Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 23


__ADS_3

Saat ini Rangga sedang berada dicafe bersama Niko dan dua karyawannya, mereka sedang membahas masalah pemasukan yang kian menurun, padahal pengunjung di cafe mereka semangkin membludak, dan itu membuat Rangga sedikit merasa khawatir, takut kalau pinjaman yang kemarin ia ajukan tidak bisa terbayar, bisa-bisa cafe milik nya disita oleh bank, karna Rangka sempat mengajukan sebuah pinjaman disebuah bank untuk merenovasi cafenya saat itu, dan tentu atas persetujuan Haikal, namun Haikal tidak tau jika pembayaran hutang sudah nunggak hampir tiga bulan.


'' Saya tidak tau bang, karna saya hanya menghitung dari pemasukan harian saja, itupun tidak saya catat, karna saya pikir sudah ada bang Dito.'' ucap penjaga kasir, Dito adalah orang yang dipercaya untuk mengatur keuangan di cafe Rangga, dan itu atas rekomendasi Irwan, adik dari ibu nya Rangga, karna sebenarnya Dito juga adalah keponakan dari Irwan.


'' Bang Dito, bisa tolong abang jelaskan! kenapa laporan bulan ini jauh sekali berbeda nya dengan laporan yang diberikan Niko pada saya?'' desak Rangga, walaupun dia tau siapa dalang dari semua itu, namun Rangga belum mempunyai cukup bukti untuk melaporkan orang tersebut.


'' Saya tidak tau Rangga, saya hanya menghitung berdasarkan, pemasukan dan pengeluaran saja, lagi pula laporan itu juga karna saya hanya menerimanya dari pak Irwan bang.'' jelasnya pada Rangga


' Kenapa bisa? kan saya yang tugaskan kamu, kenapa bisa jadi om Irwan yang menghandle nya, kamu ini ya.'' geram Rangga


' Ga, gue rasa kita harus cepat mendapatkan bukti atas kecurangan om Irwan, jika tidak cafe kita akan terancam bangkrut, loe taukan kita juga harus membayar tagihan dibank yang tidak sedikit, loe sih gk mau libatin om Haikal, kalau om Haikal tau urusan hutang loe pasti sudah beres.'' ucap Niko


'' Gue gk mau libatin papa Ko, loe taukan gue gk mau bergantung lagi sama mereka, setelah gue menikah.'' ucap Rangga, dan Niko hanya mengangguk-anggukan kepala saja tanda mengerti


DITEMPAT LAIN


Terlihat Putri sedang bermalas -malasan dikamarnya.'' Ck, rasanya jenuh banget, jadi kangen Rangga deh, gimana kalau aku kecafe saja ya? lagian kaki ku kan sudah baikan dari pada dirumah terus, bosen banget rasanya.'' gumam nya


Putri menatap jam yang ada didinding kamarnya yang masih menunjukan pukul delapan malam.'' Sebaiknya aku ganti baju sekarang mumpung masih jam delapan.'' gumamnya lagi, yang langsung bergegas menuju lemari pakaiannya.


Lima belas menit kemudian Putri telah siap, kini saat nya ia meluncur kecafe milik suaminya tersebut. Putri sengaja tidak memberitahukan kedatangannya pada Rangga karna ingin memberikan kejutan pada suaminya itu.


Setelah mengendarai mobilnya selama lima belas menit akhirnya Putri sampai, gadis itu langsung memarkirkan kendaraan nya diparkiran khusus mobil


Saat memasuki pintu utama cafe, Putri melihat ada Ayumi dan ibunya disana.'' Mereka lagi, sepertinya hampir setiap kesini aku bertemu dengan mereka, duh malas banget ya.'' gumamnya yang mau tak mau, langsung masuk kedalam, Kay berpura tak melihat keduanya, namun mana mungkin Wulan tak melihatnya, wanita paruh baya tersebut langsung memanggil Putri, dan memintanya untuk bergabung bersama mereka.


'' Putri!! panggil Bu Wulan, sambil melambaikan tangannya pada putri, membuat gadis itu mau tak mau juga membalas lambaian tangan mereka

__ADS_1


'' Sini!" ucap Bu Wulan, yang dijawab dengan senyuman oleh remaja tersebut, Putri sebenarnya enggan bergabung dengan mereka, namun Bu Wulan terus melambai kan tangannya agar ia datang kemeja mereka membuat Putri terpaksa menganggukan kepalanya.


Dengan malas remaja tersebut melangkah kearah meja keduanya, dan menyapa wanita paruh baya beserta putrinya itu.'' Kok berdiri saja Putri? duduk dong!" sambung Wulan, membuat gadis remaja itu terpaksa menurutinya


Padahal lagi kangen sama Rangga, eh malah disuruh duduk disini


Batinnya


'' Oya Putri, kamu sama siapa datang kesini?'' tanya Wulan


'' Sendiri tan.'' jawab Putri singkat


'' Kamu gk bilang mau kesini Put? tau gitu kita tadi bareng aja, kan searah, benar kan mah?'' sambung Ayumi


'' Iya benar.'' jawab Wulan lagi


Sementara itu didalam ruangannya Rangga terlihat sedang berpikir bagai mana cara dirinya mengatasi masalah keuangan tersebut, sedangkan bulan ini dirinya juga harus memberikan uang nafkah untuk Putri, Rangga memijat pelipisnya yang terasa berdenyut


'' Iya, gue ngerti Ko, loe gk perlu memikirkannya, gue akan cari jalan keluar untuk masalah ini.'' ucap Rangga.


'' Rangga kemana ya kok gk kelihatan sih?'' ucap Putri yang akhirnya menanyakan keberadaan Rangga, karna sudah hampir setengah jam berada dicafe tersebut, namun sampai sekarang ia masih belum melihat suaminya itu, dihubungi ponselnya juga tidak aktif.


'' Gk tau nih sejak aku dan mama datang juga Rangga nya gk kelihatan.'' ucap Ayumi


'' Sayang sebentar ya mama mau angkat telpon dulu dari om Irwan.'' ucap Wulan yang langsung bangkit dari duduk nya, dan sedikit menjauh dari meja


Tak lama terlihat Niko keluar dari ruangan Rangga, pemuda itu sempat terkejut saat melihat Putri datang kecafe tersebut, ia pun segera melangkahkan kakinya mendekati meja gadis itu.

__ADS_1


' Hai cantik.'' ucap Niko sambil menatap kearah Putri, membuat Putri langsung tersenyum mendengarnya


'' Disini ada dua gadis loh, emang hanya Putri aja yang cantik?'' sindir Ayumi pada Niko, membuat pemuda itu langsung terkekeh mendengarnya.


'' Iya-iya, dua-duanya cantik kok, eh tapi ngomong-ngomong kalian berdua janjian ya?'' tanya Niko


'' Kita ketemu disini kok, Oya dimana Rangga Ko? kok sejak tadi gue gk lihat dia? ponselnya juga dihubungi, gk aktif, emang dia sedang berada diluar ya?'' tanya Putri


'' Dia ada kok diruangannya, hanya banyak kerjaan makanya sejak tadi didalam ruangan terus '' jawab Niko


Membuat Putri dan Ayumi mengangguk paham


Tak lama terlihat Wulan kembali kemeja.'' Sayang Ayumi sepertinya mama harus pergi ada urusan mendadak, kamu bisa kan pulang sendiri? atau gini aja, Putri tante bisa minta tolong gk? nanti kamu pulangnya bareng Ayumi gpp kan? soalnya tante ada urusan mendesak, ya tolong ya? sebelumnya terimakasih, kalau gitu Yum mama pergi dulu ya? bye ..'' ucap Wulan yang langsung meningalkan mereka, sedangkan Putri masih mencerna kata demi kata yang ibunya Ayumi itu katakan padanya, bahkan Putri juga belum mengiyakan ucapan wanita paruh baya tersebut


'' Maaf Ya Put, mama hanya khawatir kalau aku pulang sendiri, kamu gk usah pulang bareng aku juga gpp kok nanti aku pesan taksi online aja.'' ucap Ayumi merasa tak enak pada Putri.


'' Sudah nanti biar aku yang anterin kamu, soalnya Putri masih ada urusan dengan Ranggay lagian nanti kasian kamunya kalau jadi obat nyamuk, diantara mereka.'' gurau Niko membuat Ayumi hanya bisa tersenyum getir sedangkan Putri hanya diam tak menanggapi ucapan Niko


' Yaudah kalau gitu gue keruangan Rangga dulu ya? sekali lagi makasih Ko, karna mau gantiin gue buat anterin Ayumi.'' ucapnya yang langsung meningalkan meja tersebut.


'' Si Putri itu emang orangnya dingin gitu ya Ko?'' tanya Ayumi yang masih menatap kepergian Putri


'' Maksud kamu?'' tanya Niko bingung


'' Ya gitu, kayak gk ada solidaritas gitu sama teman, dia bersikap seolah gk butuh teman, padahal sangat kelihatan sepertinya dia itu sangat kesepian karena gk punya sahabat.'' ucap Ayumi


'' Tau dari mana kamu kalau Putri itu gk punya sahabat?'' tanya Niko

__ADS_1


'' Ya buktinya aku gk pernah lihat dia dekat sama teman lainnya, dia selalu sendiri, itu kan berarti dia memang gk punya teman.


Bersambung


__ADS_2