
Masih didalam cafe, terlihat semangkin malam cafe tersebut semangkin ramai oleh para pengunjung. Wulan terus memperhatikan Putri, dari atas hingga bawah, membuat gadis itu merasa risih karna terus diperhatikan seperti itu.
Nih Tante kenapa ya, kok lihatin aku nya sampai seperti itu
Batin Putri
Pacarnya Rangga ini sepertinya bukan orang sembarangan, penampilannya cukup modis, dan sepertinya barang-barang yang digunakannya juga terlihat mahal.
Batin Wulan
'' Mm.. kalau tante boleh tau nak Putri ini tinggal dimana?'' tanya Wulan
'' Saya tinggal diperumahan Resident tante, yang ada dijalan pahlawan.'' jawab Putri
Perumahan Resident? itukan perumahan elit, jadi benar dia anak orang kaya?
Batinnya lagi
'' Ada apa ya tante? kok sepertinya kaget gitu?'' sambung Putri
'' Oh bukan, kebetulan sekali teman tante rumahnya juga perumahan yang sama dengan kamu.'' jawabnya asal, padahal Wulan sama sekali tak memiliki teman di perumahan tersebut.
'' Oh gitu ya tante, kalau boleh tau namanya siapa ya tan? mungkin saya kenal.'' ucap Putri
'' Hah? oh namanya Maya, iya Maya.'' jawabnya gugup
'' Oh, sepertinya saya tidak kenal tante.'' jawab Putri
'' Oh gitu ya, tante pikir mungkin rumahnya jauh dari rumah kamu, makanya kamu tidak mengenalnya.'' sambungnya lagi
'' Mungkin juga.'' jawab Putri
'' Oya, Putri tante boleh minta tolong gk?
'' Minta tolong apa?
'' Begini, Ayumi ini kan masih baru disini dan tentunya dilingkungan sekolah kalian, dan dia masih belum banyak mengenal teman-teman disekolahnya karna masih baru, bisa gk kamu jadi temannya, setidaknya teman dekat gitulah.'' ucap Wulan, sambil melirik pada putrinya itu, sedangkan Ayumi hanya tersenyum saat melihat Putri dan ibunya melihat kearahnya
'' Tentu tante,'' jawab Putri singkat
__ADS_1
'' Terimakasih ya? tante senang mendengarnya, oya Putri, ngomong-ngomong orangtua kamu pekerjaannya apa?'' sambung Wulan
Astaga emaknya si Ayumi ini udah seperti wartawan aja nanya mulu sejak tadi
Gerutu batinnya
Ayumi melirik pada Putri yang terlihat bette, lalu beralih menatap Wulan.'' Mah udah dong, masa nanya terus sejak tadi, tuh lihat mukanya Putri bette kan jadinya.'' ucap Ayumi
'' Oh, maaf ya Putri kalau tante banyak tanya, jadi buat kamu bette seperti itu.'' ucap Wulan
'' Iya gpp kok tan, sebenarnya kedua orang tua saya bekerja, dan jarang pulang kerumah.'' jawabnya
'' Loh jadi kamu dirumah sama siapa dong, kalau mereka jarang pulang?'' tanya Wulan semangkin penasaran
'' Saya tinggal sendiri dirumah, tepatnya sama bik Asih yang sejak kecil jadi pengasuh saya '' jawabnya, entah kenapa tiba-tiba Putri merasa sedih jika mengingat itu. Wulan melihat perubahan diwajah Putri
Sepertinya gadis ini sangat kesepian, mungkin karna kurang kasih sayang, makanya dia terlihat angkuh dan sombong
Batin nya
Sejujurnya Putri merasa canggung duduk bersama orang yang baru dikenalnya, maka dari itu ia sedikit gelisah.'' Rangga kemana ya- kok lama banget.'' ucapnya sambil melihat keseluruh arah.
'' Iya Putri, kamu merasa gk nyaman ya bersama kami?'' sambung Ayumi terlihat murung, membuat Putri merasa bersalah
'' Tidak juga, bukan begitu maksud saya. Duuh gimana ini, kok gue jadi merasa bersalah gini ya?
Batinnya, disaat Putri merasa canggung berada diantara ibu dan anak itu, disaat itulah Niko memanggil nya, saat tak sengaja pandangannya tertuju pada pemuda itu.
'' Maaf sebentar saya ada keperluan.''ucap Putri yang langsung bangkit dari duduknya, lalu segera melangkah menuju kearah Niko yang saat itu sedang berada dimeja pantry.
'' Untung loe mnggil gue Ko, jujur gue merasa canggung duduk bareng mereka.'' ucap Putri merasa lega, sedang kan Niko yang mendengar hanya terkekeh pelan
'' Gue tau, makanya gue panggil loe kesini.'' jelasnya.
'' Duuh pengertian banget sih loe Ko, jadi baper gue.'' ucap Putri membuat pemuda itu langsung menatap kearahnya.
'' Seriusan loe baper sama gue Put?
'' Kenapa engak? loe baik orangnya sayang gue udah punya Rangga, mungkin kalau gk gue juga bisa jatuh cinta sama loe.'' ucapnya sesantai mungkin, namun tidak dengan Niko pemuda itu merasa jantungnya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya, setelah mendengar ucapan Putri.
__ADS_1
***
Ditempat lain, terlihat Rangga baru selesai bicara dengan seseorang, setelah berjabat tangan, Rangga kembali masuk menuju cafe miliknya, dari kejauhan pemuda itu tak melihat Putri duduk bersama dengan Ayumi dan ibunya, padahal tadi saat ia tinggalkan mereka masih duduk bersama, merasa penasaran, Rangga pun langsung menuju kearah mereka.
'' Maaf tante,, Putri kemana ya? kenapa tidak bersama kalian?'' tanya Rangga setelah sampai didepan mereka.
Wulan dan Ayumi menatapnya bersamaan.
'' Rangga duduk dulu, baru bicara.'' ucap Wulan, yang terlihat kesal karna Rangga langsung menanyakan perihal Putri pada mereka.
'' Maaf tante, aku hanya bertanya saja.'' ucapnya sambil menarik kursi yang ada didepannya.
'' Kamu cari Putri kan? tuh dia lagi sama Niko sepupu kamu, mereka kelihatan mesra ya? udah seperti pasangan kekasih aja padahal Putri itu kan pacar kamu.'' sambung Bu Wulan yang sengaja memanas-manasi. Sementara Rangga yang juga melihat kekasihnya itu, sedang bersama Niko, sepupu sekaligus sahabatnya sedang tertawa bersama, entah kenapa Rangga sangat tidak menyukai pemandangan itu, tiba-tiba saja tangannya terkepal, darahnya terasa mendidih kala melihat kekasihnya tertawa lepas bersama pria lain. Akhirnya Rangga berdiri, membuat Ayumi dan ibunya menatap heran pada pemuda tersebut.
'' Kamu kenapa Rangga? kok berdiri?'' tanya Wulan
'' Maaf tante, Ayumi, aku kesana sebentar gpp kan? nanti aku balik lagi.'' ucap Rangga yang langsung melangkah meninggalkan keduanya
'' Loh Rangga ka---,,
'' Mah, sudahlah biarin saja.'' potong Ayumi pasrah
'' Ya kamu jangan bersikap begitu dong Ayumi, kalau kamu cinta sama Rangga, maka kamu harus berjuang.'' ucap Wulan, sedangkan Ayumi hanya diam tak ingin berkomentar lagi.
Ditempat yang berbeda, Niko masih terlihat bersenda gurau dengan Putri bahkan terlihat sesekali gadis itu memukul pelan lengan Niko sebagai bentuk protes, namun dimata Rangga yang melihat, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bercanda.
'' Sedang apa kalian?'' tanya Rangga dengan pandangan datar
'' Rangga kamu sudah datang? lama banget dari mana saja? aku bette nunggunya, untung ada Niko.'' ucap Putri yang justru semangkin membuat Rangga merasa geram mendengarnya.
'' Niko? kenapa harus Niko? bukankah tadi kamu aku tinggal bersama tante Wulan dan Ayumi, tapi kenapa kamu malah kesini?'' tanya Rangga.
'' Rangga loe kesambet ya? kenapa bicara seperti itu? tadi itu gue yang panggil dia, soalnya gue lihat dia merasa gk nyaman berada dengan mereka.'' jelas Niko
Rangga melirik kearah Putri yang masih diam, tiba-tiba pandangannya beralih pada paha kekasihnya itu, saat ini posisi duduk Putri bertumpu pada kaki kirinya, hingga membuat dress yang ia kenakan sedikit tersingkap hingga memperlihatkan pahanya yang putih tersebut, dan itu membuat Rangga geram.
'' Ayo ikut aku keruangan ku sekarang!" ajak Rangga sambil menarik tangan Putri, sementara gadis itu hanya mengikuti kemana pemuda itu membawanya
Next
__ADS_1