Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 18


__ADS_3

Saat ini terlihat Regan dan Windy sedang sarapan bersama dimeja makan, tak lama terlihat Rangga dan Putri menuruni anak tangga dan melangkah menuju kearah mereka, dari kejauhan kedua pasangan suami istri yang berada dimeja makan tersebut, terlihat saling pandang, saat keduanya menyadari sesuatu. Rangga menghentikan langkahnya saat melihat Putri yang masih tertinggal jauh dibelakangnya.


'' Kamu gpp kan? apa masih sakit?'' tanya Rangga pelan, karna takut terdengar oleh Regan dan Windy, namun terlambat, tentu saja mereka mengerti kenapa sampai Putri langkahnya sampai seperti itu.


'' Rangga, kamu apain Putri, hingga jalannya sampai kesusahan gitu?'' tanya Regan, membuat Rangga dan Putri seketika saling pandang


'' Melakukan apa maksud abang?'' tanya Putri sedikit sewot, ia melangkah menuju kursi lalu duduk disamping Windy sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


'' Rangga, ayo duduk, kenapa masih berdiri disitu?'' tanya Putri


'' I-iya.'' jawabnya sedikit canggung, Rangga tau pasti kemana arah pertanyaan Abang iparnya tersebut.


'' Ini Put, makanlah yang banyak, agar ada tenaga untuk perang.'' gurau Windy yang sengaja menggoda adik iparnya tersebut, lalu memberikan ayam goreng diatas piring nya


Rangga yang mendengar ucapan Windy langsung tersedak air minum yang baru saja ia minum, untung sudah tertelan, jika tidak, maka sudah dipastikan akan menyembur keluar.


'' Rangga kamu gk apa-apa kan? pelan-pelan dong kalau minum.'' ucap Putri sambil menepuk pelan punggung suaminya tersebut.

__ADS_1


'' Udah deh kalian, wajar dong, namanya juga pengantin baru, bang Regan dan loebWi, kayak gk pernah ngalami aja '' ucap Putri yang terang-terangan, membuat Regan dan Windy langsung mengulum senyum, sedangkan Rangga jangan ditanya, mendengar ucapan istrinya, Rangga yang merasa malu sendiri.


'' Setelah sarapan ada yang ingin Abang bicarakan dengan kalian berdua.'' ucap Regan yang terdengar serius


'' Mau bicara apa bang?'' tanya Putri sambil menyuap makanannya ke mulut nya.


'' Makan saja dulu, setelah ini baru kita bicara.'' sambung Regan.


30 menit kemudian


Saat ini mereka berempat sedang berada diruang tamu.'' Bang sebenarnya Abang mau bicara apa sih? kok kayaknya serius banget?'' tanya Putri.


'' Dengarkan abang, kalian ini kan masih sekolah, jadi abang hanya mengingatkan kalian, jika alangkah baiknya untuk sementara kalian menggunakan pengaman jika ingin berhubungan.'' ucap Regan dengan muka tebal, padahal ia sangat malu untuk mengatakan itu semua, namun demi kebaikan mau tak mau ia harus mengatakannya.


'' Iih abang, kirain mau bicara apaan, lagian buat apa sih masalah seperti itu dibicarakan, kayak gk ada bahan lain aja, dengar ya abangku tersayang, walaupun aku masih berumur 18 tahun, tapi aku juga mengerti akan hal itu. Bang Regan tenang saja, aku tidak akan hamil dalam waktu dekat kok.'' ucapnya, yang paham kemana arah pembicaraan mereka


'' Loe yakin Put? apa tadi malam kalian melakukannya tanpa pengaman? gue rasa tidak, iya kan Rangga?? jadi besar kemungkinan buat kamu hamil kan? tapi sebenarnya sih gk apa-apa juga, toh kamu kan punya suami.'' sambung Windy, membuat Rangga dan Putri seketika saling pandang.

__ADS_1


Benar juga yang dikatakan Windy tadi malam kan Rangga gk pakai pengaman, tapi gue kan gk lagi dalam masa subur, gue rasa gk masalah, dan gk akan hamil deh kayaknya


Batin Putri, walau sedikit keraguan dihatinya


***


'' Putri menurut kamu kita harus menunda untuk tidak punya anak dulu saat ini?'' tanya Rangga, membuat Putri menatapnya dengan kening berkerut, saat ini keduanya sedang berada diatas tempat tidur untuk membahas masalah yang sempat Regan utarakan tadi.


'' Rangga kamu itu aneh ya, kita kan masih muda, masih sekolah juga, mana mungkin punya anak, kamu itu pikirnya terlalu jauh, kalau urusan anak itu nanti saja lah, kita kan masih delapan belas tahun, masih muda banget, kalau udah umur dua lima baru mikirin anak.'' jelas Putri


'' Dua lima? aku gk mau kalau umur segitu baru memiliki anak, sebenarnya kalau pun kamu harus hamil sekarang juga aku gk masalah.'' ucap Rangga membuat Putri langsung mendelik pada suaminya tersebut.


'' Rangga kamu pikir enak apa hamil dan punya anak, aku bukannya gak mau ya, tapi kita itu masih sekolah dan gk lama lagi kita juga ujian kelulusan, gimana kalau aku hamil? apa kata teman-teman.


'' Loh kenapa harus perduli sama ucapan mereka? kan kita yang jalanin, lagian kamu itu adalah istri aku kita sudah menikah, jadi siapa yang mau menggunjing kita hah?'' ucap Rangga


'' Memang susah ya bicara sama kamu.'' ucap Putri, lalu memilih menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya, sementara Rangga hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


Next


__ADS_2