
Dua hari kemudian, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh keduanya, saat ini Putri sedang dirias oleh seorang Mua, riasan yang sederhana namun terlihat sangat cantik dipandang mata, apa lagi jika mata Rangga yang memandangnya, pernikahan mereka juga terbilang cukup sederhana, karna hanya dihadiri oleh kedua belah pihak keluarga, dan juga beberapa kerabat dan tetangga dekat saja, bahkan Wulan juga tidak diundang, karna memang pada saat itu wanita tersebut sedang berada diluar kota.
'' Loe cantiik banget Put, beruntung tuh di Rangga dapatin loe, masih virgin lagi.'' ucap seorang wanita cantik seusia dengam Putri dan dia adalah Windy, ya,, Windy dan Regan sengaja pulang dari luar negri hanya untuk menghadiri pernikahan sahabat sekaligus adik iparnya tersebut.
'' Sialan loe, tentu aja gue masih virgin, Rangga gk mau ngerusak gue, lagi pula lebih enak membobolnya malam pertama biar terasa nikmat, benar gk mba?'' tanya Putri pada wanita yang sedang meriasnya tersebut.
'' Maaf mba, saya tidak tau, karna saya juga belum menikah,'' jawabnya membuat Putri dan Windy saling pandang.
'' Serius mba? saya kira mba nya sudah menikah karna sepertinya usia mba--,,
'' Eehh, loe kebiasaan den Put, maaf ya mba adik ipar saya ini memang orangnya memang seperti ini, sedikit kepo'' ucap Windy
'' Iya gpp kok mba, saya memang belum mau cepat-cepat menikah, karna saya tidak mau terkekang, saya masih mau bebas soalnya.'' ucap Mua tersebut.
'' Loh kalau nikahnya sama orang yang kita cintai kenapa merasa terkekang?'' tanya Putri heran
'' Ya kalau menurut saya tidak semua suami membebaskan istrinya untuk keluar dan kumpul bersama teman-teman nya setelah menikah nanti, berbagai alasan akan mereka ucapkan agar kita tidak bisa pergi bareng teman-teman kita.'' ucapnya
'' Memangnya seperti itu ya Win?'' tanya Putri pada Windy, secara Windy sudah menikah pasti dia mengerti
'' Loe tenang saja, gk semua kok suami kayak gitu dan gue rasa Rangga orangnya juga gk masalah kalau nantinya loe hang out bareng teman-temen loe.'' ucap Windy yang sengaja tidak ingin menceritakan kehidupan rumah tangganya bersama Regan, karna sebenarnya berumah tangga tidak selalu berjalan dengan apa yang kita inginkan, Putri yang mendengar ucapan sahabatnya mengangguk paham.
'' Sudah selesai mba, Waah.. mba nya cantik banget.'' ucap Mua tersebut.
'' Makasih mba, saya juga merasa puas dengan hasil riasan mba.'' ucap nya
'' Haii guys.'' terdengar suara seseorang yang sangat pamiliyar ditelinga mereka
'' Niken?? '' ucap Windy dan Putri berbarengan
'' Akhirnya loe datang juga, gue kangen banget sama loe.'' ucap Putri
__ADS_1
'' Sama gue juga.'' sambung Windy
'' Ah lebay deh kalian, tiap malam VC juga.'' ucap Niken sambil terkekeh
'' Itu beda oneng,'' sambung Putri dengan bahasa planet nya
'' Wiih nih anak udah mau jadi seorang istri juga, masih aja bahasa nya begitu, ingat harus kalem neng,'' ucap Niken membuat Putri hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih.
'' Ck, memang sahabat aku ini cantik banget, pasti Rangga gk berkedip nih kalau lihat calon istrinya nanti '' goda Niken
'' Bisa aja loe, Oya mana keponakan gue? kenapa gk loe bawa kesini?
'' Tau nih, Niken, gue kan kangen sama si cuby.'' sambung Windy, yang memang selalu memanggil Putri dari pasangan Niken dan Rayen itu dengan sebutan cuby, karna memang wajahnya yang sangat cuby dan menggemaskan.
'' Ada sama papa nya, dia kalau aku bawa kesini, bisa rusak riasan kamu itu nanti, kalian kayak gk tau anak aku aja.'' ucap Niken, saat ketiga nya asik berbincang, tak lama Bu Ambar datang untuk mengajak semuanya turun, karna memang mempelai prianya juga sudah datang.
'' Waah, anak mama cantik sekali nak?'' ucap Ambar sambil mengecup kening Putri bungsunya tersebut, tiba-tiba saja air mata nya berlinang
'' Mama jangan nangis dong entar aku ikutan bagian loh.'' ucap Putri yang juga terlihat matanya juga sudah mulai berembun,
***
Saat ini Putri dan Rangga sudah duduk didepan pak penghulu, keduanya duduk saling berdampingan, sejak tadi Rangga selalu mencuri pandang kearah calon istrinya tersebut, dari awal Putri menuruni akan tangga hingga saat ini, tak bosan-bosannya Rangga menatap Putri.
'' Nak Rangga apa sudah selesai memandang wajah calon istrinya?'' tanya pak penghulu kepada Rangga, membuat para tamu undangan tertawa mendengarnya. Sedangkan Rangga jangan ditanya, ditegur seperti itu oleh pak penghulu tentu membuatnya merasa malu.
'' Bagai mana nak Rangga? bisa kita mulai ijab kabulnya?'' tanya pak penghulu sekali lagi
'' B-bisa pak.'' ucap Rangga sedikit gugup
'' Jangan gugup, santai saja baca basmallah agar rasa gugupnya sedikit berkurang.''
__ADS_1
'' Baik pak penghulu.'' jawab Rangga
'' Baiklah, pak Burhan silahkan Jabat tangan nak Rangga,'' ucap pak penghulu memberi arahan, dan keduanya pun saling berjabat tangan.
'' Baiklah silahkan dimulai'' sambung pak penghulu
'' Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Rangga Pramudya bin Haikal Pramudya dengan putri kandung saya Putri Ramadhani binti Burhan dengan mas kawin satu set perhiasan emas dibayar tunai.
'' Saya terima nikah dan kawinnya Putri Ramadhani dengan mas kawin tersebut tunaii.'' ucap Rangga dengan lantang dalam satu tarikan nafas
'' Gimana para saksi? sah?
''SAAAHH....'' jawab nya
'' Alhamdulillah...
Setelah nya mereka membaca doa, dan dilanjutkan dengan menandatangani surat-surat nikah lainnya
'' Selamat ya sayang akhirnya sah juga ya, nanti malam tinggal belah duren.'' bisik Niken menggoda, Putri hanya menyenggol lengan sahabatnya itu sambil tersenyum malu.
'' Selamat ya Rangga, ingat jangan sakiti sahabat aku, awas aja, meski aku jauh, jangan pikir aku gk bisa buat perhitungan sama kamu.'' ucap Niken
'' Iya, jangan ngancem gitu dong, kalian tenang saja, aku akan jagain sahabat kalian ini.'' ucap Rangga pada Windy dan Niken yang saat itu ada disamping mereka.
Satu persatu para orangtua memberikan wejangan pada putra-putri mereka, termasuk Regan yang meminta Rangga agar menjaga adik kesayangannya itu dengan baik.
Sore harinya acarapun selesai, para tamu undangan juga sudah pada pulang, hanya tinggal keluarga inti saja, kedua orangtua Rangga juga sudah pulang, setelah sebelumnya menasehati pasangan pengantin baru tersebut. begitu pula dengan Niken dan Rayen, sedangkan Windy dan Regan juga sudah berada dikamar mereka.
'' Rasanya lelah sekali.'' gumam Putri setelah masuk kedalam kamarnya, tak lama terlihat Rangga juga masuk kedalam kamar tersebut sambil membawa tas ransel miliknya.
'' Putri aku mandi duluan ya? soalnya badan ku udah lengket banget rasanya.'' ucap Rangga tanpa canggung
__ADS_1
'' Hem,'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut gadis itu, sejujurnya Putri merasa sangat gugup, akhirnya setelah sekian lama menantinya, kini impiannya terkabul, Rangga sudah sah menjadi miliknya sekarang
Next