Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter14


__ADS_3

Saat ini Putri baru saja diperiksa oleh dokter pribadi mereka, gadis itu pingsan karna merasa syok ditambah lagi tubuhnya yang memang belum terlalu sehat hingga membuat nya pingsan


'' Tapi dok ini bukan berita duka, kenapa dia harus syok?'' tanya Rangga dikamar itu hanya ada Rangga dan bik Asih karna memang kedua orangtua Putri belum pulang.


'' Mungkin begini nak Rangga,,, bisa dikatakan Putri terlalu senang mendengar kabar berita yang kamu sampaikan hingga membuat nya syok dan akhirnya jatuh pingsan.'' jelas dokter tersebut


'' Oh gitu ya dok.'' jawab nya sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti


'' Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, jangan lupa obatnya diberikan pada nak Putri.'' ucap dokter tersebut


'' Baik dok terimakasih.'' jawab Rangga

__ADS_1


Setelah dokter tersebut keluar diantar oleh bik Asih, Rangga pun langsung masuk kedalam kamar mandi karna sejak tadi pemuda itu sudah menahan panggilan alam tersebut.


'' Uuh,, terdengar suara rintihan yang tenyata berasal dari mulut Putri, gadis itu sudah sadarkan diri.'' Aku masih ditempat tidur, apa kah tadi aku hanya bermimpi kalau Rangga mengatakan jika kami akan menikah hari minggu besok?'' gumamnya Putri menatap sekelilingnya sepertinya gadis belum ingat sepenuhnya.


Terdengar helaan nafas kasar gadis itu,'' sepertinya aku memang baru saja bermimpi, Rangga aku kangen kamu, maaf karna sudah membuatmu sedih.'' gumamnya lirih.


'' Aku sudah maafin kamu kok.'' jawab Rangga membuat Putri langsung menoleh kearah pemuda tersebut.


'' Jadi kamu mau aku pergi nih? yasudah kalau gitu aku pergi.'' ucapnya sambil melangkah kearah pintu namun suara Putri membuat pemuda itu langsung menghentikan langkahnya.


'' Jangan pergi Ga!" ucapnya dengan suara lirih, Rangga menghentikan langkahnya sambil tersenyum, lalu pemuda itu pun langsung menoleh kearah Putri, sebenarnya pemuda itu masih sangat kesal pada kekasihnya itu, namun karna rasa cintanya, membuat Rangga tak mampu untuk marah berlama-lama pada gadisnya itu.

__ADS_1


'' Katakan apakah aku tidak berarti untukmu?''


ucapnya sambil melangkahkan kakinya kearah Putri, mendapat jawaban seperti itu Putri menggeleng dengan cepat


'' Apakah kamu masih mau aku pergi dari hidupmu?'' tanya Rangga lagi, membuat Putri kembali menggelengkan kepalanya


'' Apa perasaanmu padaku juga sudah mulai memudar sekarang hingga kamu dengan mudahnya menyuruhku untuk pergi darimu?'' tanya Rangga lagi membuat air mata Putri kembali menetes


Gadis itu bangkit dari tempat tidur, lalu melangkah mendekati Rangga yang saat itu berada tak jauh darinya.'' Rangga maaf karna sudah membuatmu kecewa, dan maaf juga karna aku sudah meragukan perasaanmu,'' ucapnya sambil menatap wajah Rangga, pemuda mengusap sisa air mata yang masih menempel di wajah Putri dengan tangan nya.


'' Putri, aku mencintaimu, apa mencintai seseorang harus memiliki bukti juga? apa dengan cara kita melakukan nya, apa itu menunjukan jika kita saling mencintai, begitu kah menurutmu? kalau kamu menafsirkan seperti itu, kamu salah besar, aku mencintaimu Putri, maka dari itu, aku tidak ingin melakukannya sebelum kita menikah, kamu mengertikan maksudku?'' tanya Rangga ia tau kenapa Putri menjauhinya, ia pikir mungkin kekasihnya itu menjauh darinya, karna Putri merasa jika Rangga tak ingin mereka melakukannya karna Rangga tidak mencintainya, padahal kenyataannya bukan seperti itu, Rangga hanya tak ingin ia menjadi laki-laki brengsek, dengan cara merusak masa depan kekasihnya sendiri.

__ADS_1


Next


__ADS_2