Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter7


__ADS_3

Malam ini adalah malam minggu, terlihat Ayumi dan ibunya Wulan sedang dalam perjalanan menuju cafe milik Rangga dengan menggunakan taksi, karna mobil milik nya sedang berada di bengkel untuk diservis.


'' Sayang Rangga udah tau kan kalau kamu mau datang sama mama?'' tanya Wulan pada Ayumi putrinya


'' Sudah mah, aku sudah chat dia tadi sore.'' jawab nya


'' Baguslah, mama sudah lumayan lama gk ketemu sama dia, apa dia masih tampan seperti terakhir kita ketemu dia sayang?'' tanya Wulan pada sang putri, yang sengaja bermaksud menggoda sang anak. Ayumi tak menjawab, gadis belia itu hanya tersenyum menanggapi godaan sang ibu


Sementara itu dirumahnya Putri terlihat sedang sibuk memilih pakaian yang akan ia gunakan untuk bermalam mingguan dengan kekasihnya itu, satu persatu pakaian ia lempar diatas kasur, jika dirasa nya kurang pas.


'' Duuhh, kok gk ada pakaian yang bagus sih? ck, kayaknya besok mesti ke butik deh cari baju yang banyak, agar saat aku kencan gk kerepotan lagi kayak gini.'' gerutunya sambil kembali memilih-milih pakaian, hingga matanya melihat satu kotak yang membuatnya penasaran.'' Ini kotak apa ya? kok aku gk ingat? coba ku lihat.'' monolognya sambil mengambil kotak berwarna coklat tersebut, lalu membukanya.


'' Gaun? Waah cantik juga, tapi kenapa bisa ada gaun disini? apa ini milikku? perasaan aku gk pernah membelinya? Putri merasa bingung sendiri, namun ia tak perduli, Putri memutuskan untuk menggunakan gaun tersebut.


Sedangkan dibawah Rangga duduk dengan gelisah, bagai mana tidak, sudah hampir setengah jam ia menunggu sang kekasih berganti pakaian, namun sampai sekarang masih belum selesai juga, padahal tadinya Putri hanya bilang sepuluh menit, namun kenyataannya sudah lebih dari tiga puluh menit masih belum turun juga, dan itu membuat nya tak bisa memahami wanita jika masalah dandan, terkadang ia merasa heran sendiri, kenapa perkara dandan saja wanita selalu memakan waktu yang lama hingga kadang sampai berjam-jam.


Saat Rangga terlihat sudah mulai jenuh sendiri, dari atas Putri terlihat melangkah menuruni anak tangga secara perlahan.'' Maaf karna lama menunggu.'' ucap Putri membuat Rangka langsung menoleh kearahnya. Pemuda itu terlihat melongo melihat penampilan kekasihnya itu, hingga tak berkedip, bahkan Rangga tak menyadari jika saat ini Putri sudah berdiri didepannya


'' Sayang tutup mulutnya nanti masuk nyamuk loh.'' goda Putri yang diikuti Rangga tanpa sadar.


'' Rangga?' panggil nya


'' I-iya,'' jawab Rangga singkat, pemuda itu masih asik menikmati kecantikan kekasihnya itu.


'' Sangat cantik.'' pujinya sambil tersenyum.


'' Terimakasih, yasudah ayo kita berangkat.'' ajak Putri


'' Kemana?'' tanya balik Rangga, membuat kekasihnya itu mengerenyitkan dahi

__ADS_1


'' Kamu gimana sih? ya kecafe dong Ga,'' ucap Putri


'' Gimana kalau kita gk usah kecafe? kita dirumah aja, mau kan?'' ucap Rangga membuat Putri semangkin menatapnya heran


'' Iih Rangga aku udah dandan kayak gini juga, ujung-ujungnya gk jadi, tau gini gak usah repot-repot aku nya dandan.'' gerutu Putri


'' Loh, bukannya kamu dandan buat aku? jadi apa masalahnya? atau jangan-jangan kamu mau ketemu seseorang dicafe makanya kamu dandan cantik kayak gini? iya?'' ucap Rangga sambil menatap tajam kekasihnya itu


'' Loh..loh..,, kok kamu ngomongnya kayak gitu sih? aku tuh dandan ya cuma buat kamu lah Ga, mana mungkin buat cowok lain akukan cintanya cuma sama kamu.'' ucap Putri sambil mendekati Rangga, ia tak mau kekasihnya itu berpikir jika Putri memiliki kekasih idaman lain, Putri sangat takut kalau Rangga berpikir jika dirinya telah menduakan Rangga.


'' Emang benarkan? kalau tidak kamu gk akan Keukeh pengen pergi ke cafe.'' sambung Rangga.


Ck, kok jadi gini sih?


Batin Putri


Rangga melihat wajah manyun kekasihnya itu membuatnya sedikit gemas, sebenarnya Rangga hanya main-main saja dengan ucapannya tadi.


'' Iya kita gk usah jadi ke cafe, kita dirumah saja.'' jawabnya


'' Kok kayaknya terpaksa gitu ngomongnya?


'' Mana mungkin aku terpaksa Rangga, asalkan sama kamu aku gk akan keberatan.'' ucapnya membuat Rangga tersenyum senang.


***


Saat ini Rangga dan Putri menuju dalam perjalanan menuju cafe, sepanjang perjalanan gadis itu terus bersandar ditubuh kekasihnya itu, membuat Rangga sedikit tidak fokus, karna gundukan milik kekasihnya itu terasa menempel ditubuhnya dan itu membuat Rangga merasa gelisah.


'' Sayang kamu duduk yang benar dong, aku gk konsen ini nyetirnya.'' ucap Rangga, membuat Putri mendongakkan wajahnya kearah Rangga

__ADS_1


'' Emangnya kenapa? lagian enak kayak gini posisinya Ga, aku merasa nyaman.'' jelas Putri sambil merapatkan tubuhnya kembali, dan itu mampu membuat adik kecil Rangga dibawah sana langsung bereaksi.


Astaga nih anak, lama-lama bisa ku makan juga dia didalam mobil


Batin Rangga frustasi


Sedangkan Putri sendiri sebenarnya sangat paham dengan apa yang dirasakan kekasihnya itu, gadis itu sengaja melakukan itu untuk membalas kekasihnya yang tadi sempat membuatnya bette, Putri sengaja merapatkan tubuhnya dan menempelkan aset miliknya itu kebagian tubuh Rangga, agar Rangga merasa sedikit tersiksa karnanya. Dan benar saja Rangga yang tidak tahan langsung menepikan mobil nya dipinggir jalanan yang cukup sepi


'' Kenapa berhenti Rangga?'' tanya Putri seolah tak mengerti, padahal ia tau pasti kenapa Rangga menghentikan mobilnya itu


Rangga membuka seat belt miliknya, lalu menghadap kearah Putri. '' Kamu sengaja atau gimana sih Putri?'' tanya pemuda itu sedikit kesal


'' Maksud kamu apa?'' tanya nya berlagak polos


Rangga tidak menjawab, namun pemuda itu langsung menarik tengkuk sang kekasih, hingga bibir keduanya langsung menempel sempurna. Rangga dengan rakusnya meraup bibir penuh milik kekasihnya itu, sedangkan Putri yang mendapat serangan mendadak seperti itu bukannya merasa kaget, namun ia malah bersorak riang dalam hati, dan membalas setiap sesapan yang dilakukan kekasihnya itu padanya, Rangga terus menikmati bibir yang terasa manis itu, ia menghi*sap dalam kulit bibir kekasihnya, memainkan li*dahnya didalam sana, bahkan tangannya kini mulai bergerilya menelusup masuk kedalam dres yang digunakan oleh Putri.


'' Eeuhhh...,, suara lengu*han lolos dari bibir Putri, yang masih dinikmati oleh Rangga, mendengar itu membuat Rangga semangkin bersemangat untuk melakukan lebih pada kekasihnya itu. Rangga melepaskan seatbelt yang digunakan Putri, lalu mengatur posisi kursi mobil, menjadi setelah berbaring, Rangga langsung menyingkap dres yang digunakan Putri, hingga memperlihatkan kain segitiga berenda milik kekasihnya tersebut, berwarna merah menyala, dan itu membuat Rangga semangkin tak sabar untuk menikmati gundukan dibalik kain tersebut. Rangga mensejajarkan wajah mereka, lalu kembali melahap bibir ranum milik kekasihnya itu. Bahkan tangannya pun mulai menyelinap masuk kedalam kain segitiga tersebut, untuk mencari sesuatu yang ia inginkan, setelah mendapatkannya Rangga mulai memainkan tangannya disana. Putri yang awalnya sangat menikmati permainan itu, seketika langsung mendorong tubuh Rangga, saat menyadari posisi mereka yang masih berada dipinggir jalan


'' Rangga jangan disini!!'' Putri langsung mendorong tubuh Rangga agar segera menghentikan aksinya, sementara pemuda itu langsung meraup wajahnya kasar, ia tak habis pikir kenapa bisa-bisanya dirinya melakukan itu pada Putri, ditengah jalan pula, yang mungkin saja akan ketahuan oleh orang lain. Rangga membawa Putri kedalam pelukannya setelah sebelumnya membantu Putri merapikan pakaiannya.'' Maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk melakukannya disini.'' ucapnya menyesal


'' Aku akan segara menikahinya secepatnya Putri.'' sambung Rangga, yang terdengar serius, Putri yang masih didalam dekapan Rangga, langsung melerai pelukan mereka, menatap dalam mata kekasihnya itu, walaupun pencahayaan yang ada didalam mobil tidak terlalu jelas melihat wajah nya, namun Putri dapat melihat kesungguhan dari pandangan itu


'' Aku akan menikahimu secepatnya Putri, bahkan kalau bisa kita akan menikahimu minggu depan.'' ucap Rangga membuat Putri langsung membelalakkan matanya. Sedangkan Rangga yang melihat reaksi berlebihan kekasihnya langsung terkekeh, lalu menyentil keningnya membuat Putri langsung menjerit


'' Aawww, Rangga kok disentil sih? kan sakit .'' protesnya sambil mengusap keningnya.


'' Maaf, habisnya kamu sih reaksinya gitu, bikin aku gemes jadinya.'' jelas nya lalu mengecup kening Putri yang ia sentil tadi, dengan maksud agar rasa sakit itu sedikit berkurang.


'' Rangga apa yang kamu katakan barusan itu benar?'' tanya Putri yang masih mengira jika Rangga hanya bergurau

__ADS_1


'' Memangnya kapan aku bergurau jika menyangkut masalah pernikahan?


Next


__ADS_2