
Saat ini Putri dan teman-teman lainnya, sedang mengikuti pelajaran seperti biasa, entah kenapa sejak tadi gadis remaja itu merasa ada yang sedang memperhatikannya, namun saat ia melihat sekeliling tak ada satu pun yang menatap kearahnya.
Tadi perasaan seperti ada yang memperhatikan aku deh, apa cuma perasanku aja ya?
Batinnya
Tak terasa jam mata pelajaran telah usai, kini saat nya jam istirahat bagi semua siswa, untuk hanya sekedar mengistirahatkan otak untuk beberapa saat.
'' Putri!" panggil Ayumi saat melihat Putri hendak melangkah menuju keluar kelas.
'' Eh, elo, ada apa?'' tanya Putri langsung, ia tak suka berbasa-basi dengan orang yang tak terlalu dekat denganya.
'' Cuma mau tanya, dua hari gk masuk sekolah kenapa? apa kamu sakit?'' tanya gadis cantik tersebut
'' Gk, kebetulan gue ada urusan keluarga aja.'' jawabnya singkat
'' Oh, gitu,'' jawab nya tanda mengerti
'' Gue cabut dulu ya?'' ucapnya yang langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari Ayumi
'' Eh Put, tungguin dong, kamu mau kekantin kan? bareng ya? soalnya aku mau ngisi perut juga nih.'' ucap Ayumi sambil mensejajarkan langkahnya dengan Putri.
'' Tapi gue mau ketoilet, apa loe mau ikut?'' tanya Putri sambil menatap wajah Ayumi dengan pandangan sedikit tak bersahabat
'' Oh kamu mau ketoilet, yasudah kalau gitu aku duluan aja, jangan lupa nanti kamu nyusul?'' ucapnya yang langsung berlari menuju kantin kantin, sedangkan Putri melangkah menuju toilet.
Sementara dikantin terlihat Rangga sudah duduk santai bersama dengan Niko.'' Loe gk tanya gue tentang malam pertama gue dengan Putri?'' tanya Rangga yang sedikit merasa penasaran, karna biasanya Niko sepupunya itu selalu kepo tentang urusannya jika mengenai soal Putri, namun kali ini entah kenapa tak ada satu pertanyaanpun yang keluar dari mulut pemuda itu, tentang pernikahan nya dengan Putri.
'' Buat apa gue tanyain malam pertama kalian? kalau cuma bikin gue cemburu, dan sakit hati.'' ucap Niko yang terdengar serius.
'' Haha, loe becanda? bisa aja loe.'' ucap Rangga yang tak terlalu menanggapi ucapan Niko.
'' Memangnya kalau gue tanya loe mau jawab?'' sambung Niko
__ADS_1
'' Tergantung pertanyaan loe.'' jawabnya
'' Dengar Rangga! sekarang loe kan sudah menjadikan Putri milik loe sepenuhnya, gue hanya minta loe jaga perasaan nya, dan jangan pernah menyia-nyiakan, jangan sampai nanti loe menyesal.'' ucap Niko, entah kenapa Rangga merasa jika sepupunya itu kali ini terdengar serius dalam bicara karna biasanya Niko selalu menyertai candaan saat berbicara dengannya.
'' Gue tau, dan gue sangat berterimakasih karna loe udah mau ngingatin itu sama gue Ko.'' ucap Rangga sambil menepuk pundak Niko
'' Haii lagi ngomongin apa sih? seru banget kayaknya?'' ucap Ayumi yang tiba-tiba sudah berdiri diantara keduanya
'' Ayumi, duduk! temani Rangga bentar ya? gue mau keruang OSIS dulu ada urusan.'' ucap Niko yang langsung pergi begitu saja dari kantin
'' Urusan apaan tuh anak.'' gumam Rangga, sambil terus memperhatikan sahabatnya yang mulai menjauh.
'' Oya Rangga kamu dua hari ini kok gk sekolah sih? memangnya ada urusan apa?'' tanya Ayumi
'' Hah? oh itu---,, saat baru saja Rangga hendak membuka mulutnya, tiba-tiba saja Sila datang dengan terengah membuat Rangga dan Ayumi menatap heran pada gadis itu.
'' Bang Rangga, kak Putri bang'' ucap nya sambil mengatur nafasnya yang terdengar ngos-ngosan.
'' Ada apa sih? kok kamu seperti orang dikejar setan seperti itu?'' ucap Ayumi
' Kak Putri terpeleset ditoilet bang, dan sepertinya kakinya terkilir.'' ucap Sila
Mendengar itu Rangga pun langsung berlari menuju toilet, tak perduli dengan Ayumi yang memanggilnya saat itu.
'' Memangnya putrinya dimana sekarang?'' tanya Ayumi pada Sila
'' Masih ditoilet kak.'' jawbnya polos
'' Astaga kamu, bukannya dibawa langsung ke UKS ini kok malah ditinggalin disana.'' ucap Ayumi yang langsung melangkah menuju toilet, yang disusul oleh Sila
'' Tadi aku panik makanya langsung cari bantuan dulu.'' jawabnya sambil mensejajarkan langkahnya dengan Ayumi
Sedangkan Rangga yang sudah berada tak jauh dari toilet, seketika menghentikan langkahnya saat melihat Putri sedang dipapah oleh Niko yang sepertinya menuju ruang UKS. melihat itu entah kenapa hatinya merasa tak terima, apa lagi jelas-jelas Rangga melihat, Niko terus menatap kearah istrinya itu dengan tatapan yang tak biasa.
__ADS_1
Ada apa denganku? kenapa aku merasa tidak suka saat melihat mereka bersama?
Batin nya
Dengan langkah lebar Rangga segera menghampiri keduanya.'' Putri! '' panggil Rangga membuat langkah mereka terhenti
'' Rangga.'' gumamnya pelan
'' Kamu kenapa? kata Sila kamu terpeleset, apa itu benar? terus mana yang sakit? biar aku lihat.'' ucap Rangga yang langsung mengambil posisi Niko, membuat pemuda itu terpaksa menyingkir dan melepaskan tangannya dari tubuh Putri.
'' Biar gue yang bawa, dia adalah istri gue, dan sudah kewajiban gue sebagai suaminya merawatnya.'' jelas Rangga, sambil menekan setiap kalimatnya, sedang kan Niko hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
'' Biar aku gendong saja kamu, kalau jalan nanti kakinya bertambah sakit.'' ucapnya yang langsung mengangkat tubuh wanitanya itu dan membawanya keruangan UKS
Sesampainya disana, Rangga membaringkan tubuh Putri diatas tempat tidur yang biasa digunakan untuk pasien dirumah sakit.
'' Kamu istirahat dulu ya biar aku panggil perawatnya, tadi aku lihat sepertinya dia ada diruang sebelah.'' jelas Rangga, yang diangguki oleh Putri.
Saat Rangga keluar tak lama terlihat Ayumi dan Sila datang.'' Putri kamu gk apa-apakan?'' tanya Ayumi sambil memperhatikan keadaan Putri
'' Gue gk apa-apa kok.'' jawabnya sambil meringis pelan.
'' Kak maaf ya tadi aku tinggalin Kakak gitu aja ditoilet, habisnya aku panik.'' jelasnya
'' Iya gk masalah kok Sil.'' jawabnya, tak lama terlihat Rangga datang bersama seorang wanita paruh baya sambil membawa peralatan nya
'' Maaf apa bisa dibuka dulu sepatunya? biar saya periksa dulu kakinya.'' ucap perawat tersebut, Putri mengangguk, namun saat ia hendak menyentuh sepatunya, Rangga langsung mengambil alih nya dan membuka perlahan sepatu milik Putri, beserta kaos kaki yang remaja itu kenakan.
Ketiga wanita yang berbeda usia itu hanya bisa memperhatikan, apa yang dilakukan oleh Rangga pada Putri, dengan pikiran mereka masing-masing
'' Duuh bang Rangga sosweet banget sih, beruntung sekali kak Putri jadi kekasihnya bang Rangga, tapi bang Alex juga gk kalah perhatian loh kak, kalau kak Putri berubah hatinya.'' ucap Sila membuat Rangga menatap tajam kearahnya.
'' Hehe,, becanda lagi bang, jangan diambil hati ya?'' ucapnya sambil nyengir. sedangkan Ayumi hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Sila barusan.
__ADS_1
Next