Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 26


__ADS_3

Bel jam istirahat telah berbunyi, saat ini tujuan Putri adalah bertemu dengan Niko, Putri melangkah menuju ruang kelas Niko, berharap pemuda itu masih ada diruang kelasnya. Sebenarnya Niko dan Rangga belajar didalam kelas yang sama, namun saat ini yang ingin ia temui adalah sepupu dari suaminya itu, Putri ingin mencari tahu tentang perubahan Rangga belakangan ini yang terlihat lebih sering melamun, namun setiap ditanya oleh Putri Rangga pasti mengatakan jika tidak ada masalah apapun, bahkan saat didesak oleh Putri sekalipun Rangga mengatakan tak ada masalah, maka dari itu Putri ingin mencaritahukannya sendiri lewat Niko.


Putri berdiri didepan pintu ruang kelas, sambil menunggu Niko keluar.'' Putri kamu disini?'' tanya pemuda itu


'' Iya, sengaja nungguin loe.'' jawabnya, membuat Niko salah tingkah


Bolehkan aku berharap sekarang?


Batinnya, namun secepat kilat pemuda itu langsung menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran jahat tersebut


''Niko apa loe mendengar apa yang gue omongin barusan?'' tanya gadis itu sambil menatap pada Niko yang terlihat melamun.


'' Kamu mau bicara apa memangnya Put?'' tanya Niko


'' Gimana kalau kita ngobrolnya sama Rangga aja? biar enakan,'' ucap Niko yang merasa tak enak hati jika hanya bicara berdua saja dengan Putri, walau pun didalam hatinya ia sangat senang, namun tetap saja, itu tidak pantas, apa lagi dia adalah sepupu dari Rangga.


'' Gk usah Ko, gue perlunya sama loe, udah mending kita ngobrolnya didalam kelas saja, cuma bentar aja kok.


'' Yasudah yuk masuk!" ajak Niko yang diangguki oleh Putri.


'' Sebenarnya ada apa Put? sepertinya serius banget?'' tanya Niko sambil duduk disalah satu kursi


'' Ko, gue mau tanya, sebenarnya ada masalah apa sih sama Rangga? beberapa hari ini gue lihat dia sering melamun? setiap gue tanya, jawabnya gk ada masalah, tapi gue sering banget lihat dia melamun seperti orang yang banyak masalah gitu.'' jelas Putri


Jadi Rangga belum menceritakannya pada Putri? gimana ini, apa sebaiknya aku ceritakan saja sama Putri? tapi bagai mana kalau Rangga tau dan marah, mungkin Rangga memang sengaja tak ingin menceritakan semuanya ini pada Putri, karna tak ingin membuat nya khawatir, namun tetap saja, ini masalah besar, dan Putri harus tau.


Batinnya

__ADS_1


'' Niko, kenapa loe diam? apa loe tau sesuatu? yang gue gk tau?'' tebaknya, namun Niko masih diam, sepertinya pemuda tersebut sedang memikirkan apakah ia akan memberitahukan tentang masalah ini atau tidak pada Putri.


'' Niko!" panggil Putri lagi, membuat pemuda itu tersentak dari lamunannya


'' Maaf Put, jika memang Rangga belum ada mengatakan apapun padamu, sepertinya aku juga gk harus menceritakan apapun padamu.'' ucap Niko, semangkin membuat Putri merasa penasaran.


'' Kalian kenapa sih? sepertinya aku gk dianggap sama sekali, Niko ku mohon kasih tau aku yang terjadi pada Rangga, plis...'' ucapnya penuh permohonan


Terlihat Niko menghembuskan nafas dalam, setelah itu ia menatap kearah wanita yang ada dihadapannya, ada terbesit rasa kasihan pada gadis itu.'' Baiklah, aku akan mengatakan semuanya pada mu, tapi sebelumnya aku mohon jangan kamu mempertanyakannya pada Rangga, jika dia memang tidak ada menceritakannya padamu, mungkin dia memang tidak ingin kamu ikut memikirkan masalah itu.'' ucap Niko


'' Baiklah aku mengerti.'' jawab Putri, setelah itu Niko lalu menceritakan semuanya pada Putri, tanpa ada yang ditutupi sama sekali. Putri termangu, mendengar semua ucapan Niko, entah kenapa gadis itu merasa, jika Rangga sama sekali tidak menganggapnya sebagai seorang istri.


'' Putri kamu gk apa-apankan? tanya Niko, saat melihat Putri melamun, pemuda itu tau pasti Putri merasa kecewa pada Rangga, karna tidak menceritakan, dan berbagi masalahnya, sebagai seorang istri, Niko merasa Putri berhak tau masalah yang sekarang sedang ditanggung oleh Rangga, sebenarnya Niko juga mengerti maksud Rangga yang tak ingin menceritakan masalah nya pada sang istri, mungkin dia hanya tidak ingin Putri ikut kepikiran tentang masalah itu.


'' Gue gk apa-apa kok Niko, makasih ya karna loe udah ceritain semuanya, kalau gitu gue cabut dulu.'' ucapnya yang langsung keluar dari kelas tersebut.


Kenapa kamu seperti itu Rangga, kenapa kamu harus berbohong padaku bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu, jika aku ingin terlibat dalam setiap masalahmu, tapi apa? kenyataan nya kamu malah menyembunyikan masalah sebesar ini dariku


Batinnya


Rangga yang berada dikantin merasa heran saat tidak melihat Putri dijam istirahat, karena biasanya gadis itu langsung muncul, tapi hingga jam istirahat hampir selesai, Rangga masih belum melihat istrinya itu, merasa penasaran, Rangga pun langsung menghubungi Putri, namun ponselnya tidak bisa dihubungi,


'' Kenapa ponselnya mati,'' gumam Rangga, entah kenapa perasaannya sekitit cemas, ia pun langsung melangkah menuju kelas milik Putri. Namun sesampainya disana Rangga sama sekali tak menemukan Putri didalam kelas.


'' Kemana dia? kenapa tidak ada dikelas?'' gumamnya semangkin gelisah karna tak menemukan sang istri


'' Eh Rangga loe pasti cari Putri ya?'' ucap seorang siswi yang berada dalam satu kelas yang sama dengan Putri

__ADS_1


'' Iya, loe ada melihatnya?


'' Loh bukannya dia pamit pulang ya tadi, katanya lagi gk enak badan.'' jelas siswi tersebut


Apa? Putri sakit? kenapa dia gk bilang padaku


Batin Rangga


'' Rangga, loe gpp kan?


'' Iya gue gpp kok, makasih ya infonya, kalau gitu gue cabut dulu.'' ucap Rangga yang langsung melangkah menuju parkiran, karna pemuda itu akan langsung pulang kerumah mereka.


Dalam perjalanan, Rangga terus mencoba menghubungi Putri, namun masih tetap tidak tersambung, membuat pemuda itu semangkin bertambah khawatir. Pemuda itu menambah kecepatan laju mobilnya, rasanya tak sabar ingin segera sampai dirumah. Jarak kesekolah yang biasa dua puluh lima menit , sampai tiga puluh menit, kini hanya ia lalui dalam waktu kurang dari lima belas menit saja, bayangkan seberapa lajunya pemuda itu, bahkan ia nyaris menabrak seorang pejalan kaki, untung Rangga masih bisa mengeremnya, walaupun sempat mendapat makian dari orang tersebut.


Kini mobil yang ia tumpangi sudah sampai didepan rumah, setelah memarkirkan mobil, pemuda itu langsung keluar, dan melangkah menuju rumah.


'' Put, Putri!" panggil Rangga sambil mencari keberadaan istrinya disetiap sudut rumah, tak menemukan dibawah, Rangga langsung mencari keberadaan Putri dikamar.


'' Den Rangga cari non Putri?'' tanya Bi Asih yang baru muncul dari luar.


'' Iya bik, apa dia ada dikamar?'' tanya Rangga memastikan


'' Non Putri belum pulang, bukannya dia kesekolah sama den Rangga?


'' Tapi dia sudah pulang lebih awal bik, katanya lagi gk enak badan.


'' Benarkah? tapi memang non Putri belum ada pulang den, bibik baru saja dari kamar Aden dan non Putri ambil pakaian kotor, dan non Putri gk ada dikamarnya.'' jelas bik Asih

__ADS_1


'' Apa? dia gk ada dikamarnya? lalu dimana dia??


Bersambung


__ADS_2