PERNIKAHAN UNTUK CINTA

PERNIKAHAN UNTUK CINTA
Bab 10 Nasehat Gema


__ADS_3

 


Hari ini Cinta tidak ada mata kuliah,jadi dia gunakan waktu luang ini untuk sekedar bercengkrama bersama gema.Cinta duduk di depan gema sambil memotong kuku gema yang sudah panjang.lembut gema mengusap kepala Cinta.


 


"Cinta bahagia menikah dengan cucu gema?" tanya gema lembut


Cinta terdiam,dia menghentikan aktivitasnya memotong kuku jari kelingking gema.dia tak berani menatap mata gema.Cinta tak mungkin berkata jujur kalau dia sangat tak bahagia.keluarga ini sudah sangat baik padanya.


"apa sebelum menikah dengan Athar kau punya seseorang?"


Cinta menggeleng dengan cepat "tidak gema Cinta dulu fokus belajar"


"gema tau,kalian menikah karena perjodohan pasti belum ada cinta,tapi cinta bisa dibangun Sayang,bisa kamu ciptakan"ujar gema


lengang


"Athar itu sangat irit bicara terus kalo Cinta juga diam.kapan tercipta rasa cintanya?"


"rumah tangga berpondasikan cinta dan kepercayaan.dan semua itu tercipta karena komunikasi yang baik"imbuh gema


"kami baik baik saja kok gema" kilah Cinta


gema tersenyum "tentu saja baik baik saja lah tidak terjadi apa apa diantara kalian"potong gema


"Cinta yang harus lebih aktiv membangun komunikasi dan sedikit agresif dalam bertindak.karna Athar tidak mungkin memulai"saran gema


"maksud gema?"tanya Cinta tak mengerti


"Sayang,suami istri itu kan punya aktivitas malam,dan alangkah baiknya kalo wanita yang menawarkan dulu"


Hhuukkksss


Cinta tersedak salivanya sendiri .menawarkan ? bagi Athar pernikahan ini hanya diatas kertas.FAKE ! menawarkan ? ngomong dua tiga patah kata tidak nyolot saja sudah bagus.


"gema,urusan itu mana bisa di share ke publik"kilah Cinta


"lalu siapa yang akan membimbingmu ? mama Sherly pasti tak enak hati"


Cinta kembali terdiam


"ciptakan quality time dengannya,dandanlah yang cantik pas kalian berdua saja.buat hal romantis,pokoknya tarik dia agar mendekati mu"nasehat gema


Cinta hanya manggut manggut


"Cinta sudah ada rasa belum sama Athar?"


"belum tau gema"


"tapi Cinta tidak membencinya bukan ? dia tidak jahat sama Cinta kan?"


lagi lagi Cinta menggeleng


"kamu tidak dipaksa teken kontrak nikah atau semacamnya bukan ? atau ada kesepakatan setelah beberapa bulan kalian akan bercerai?"tandas gema

__ADS_1


"tidak gema,kami tidak ada pembahasan kesitu.hanya kami belum saling terbuka saja" terang Cinta


"pikirkan baik baik nasehat gema"


"hem"angguknya


***


 


Selesai makan malam Cinta langsung masuk kamar dan membersihkan diri.dia memilah milah baju tidur yang tergantung di almari.dia ingin mempraktekkan nasehat gema siang tadi.


Akhirnya baju tidur warna peach yang terpinang.kini dia berhias di depan cermin. sementara Athar duduk di tempat tidur memainkan ponselnya.sebenarnya dia begitu terganggu dengan penampilan Cinta malam ini.baju tidur transparan itu laksana medan magnet yang biar kata dia jauhi tetap saja matanya terus ditarik untuk meliriknya.


 


"aacchh"teriak Cinta mengerjap ngerjapkan matanya


"kenapa?"


"mataku kemasukan maskara pedih sekali"


"jangan dikucek nanti iritasi"ucap Athar seraya menghapiri Cinta


Cinta terpejam "pediiiihhhh"


ragu Athar menyentuh wajah Cinta.terlihat air mata mengalir dari sudut mata Cinta yang terpejam.pelan dibukanya mata itu dan ditiup lembut..Cinta mengedip ngedipkan matanya kemudian ditiup lagi.dada Cinta serasa bengkah merasai wajah Athar yang hanya berjarak beberapa inci saja dari wajahnya mata mereka bersitatap.untuk beberapa saat keduanya saling terpana merangkai kata yang tak terutarakan.


Athar tersadar dan melepaskan sentuhannya "sudah lebih baik?"


"hem"


Athar kembali dengan ponselnya sedang Cinta kembali berhias.memoles bibirnya tipis dan memanyunkannya.


"sempurna"gumam Cinta dalam hati


Aroma mawar menyeruak tiap kali Cinta melewati Athar.entah itu sekedar lewat mengambil sisir,ponsel ataupun boneka.Athar benar benar di buat gila oleh godaan duniawi ini.dia semakin resah ketika sepertinya dengan sengaja Cinta menyilangkan satu kakinya saat duduk di sofa.kontan belahan baju tidurnya terbuka hingga ke paha.maka terpampanglah paha dan tungkai mulus Cinta.


Athar auto memejam dengan napas naik turun tak beraturan.memicu dadanya sedikit sesak.segera dia meraih selimut dan dilempar nya kearah Cinta.


Cinta terkesiap selimut itu jatuh tepat di pangkuannya "apa?"solot Cinta


"tutupi pahamu atau ganti baju sana!" semprot Athar


"kenapa?"tanya Cinta sembari bangkit


"kamu tidak sadar apa itu menggangguku?" bentak Athar lagi


"apanya yang mengganggu?"solot Cinta


"hhaacchh....kamu ini bodoh atau apa?"desis Athar kebingungan


"aku bisa gila disini"ucap Athar seraya melangkah ke ruang kerja


saking gugupnya Athar sampai begitu kesulitan membuka pintu itu.Cinta tertawa kecil melihat tingkah konyol Athar.santai Cinta menghampiri suaminya itu memegang tangan Athar yang masih memegang gagang pintu.

__ADS_1


Cinta dapat merasakan tangan itu begitu dingin.Cinta sedikit mengerlingkan mata dengan bibir sedikit terbuka.


"biar kubantu"bisiknya


"tidak perlu"tolak Athar yang mencoba menghindari mata Cinta


Athar mendorong pintu yang sudah terbuka sedikit meninggalkan Cinta yang masih berdiri diambang pintu.dia berusaha mengatur napasnya yang kacau.kenapa malam ini Cinta begitu berani ?mrnggodanya dengan pakaian yang begitu sexy


.


"kenapa kau masih disana ? pergilah tidur!" titah Athar tanpa menoleh


"sebesar apapun usahamu aku tidak akan tertarik padamu"ucap Athar yang masih tetap menatap laptop


Cinta berjalan menghampiri meja kerja Athar.berdiri tepat dihadapan Athar.dia merentangkan tangannya memegango sudut kanan kiri meja.


"yakin tidak tertarik?"tanya Cinta dengan sedikit menunduk


rambut Cinta terjatuh ke depan dada dadanya yang sintal membusung kian menantang.


Athar tersengal menahan napas sumpah pertahanannya hampir tumbang.


"kau dengar baik baik! its fake ! sudah aku katakan jangan berharap apapun"


"dan lagi,tak ada satupun dari bagian tubuh dibawah standarmu itu yang membuatku tertarik" cemooh Athar sambil berbalik


Plllaaakkkkk.....


kalimat terakhir Athar itu bagai tamparan keras untuk Cinta,dibawah standar ? Cinta adalah top ten adult magazine waktu dia masih di Amerika.dan Athar merendahkannya begitu saja.


"dibawah standar ? berarti kenormalanmu perlu diragukan"


"aku normal,sangat normal malah.hingga bagiku kau masih di bawah standar"cibirnya


"aku akan ingat penghinaanmu ini Athar Wiraguna"seru Cinta menahan tangis


Cinta berlari keluar dari ruang kerja menuju kamar mandi dan menangis sejadi jadinya di sana.hati Cinta begitu sakit.baru kali ini dia menerima penolakan yang begitu menyakit kan dan itu dari suaminya sendiri.dia menyesal kenapa harus menuruti nasehat gema.


 


Cinta segera membasuh wajahnya,dia tak mau Athar melihatnya menangis dan terlihat lemah.dia berganti pakaian dengan kaos longgar.dan pergi tidur.


Tengah malam Athar baru keluar dari ruang kerjanya.dia memandangi Cinta yang sudah terlelap.wajahnya sembab dan matanya yang terpejam masih berair.hati Athar berdesir.diusapnya air mata itu dengan jari telunjuknya.


 


"dia menangis sampai tertidur?"gumamnya


"kau begitu tangguh sampai sejauh ini nona bawel Anindya Cinta Pramudya"


Athar menyelimuti tubuh Cinta.perlahan dia membungkuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Cinta.hidung mancungnya menempel di hidung Cinta.baru saja bibirnya akan mengecup bibir Cinta.gadis itu menggeliat mengambil posisi miring.gagal Athar hendak menciumnya.


SIAAALLLL


***

__ADS_1


__ADS_2