Pernikahan Remaja Labil

Pernikahan Remaja Labil
Chapter 18


__ADS_3

Masih dimalam yang sama, didalam kamar sepasang pengantin baru itu, terlihat Rangga sedang memeluk Putri dengan sangat erat bahkan pemuda itu berulang kali menciumi kening sang istri.


'' Terimakasih ya, karna selama ini kamu sudah menjaganya untukku.'' ucap Rangga kembali membubuhkan ciuman dirambut gadis yang kini sudah tidak gadis lagi itu.(alias tidak perawan )


'' Bukan aku yang selama ini menjaganya, tapi kamu.'' jawabnya sambil menatap wajah suaminya itu


'' Aku?'' tanya Rangga sambil menunjuk dirinya sendiri


'' Iya, kamu, karna kamu tidak mau melakukannya, makanya aku masih pera*wan, coba saat itu kamu mau melakukannya, mungkin saat ini aku sudah bukan seorang pera*wan lagi.'' jelas nya lagi


'' Maksud kamu, kalau aku tidak melakukannya itu artinya tidak akan ada laki-laki lain yang akan melakukannya?'' tanya Rangga sedikit hati-hati, namun ia tetap menyesali pertanyaan yang sudah keluar dari mulutnya tersebut, sebab melihat ekpresi wajah Putri yang tiba-tiba berubah.


Putri bangkit dari tidurnya, dan sedikit menjauh dari tubuh Rangga, lalu menatap Rangga dengan pandangan tajam.'' Kamu pikir aku perempuan apa yang harus menyerahkan kepe*rawananku pada sembarang laki-laki hah? asal kamu tau ya Ga, aku bahkan bersikap murahan hanya denganmu Ga,karna aku mencintaimu, dan aku akan melakukan apapun, agar bisa mempertahankan kamu disisiku saat itu, termasuk menyerahkan kepe*rawan*anku,'' ucap Putri dengan mata yang mulai berkaca-kaca


'' Sayang, hei Putri, sayang, maksudku bukan begitu, ak--,


'' Kamu mau bilang secara tidak langsung, kalau aku tidak bisa melakukannya denganmu, maka kau pikir aku akan melakukannya dengan pria lainkan? begitu kan, maksud kamu Rangga?'' ucap Putri dengan air mata yang kini sudah jatuh membasahi pipinya, rasanya hatinya sakit, saat tau jika suaminya itu bisa punya pikiran seburuk itu terhadapnya.


Rangga menatap tak tega pada istrinya, sungguh ia benar-benar menyesal karna sempat bertanya seperti itu tadi.'' Kay maaf kan aku, bukan begitu maksudku, maaf sayang, aku sama sekali tidak bermaksud melukai perasanmu.'' ucap Rangga yang langsung memeluk tubuh istrinya tersebut.

__ADS_1


Putri tidak menolak pelukan suaminya itu, namun ia juga tidak membalas pelukan Rangga, ia hanya bisa menangis terisak.'' Maaf, maafkan aku karna sudah mengatakan hal buruk padamu sayang aku benar-benar minta maaf.'' ucap Rangga sambil memeluk Putri dengan erat


Putri menggeleng kan kepalanya,'' Tidak, kamu gk salah kok Ga, aku tau, dan aku juga maklum jika kamu sempat berpikir jika mungkin aku adalah wanita murahan, karna memang saat bersamamu akulah yang selalu menggodamu, aku lah yang selalu bersikap murahan kan waktu itu? jadi aku tidak akan menyalahkanmu jika kamu berpikir seperti itu kepadaku.'' sambungnya, Putri melepaskan diri dari pelukan suaminya itu, dan itu membuat hati Rangga sakit, sakit karna Putri menolak pelukannya, sakit karna melihat tangisan Putri karna ulahnya. Sungguh Rangga sangat menyesali ucapannya barusan.


Putri bangkit dari tempat tidur, dan melangkah menuju kamar mandi namu tiba-tiba langkahnya terhenti saat merasakan perih diarea pribadinya, bahkan ia sempat menjerit kecil.'' Aakkhh..'' Putri meringis saat merasakan sakit diarea pribadinya, Rangga yang menyadari itu langsung turun dari tempat tidur dan mencoba untuk membantu istrinya menuju kamar mandi, dan Putri sama sekali tak menolaknya.


'' Biar aku gendong saja.'' ucap Rangga yang langsung mengangkat tubuh Putri apa bridal style, Putri yang memang merasa kan sakit diarea tersebut sama sekali tidak protes, saat suaminya menggendongnya kekamar mandi, dengan perlahan Rangga menurunkan tubuh Putri diatas kloset.


'' Apa kamu mau mandi?'' tanya Rangga


Kay hanya mengangguk, namun tak menjawab ucapan Rangga


'' Tidak perlu aku bisa sendiri sekarang kamu keluar saja dari sini.'' ucap Putri datar


'' Baiklah, kalau sudah selesai panggil saja aku, aku tunggu diluar.'' ucap Rangga yang langsung melangkah menuju pintu kamar mandi, sebelum keluar, Rangga sempat menoleh kearah Putri, namun saat itu Putri pura-pura tidak melihatnya, dan lebih memilih untuk menatap kearah lain.


15 menit kemudian terlihat Putri keluar dari kamar mandi, dengan keadaan yang lebih segar. Putri melirik kearah Rangga yang ternyata sejak tadi memperhatikan nya dari mulai keluar dari kamar mandi.


'' Mandilah, aku akan menyiapkan pakaian untukmu.'' ucap Putri, sambil melangkah menuju lemari miliknya, untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan, saat Putri ingin membuka lemari, tiba-tiba Rangga melangkah kearahnya dan langsung memeluk istrinya itu

__ADS_1


Greep


Rangga memeluk tubuh Putri dari belakang dengan erat, sedangkan gadis itu hanya diam membeku.'' Kumohon jangan bersikap seperti ini padaku, aku takut jika kamu bersiap cuek padaku Putri, aku ingin kamu yang manja, aku ingin kamu yang selalu bergantung padaku.'' ucapnya dengan suara lirih, bahkan terdengar suara isakan dari bibir pemuda itu, membuat Putri langsung menoleh kearahnya.


'' Rangga kamu menangis?'' tanya Putri sambil memperhatikan wajah suaminya tersebut


Pemuda itu menggeleng cepat, walaupun ia menyangkal, namun Putri dapat melihat ada air mata disudut mata pemuda itu. Rangga menggenggam tangan Putri yang menyentuh wajahnya, lalu menggenggamnya erat.


'' Ku mohon jangan marah lagi, aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak bermaksud mengatakan itu.'' jelasnya


'' Iya, aku tau,'' jawab nya


'' Apa itu artinya kamu sudah tidak marah lagikan sama aku?'' sambung nya memastikan


'' Gk, aku gk marah.'' jawab Putri sambil tersenyum


'' Terimakasih sayang aku janji gk akan mengatakan hal seperti itu lagi sama kamu.'' ucapnya sambil memeluk kembali tubuh istrinya itu.


Next

__ADS_1


__ADS_2