Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter11


__ADS_3

Putri masih menantikan belaian Rangga diseluruh tubuhnya, sudah lama rasanya Putri menantikan perlakuan Rangga yang seperti ini, walau ia tau jika semua ini dosa, namun Putri tetap ingin melakukannya walau hanya sekali, disaat gadis itu menunggu sang kekasih melakukan lebih pada dirinya, namun tiba-tiba Rangga langsung bangkit menjauh dari tubuh gadis itu, bukan karna tidak bernaf*su, namun karna ia pernah berjanji pada ibunya, jika dirinya tak akan merusak Putri sebelum mereka memiliki ikatan yang sah secara agama.


'' Putri maaf aku gk bisa melakukannya, aku gk mau merusak kamu sayang.'' ucapnya sambil menatap wajah sang kekasih yang terlihat kecewa.


Namun sepertinya Putri mengartikannya lain, gadis itu beranggapan jika Rangga memang tak ingin melakukannya dengan dirinya, dan menyimpulkan jika Rangga memang tidak pernah menginginkan nya. '' Kenapa Rangga? kenapa setelah kita melakukan sejauh ini? baru kamu mengatakannya? sungguh aku merasa terhina, aku merasa murahan dimatamu, sementara kamu sama sekali tidak ingin menyentuhku, seolah jijik dengan tubuhku ini, iya kan? dan tentang mama kamu, itu hanya alasan kamu aja kan Ga? setiap kali aku ingin melakukannya bersama mu, kamu selalu menolaknya, atau jangan-jangan kamu sebenarnya gk pernah cinta sama aku? iya Rangga?


'' Putri kenapa kamu bicara seperti itu? aku cinta sama kamu, tapi aku tidak akan melakukannya sekarang, aku ingin kita menikah dulu.'' ucapnya


'' Kalau begitu nikahi aku sekarang!" ucap Putri, matanya menatap tajam kearah Rangga.


Karna tak mendapat jawaban Putri langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung kembali menggunakan pakaian miliknya, rasa malu bercampur marah kini sedang ia rasakan.


'' Putri kamu mau kemana?'' tanya Rangga saat gadis itu melangkah keluar dari ruangan Rangga, namun Putri tak memperdulikannya, gadis belia itu terus melangkah keluar dengan sedikit berlari, bahkan tak menghiraukan panggilan Niko.


'' Kenapa gadis itu? apa mereka bertengkar lagi?' gumamnya sedikit khawatir, merasa tidak tenang Niko pun bermaksud untuk mengejar Putri, ia takut terjadi sesuatu pada gadis itu, namun niatnya ia urungkan saat melihat Rangga keluar dari ruangannya dan berlari menuju kearah pintu cafe, Niko berpikir mungkin Rangga hendak mengejar kekasihnya itu.


Putri terus berlari keluar menuju jalan raya, sambil terus menangis, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya, seolah ikut menangis bersamanya, Putri terus berjalan tanpa arah ditengah guyuran hujan.


'' Aakkhh,'' tiba-tiba Putri terjatuh karna kakinya tersandung trotoar yang ada dipinggir jalan, hingga membuat kakinya berdarah, namun Putri seolah tak perduli, rasa sakit dan pedih dikakinya tak sebanding dengan rasa sakit dan perih didalam hatinya saat ini.

__ADS_1


'' Hiks-hiks..kenapa nasipku seperti ini? kenapa tidak bisa sebahagia kedua sahabatku? Windy, Niken, aku kangen kalian.'' gumamnya sambil berderai air mata.


Sementara itu, Rangga mulai panik karna tidak bisa menemukan Putri.'' Putri dimana kamu sayang.'' ucap ya khawatir, Rangga melangkah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, lalu segera melaju menuju jalan raya untuk mencari gadisnya itu, berharap ia akan segera menemukannya.


' Putri dimana kamu, tolong maafkan aku, aku sama sekali tak bermaksud seperti itu sayang kamu salah paham.'' gumam Rangga pemuda itu terus melajukan mobilnya membelah jalanan raya, ditengah derasnya hujan, seketika mata nya menyipit saat melihat seseorang tergeletak dipinggir jalan, merasa penasaran Rangga pun langsung keluar dari dalam mobilnya dengan menggunakan payung, pemuda itu melangkah mendekati orang tersebut, seketika matanya melebar saat mengetahui jika orang tesebut adalah kekasihnya Putri


'' Putri!!'' teriak nya dan langsung berlari menuju kearah gadis itu dan membuang payungnya begitu saja


'' Astaga Putri apa yang terjadi.'' ucapnya sambil menatap wajah gadis itu yang terlihat sudah memucat, Rangga bergegas mengangkat tubuh Putri dan membawanya menuju mobil miliknya


Saat ini Rangga sedang melajukan mobilnya menuju rumah sakit.'' Putri bertahan lah sayang.'' ucap Rangga yang sesekali menatap Putri dari kaca spion depan, untuk memastikan keadaan kekasihnya itu, tak lama merekapun sampai dirumah sakit terdekat. Rangga langsung menghentikan mobilnya didepan pintu gawat darurat rumah sakit tersebut.


'' Suster tolong istri saya!" ucap Rangga yang menyebut Putri sebagai istri nya, karna setelah ini jika Putri sembuh, ia berjanji akan langsung menikahi Putri.


Dari kejauhan terlihat kedua orangtua nya Rangga datang.'' Rangga bagai mana keadan Putri?'' tanya Bu Sarita, ibunya Rangga


'' Iya nak, bagai mana keadaan calon menantu papa?'' sambung Haikal


Tiba-tiba Sarita melihat putra nya itu menangis membuat kedua orangtuanya menjadi cemas melihatnya.'' Rangga kamu kenapa nak?'' tanya Sarita, wanita paruh baya itu segera memeluk putra tunggalnya tersebut, yang terlihat sangat rapuh

__ADS_1


'' Semua salah Rangga mah, Putri seperti ini karna Rangga '' ucapnya sambil memeluk tubuh sang ibu.


' Tenang sayang, mama yakin Putri akan baik-baik saja, dia akan selamat.'' ucap Bu Sarita. Sedangkan Haikal tak menyangka jika putranya itu akan menangis karna seorang gadis, ia baru menyadari betapa cintanya Rangga pada anak gadis dari Wandy dan Ambar tersebut.


'' Bagai mana dengan kedua orangtua nya Putri apa sudah kamu hubungi mereka?'' tanya Haikal


'' Sudah pah, saat ini mereka masih dalam perjalanan.'' jawab Rangga, sambil melerai pelukan sang ibu


'' Sebaiknya kita duduk disana, ayo! ajak Sarita sambil mengajak putranya menuju kursi tunggu yang ada diruangan tersebut.


'' Pah, mah, setelah Putri sadar nanti, aku ingin segera menikahinya.'' ucap Rangga, membuat Haikal dan Sarita sedikit terkejut mendengarnya.


'' Kamu serius nak? bukankah Burhan ingin kalian menikah setelah lulus sekolah nanti, dan itu masih satu tahun lagi.'' ucap Sarita kembali mengingatkan


'' Rangga gk perduli mah, Rangga hanya tidak ingin Putri meninggalkan ku lagi mah, pah, aku sangat mencintainya dan aku gk mau kalau sampai Putri pergi dari hidup ku.'' ucapnya dengan suara lirih


Haikal menepuk punggung putranya itu, untuk memberikan semangat.'' Apapun keputusanmu papa dan mama kan mendukungnya, tapi ingat! menikah bukan perkara mudah, dan bukan juga untuk mainan saat bosan, lalu bisa ditinggalkan, menikah adalah untuk menyatukan dua orang untuk bisa saling mengisi kekurangan masing-masing, dan sebagai kepala keluarga kamu juga harus bisa menjadi panutan yang baik untuk istrimu kelak , jika dia sedang marah, maka kamu juga tidak boleh ikut marah, namun carilah solusi bagai mana caranya agar kalian bisa mengatasi akar masalah tersebut.'' ucap Haikal panjang lebar.


'' Iya pah, Rangga mengerti.'' jawanya sambil menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Tak lama terlihat dokter keluar dari ruangan tersebut, yang diikuti oleh suster dibelakangnya.'' Bagai mana anak kami dok?'' tanya Bu Sarita yang juga sudah menganggap Putri sebagai anaknya sendiri.


Next


__ADS_2