
Rangga terus mondar mandir didepan pintu ruangan, dimana saat ini kekasihnya itu sedang ditangani oleh dokter.
'' Rangga sayang tenanglah nak, mama yakin Putri akan baik-baik saja.'' ucap Sarita menenangkan sang putra
'' Tapi Rangga gk bisa tenang mah, Rangga gk tau keadaan Putri seperti apa sekarang, Rangga sangat khawatir mah, mama gk tau saat Rangga membawanya kerumah sakit, wajahnya sangat pucat, tubuhnya juga menggigil saat aku membawanya kerumah sakit ini.'' jelas Rangga mengingat saat ia menemukan Putri saat itu dipinggir jalan.
Sarita memeluk Rangga agar anaknya itu tenang.'' Kita berdoa saja semoga Putri baik-baik saja didalam.'' ucap Sarita, sambil mengusap punggung putra kesayangannya itu.
Tak lama terlihat pintu ruangan tersebut terbuka terlihat dokter dan juga seorang suster keluar dari ruangan tersebut.
'' Dokter bagai mana keadaan anak kami?'' tanya Sarita yang memang sudah menganggap Putri sebagai anak nya sendiri
'' Keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya , sepertinya pasien terlalu lama pingsan, untung kalian cepat membawanya kesini, hingga kami bisa dengan cepat menangani nya.'' jelas dokter tersebut
'' Syukurlah kalau begitu, apa kami sudah bisa melihat keadaan nya sekarang dokter?'' tanya Sarita
'' Kalian bisa melihatnya setelah suster memindahkan pasien diruangan inap.'' jelas dokter tersebut.
'' Baik dok terimakasih.''
Sama-sama buk, kalau begitu saya permisi dulu.''
Terlihat Rangka menghela nafas lega, namun tetap saja ia masih merasa khawatir karna Putri masih belum sadar sampai sekarang.
'' Rangga mama dan papa kekantin sebentar ya? papa katanya mau ngopi dulu, kamu mau pesan apa sayang? nanti mama belikan.'' ucap Sarita
'' Tidak usah mah, mama dan papa pergilah, biar Rangga yang jagain Putri.'' jelasnya
__ADS_1
'' Baiklah, kalau ada apa-apa, kasih tau mama dan papa ya?'' ucap Sarita
'' Baik mah.'' jawabnya.
***
Sudah hampir dua jam Rangga berada diruangan Putri, bahkan kedua orangtuanya Putri juga sudah sampai sejak setengah jam yang lalu, mereka tidak terlalu menyalahkan Rangga atas apa yang menimpa putri mereka, karna Ambar mau pun Burhan, sangat tau tabiat anak bungsu mereka tersebut. Selama mereka mengenal Rangga lebih dari dua tahun ini, itu sudah cukup bagi Ambar dan Burhan menilai sosok seperti apa Rangga dimata mereka, yang pasti keduanya tau, jika Rangga tidak akan melakukan hal yang menyakiti putri mereka, karna Ambar dan Burhan tau jika Rangga sangat melindungi putri mereka itu.
Saat ini kedua orangtua Rangga mau pun orang tua Putri, sedang berada dikantin rumah sakit.'' Maaf pak Burhan sebelumnya jika putra kami telah lalai menjaga putri kalian.'' ucap Haikal merasa tidak enak, walaupun bukan Rangga yang bersalah, namun tetap saja kedua orangtua Putri sudah memberikan tanggung jawab mereka kepada Rangga, sebagai tunangan untuk menjaga putri bungsunya tersebut.
'' Sudah lah pak Haikal, yang penting sekarang Putri juga sudah baik-baik saja kan? walaupun kita tidak tau permasalahan mereka, tapi saya tau dan yakin, jika itu juga tidak sepenuhnya kesalahan Rangga, karna sebagai orangtua, kami tau jika Putri kami itu sangat merepotkan, pasti kalian merasa kewalahan menjaganya.'' ucap Burhan
'' Iya, yang dikatakan suami saya benar, Putri orangnya sangat ceroboh, mudah-mudahan kalian bisa sabar menghadapi tingkahnya, tapi sebenarnya dia adalah gadis yang baik kok.'' sambung Ambar
'' Benarkah seperti itu? tapi saat bersama kami dia selalu bersikap sangat manis loh jeng, iya kan pah?'' ucap Sarita pada suaminya
'' Iya itu benar,' jawab Sarita
Mendengar semua ucapan kedua orangtua Rangga, membuat Ambar dan suaminya terharu, padahal dulu yang mereka tau, Putri adalah anak yang sombong dan angkuh, tapi semenjak berhubungan dengan Rangga, sifat jelek Putri mereka itu, tenyata bisa berubah, dan itu membuat keduanya sangat bahagia.
'' Syukurlah kalau seperti itu, kami sebagai orang tua, sangat senang mendengarnya, itu artinya Rangga sudah banyak merubah Putri kecil kami, yang kini bisa lebih menghargai orang lain.'' ucap Ambar terharu
Sedangkan diruangan Putri, terlihat gadi itu mulai membuka matanya, beberapa kali gadis itu mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya.
'' Aku ada dimana?'' ucapnya pelan, ia menoleh kesamping seketika membuat matanya kembali mengembun, tiba-tiba Putri teringat penolakan Rangga padanya, dan itu membuat Putri merasa malu pada dirinya sendiri,
'' Putri kamu sudah sadar sayang? syukurlah, aku senang melihatnya.'' ucap Rangga tersenyum lega
__ADS_1
'' Rangga bisa tolong keluar?
'' Keluar? tapi kenapa? apa kamu ingin aku memanggil dokter untukmu? atau kamu mau aku panggil mama dan papa kamu? mereka sudah sampai, mereka ada disini untuk melihat keadaanmu.'' jelas Rangga
Putri memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Rangga, bukan karna benci, bukan karna marah, namun Putri merasa malu pada diri nya sendiri, juga kepada Rangga,
'' Putri kamu kenapa?'' ucap Rangga, entah kenapa Rangga merasa sikap kekasihnya itu berubah menjadi dingin padanya, atau kah mungkin hanya perasaannya saja entahlah, namun yang pasti, Rangga merasa Putri seperti menjaga jarak dengannya
'' Putri,'' panggilnya lagi, saat gadis itu tak kunjung menatap kearahnya.
'' Kumohon keluarlah, aku tidak ingin melihatmu, aku merasa tidak pantas bersamamu, jadi ku mohon Rangga keluarlah!' ucap Putri sambil menatap kearah Rangga
'' Tapi kenapa? apa salahku padamu?
'' Kamu tidak salah, aku yang salah, jadi kumohon keluarlah sekarang!'' ucapnya dengan suara keras.'' Keluar Rangga ku mohon, keluarlah.'' sambung Putri lagi dengan suara lirih, rasanya ia sudah tidak sanggup bicara karna kepalanya tiba-tiba terasa berdenyut.
Sedangkan kedua orangtua mereka langsung masuk saat mendengar suara jeritan Putri dari dalam.'' Putri kamu sudah sadar nak?'' tanya Ambar senang
'' Tapi kenapa kamu berteriak? ada apa sayang?'' sambungnya lagi
'' Iya Putri ada apa?'' ucap Sarita
'' Mah, aku mau pulang, aku gk mau dirumah sakit aku mau pulang sekarang.''ucap Putri
'' Tapi kenapa kamu minta pulang sekarang? kamu masih lemah sayang, kamu belum boleh kemanapun, kamu harus istirahat disini, setidaknya sampai besok, jika dokter mengijinkan, maka besok mama dan papa akan membawamu pulang.'' jelas Ambar yang diangguki oleh yang lain, sementara Rangga hanya diam, pemuda itu masih syok atas penolakan Putri padanya, Rangga tidak tau apa salah nya, kenapa kekasihnya itu bersikap seperti itu padanya.
Padahal Rangga sudah mengantongi ijin dari kedua orang tua gadis tersebut, ya Rangga tadi sempat meminta ijin pada kedua orangtua Putri, agar mereka bisa menikah dalam waktu dekat, meskipun ia tau akan sedikit sulit untuk meyakinkan Burhan nanti, namun ia akan tetap mencobanya dan diluar dugaan, ternyata Burhan merestuinya, tentu saja itu membuat Rangga sangat senang dan rencananya Rangga akan menyampaikan berita bahagia itu setelah Putri sadar nanti, namun siapa sangka jika kekasihnya itu malah bersikap seolah menjauh dari nya.
__ADS_1
Bersambung