
Mohon perhatian, di bab ini ada adegan dewasa diharapkan bagi yang masih bocil di skip saja ya, jangan bandel dengan terus membacanya, sebab otor gk tanggung dosanya paham sampai disini kan😉
Rangga terus memberikan kenikmatan pada sang istri, pemuda itu terus memanjakan istrinya dengan cara memainkan milik Putri dibawah sana.
'' Oh Rangga, itu sangat nikmat sayang, terus Rangga! oh yeaahh....,'' gadis itu terus meracau karna rasa nikmat yang diberikan Rangga padanya, daging lunak yang terdapat diantara mulut Rangga tersebut terus menggelitik area pribadi sang istri, tidak sampai disitu saja, bahkan dengan lihainya Rangga menyapu seluruh permukaan daging merah tem\*bem tersebut dengan senjata dibagian mulutnya itu. Hingga membuat Putri mengg\*elinj\*ang seperti cacing kepanasan, ia seperti terkena sengatan listrik bertegangan tinggi, hingga tubuhnya terasa bergetar, apa lagi saat suaminya itu memainkan kacang yang berada diantara belahan durennya, itu membuat Putri semangkin blingsatan, secara replek gadis itu menekan kepala suaminya, untuk mendapatkan rasa yang ia inginkan di area pribadinya itu.
Tak lama terdengar suara de\*sa\*han panjang yang keluar dari mulut gadis itu, pertanda jika Putri sudah mengeluarkan cai\*ran miliknya, otot yang tadinya terasa kaku, kini sedikit melonggar. Rangga tersenyum puas, karna bisa membuat istrinya itu mencapai puncak. Ia membiarkan Putri sejenak untuk menikmati sisa-sisa kenikmatan tersebut, namun hanya sejenak, setelah itu Rangga kembali menuntaskan aksinya, dan ini adalah saat nya ia akan membobol gawang yang selama ini selalu ia jaga. Tubuh keduanya sudah sama-sama polos, kini Tangan mulai mengarahkan senjata tempurnya diarea goa kecil tersebut, karna sebentar lagi pemuda itu akan siap untuk mengebornya.
'' Rangga pelan-pelan,'' ucap Putri saat melihat Rangga yang sudah tidak sabar ingin memasukinya.
'' Iya sayang, aku akan pelan.'' jawabnya lalu kembali mengarahkan miliknya didepan milik istrinya
'' Aakkhh,'' Putri terpekik kaget saat merasakan sakit diarea intinya.
'' Sakit Rangga.'' ucapnya lirih
Rangga yang memang memiliki senjata yang cukup besar, sedikit kesusahan untuk membobol goa istrinya itu, berulang kali Rangga mencoba menekan miliknya, namun selalu saja meleset.' Sayang ini susah sekali masuknya.'' ucap Rangga namun tetap saja ia kembali mencoba untuk melakukannya lagi.
Beberapa kali Putri meringis menahan rasa sakit diarea inti miliknya, bahkan ia sempat menyuruh Rangga untuk berhenti, namun karna has\*rat Rangga yang sudah memuncak, pemuda itu tetap melanjutkan aksinya, walau ada rasa tidak tega saat melihat istrinya kesakitan, namun tetap ia lakukan, karna Rangga yakin setelah ini, gadis itu tidak akan mau berhenti.
Rangga kembali menc\*ium bibir Putri, membuat gadis itu agar sedikit lebih rilex, setelah cukup puas Rangga kembali melepas ciu\*man keduanya.'' Aku mulai lagi ya?'' tanya Rangga, yang diangguki oleh Putri, walaupun ia merasakan sakit diarea intinya, namun Putri juga tidak ingin melihat Rangga kecewa, biarlah ia sedikit menahannya, demi suami tercintanya itu. Dan pada akhirnya dengan sedikit perjuangan Rangga dapat memasukan rudalnya walau hanya setengah.
__ADS_1
'' Aaww sakit Ga, perih banget.'' Putri meringis menahan sakit, bahkan air matanya terlihat menetes, Rangga yang melihat sungguh tidak tega, namun tak mungkin juga ia menarik keluar miliknya tersebut karna sudah kepalang tanggung
'' Sudah masuk setengah Put, tahan sedikit lagi ya? aku yakin setelah ini kamu akan menikmatinya.'' ucap Rangga meyakinkan. Putri tak menjawab, gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban. Melihat anggukan dari istrinya, Rangga pun kembali menuntaskan has\*rat yang sempat tertunda, pemuda tampan itu kembali mendorong tubuhnya hingga akhirnya...
Kreekkk
'' Aakkhh..Ranggaa ....,,'' teriaknya, gadis itu mencakar punggung suaminya, karna merasakan sakit yang luar biasa dibawah sana
Putri merasakan area inti miliknya robek, tak hanya itu ia juga dapat merasakan ada sesuatu yang mengalir dibawah sana. Rangga masih diam dengan senjata yang masih tertanam didalam inti milik Putri. lalu pemuda itu kembali menci\*um bibir Putri untuk sedikit mengurangi rasa sakitnya
''Rangga rasanya penuh banget, sesak.'' ucap Putri membuat Rangga tersenyum mendengarnya. Perlahan pemuda itu mulai menggerakkan tubuhnya, Putri yang awalnya merasakan sakit, kini mulai terbiasa dengan milik suaminya tersebut didalam sana, Rangga yang melihat istrinya tak lagi meringis mulai menambah tempo kecepatannya. udara yang tadinya terasa dingin, kini terasa panas, suara leng\*uhan dan des\*ahan kini mulai terdengar dari bibir keduanya, Putri yang awalnya terlihat tersiksa, kini mulai menikmati kegiatan mereka, bahkan ia ikut menggoyangkan tubuhnya untuk mencari kenikmatannya sendiri.
*astaga merek ini, langsung gaspol, gk bisa apa nunggu malaman dikit, untung aku yang dengar, coba kalau mama atau papa, aku gk bisa bayangin gimana reaksi mereka*
Batin Windy
'' Sayang kamu kok gk ketuk pintunya? cepat mas udah laper ini.'' ucap Regan yang menyusul sang istri karna lama.
'' Sepertinya mereka masih lama deh mas, ayo kita makan duluan aja.'' ajak Windy sambil menarik tangan suaminya untuk turun kebawah
__ADS_1
'' Hei memangnya kenapa? apa mereka sedang belah duren?'' tanya Regan asal, namun pertanyaannya itu tepat sasaran
Windy tidak menjawab, namun hanya tersenyum, dan itu sudah bisa menjawab pertanyaan Regan.
DITEMPAT LAIN
Saat ini terlihat Ayumi sedang berada dicafe milik Rangga, sejak tadi gadis itu terus mencari sosok Rangga, namun ia tak menemukannya." Kemana dia? kenapa tidak ada? apa belum datang, tapi kan ini sudah jam tujuh." gumamnya
Sementara dari meja pantry terlihat Niko sedang memperhatikan Ayumi." Ayumi, gimana ya reaksinya kalau dia tau jika Rangga sudah menikah dengan Putri?" gumamnya, Niko sendiri memang sengaja memilih tidak datang diacara pernikahan Rangga dan Putri, karna itu akan membuatnya sakit hati, sebab Niko sendiri juga menyukai Putri, wanita yang kini sudah jadi istri dari sepupunya tersebut. Padahal Rangga memintanya untuk datang, namun Niko beralasan jika masih banyak kegiatan dicafe yang harus ia handle, mana mungkin Niko sanggup melihat gadis yang ia cintai menikah dengan orang lain, lebih baik ia dicafe saja mencari untuk kesibukan.
" Niko kamu gk lihat Rangga, kok jam segini dia belum datang sih?" tanya Ayumi tiba-tiba, entah kapan datangnya Niko pun tak menyadarinya
" Gk tau Yum, mungkin dia masih ada urusan kali, makanya belum datang, dan mungkin saja juga gk datang." jawab Niko ambigu
"Maksudnya? emangnya ada urusan apa hingga dia gk datang ke cafe?" tanya Ayumi lagi penasaran
" Ya mungkin aja Yum, aku juga gk tau." ucap Niko
*Maaf Ayumi aku gk bisa bilang sekarang, aku takut kamu kecewa, biarlah Rangga saja nanti yang mengatakannya sama kamu*
Batin Niko
__ADS_1
Bersambung