Putri, pemuda itu semangkin mengusap keatas membuat Putri langsung merinding.


Apa dia gk memakai legging


Batin Rangga, lalu ia pun baru menyadari jika banyak pasang mata yang menatap kearah mereka tepatnya kearah istrinya Putri


'' Shiiiittt...!!! umpat Rangga, sambil melepaskan tangan Putri yang saat itu sedang memeluknya.


'' Rangga kenapa sih?'' tanya Putri saat melihat suaminya itu berdiri, lalu melepas jaket yang ia gunakan.


'' Kamu itu yang kenapa, udah dibilangin juga kalau sekolah itu pakai legging, jangan kayak gini, lihat ini paha kamu kelihatan kemana-mana, aku gk mu ya milik aku dinikmati oleh orang lain.'' ucap Rangga sambil menaruh jaket tersebut diatas paha sang istri, untuk menutupi nya, namun bukannya marah atau kesal, justru terlihat gadis itu tersenyum menanggapi ucapan suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2