PERNIKAHAN UNTUK CINTA

PERNIKAHAN UNTUK CINTA
Bab 7 Ancaman Cinta


__ADS_3

"kita tukeran wa. ya,Kak.nanti kalo udah kelar kabari aku"pesan Dinar sambil mengetik nomer wa nya di ponsel Cinta


"oke...thanks ya Di,"balas Cinta


"iyups,aku ke ruanganku dulu" pamit Dinar


Cinta dan Dinar usianya hanya terpaut satu tahun.walau lebih tua Dinar namun karena Cinta menikah dengan kakaknya,tentu saja dia harus memanggil Cinta kakak.



ini adalah hari pertama Cinta kuliah,bukan hal mudah memang untuk beradaptasi dengan suasana baru,juga teman baru.tapi bukan Cinta namanya kalau gentar.


di Amerika sana yang orangnya terkenal bebas saja Cinta bisa membawa diri apalagi di Jakarta.ibarat kata bak rumah sendiri,Cinta pasti bisa.


"semangat Cinta"kata Cinta bermonolog


dengan langkah pasti Cinta memasuki kelas nya.semua pasang mata memperhatikan dia memang Cinta termasuk telat mendaftar sebagai mahasiswi baru di kampus ini,tapi dengan nama besar keluarga Wiraguna semua bisa terjadi.


"selamat siang!"salam Cinta


"selamat siang,Anindya Cinta Pramudya?" terka lelaki berkumis tipis itu


"iya pak"angguk Cinta


"silahkan ambil tempat duduk,diskusi sedang berlangsung jadi perkenalannya pas jam istirahat saja"ujarnya


"baik pak"


Cinta memilih kursi kosong yang berada di tengah.terdengar mahasiswi lain dibelakang nya saling berbisik.Cinta mengoreksi semua penampilannya dari atas ke bawah.tidak ada yang salah.


Jam istirahat


hampir semua teman sekelas Cinta berebut untuk berkenalan dengan Cinta,hanya ada satu orang saja yang cuek menganggap Cinta tak ada.


Yah,cowok itu duduk tepat di sebelah Cinta dia begitu serius dengan bukunya hingga tak mempedulikan kegaduhan yang di ciptakan oleh teman-temannya..Cinta melirik sesaat.


"lumayan"gumaamnya dalam hati


"kenapa Cin?"tanya Ayesha teman yang baru di kenalnya beberapa menit yang lalu


"sombong banget"ketus Cinta melirik cowok itu


"oh,itu Kenzo namanya,idolanya cewek kampus ini"terang Ayesha


Cinta mengangkat satu alisnya sambil menggigit bibir bawahnya.apa cowok cakep itu pembawaannya harus kayak gletser di puncak Himalaya gitu ?? tidak ada unsur hangat apalagi manis sama sekali.


sekejap Cinta jadi ingat Athar.mungkin ini salah satu cara Tuhan untuk mengingatkan Cinta.kalau dia berstatus istri orang sekarang.walau cuma diatas kertas.tapi mana boleh Cinta melirik cowok lain.


"ke kantin yuk!"ajak Naima temannya yang satu lagi


"yuk"


Cinta berlima bersama temannya memasuki kantin.lagi-lagi seisi kantin menjadikan Cinta pusat perhatian.secara selain baru diantara lima cewek kece itu,Cinta yang paling cantik.


padahal Cinta sudah antisipasi tidak dandan cuma pake lipcream.


"suit......suit.....!"


cowok-cowok menyiuli Cinta kompak,namun yang digoda cuek saja.mereka mengambil duduk di dekat jendela.

__ADS_1


"mau pesan apa nih?"tanya Naima membuka obrolan


"biar temen baru kita yang traktir nih" kelakar Ayesha


"kalian mah namanya mau morotin temen" timpal Adista


"udah nggak papa,pesen aja" potong Cinta


"ini baru keren"sambung Yoshi


"kita samaan aja ya,pesen bakso lima"tawar Ayesha


"oke...bakso lima mbak!"teriak Yoshi


ditengah-tengah keseruan mereka tiba-tiba datang 3 cowok berpenampilan keren meng-hampiri meja Cinta dan kawan-kawan.mereka adalah Diaz,Crish dan Veer.senior paling berkuasa di kampus ini.


"baru ya ?"tanya Diaz menatap Cinta


"iya kak"angguk Cinta


"kau cantik sekali,mau jadi pacarku?"todong Diaz


GGGGEEERRRR


seisi kantin langsung gempar mereka bersorak dan bertepuk tangan sementara Cinta hanya mematung tak bisa menjawab.


Ayesha dan yang lain pun hanya saling pandang.


Cinta tersenyum mulai mengatur napas "pacar ? kita aja nggak saling kenal, kak"


"ya,kenalan dulu dong"sahut Crish dengan tawanya yang cempreng


"Dinar"desir hatinya


Dinar berdiri tepat disamping Cinta.hhuuuffty gadis itu bisa bernapas lega sekarang.


"Diaz ! jangan ganggu dia,pergilah!"seru Dinar tegas


"siapa yang ganggu ? cuma aku ajakin kenalan doang"bela Diaz


"tapi kamu bikin dia takut,pergi tidak?"gertak Dinar lagi


"oke....oke...cantik sampai ketemu lain waktu"seru Diaz sambil lalu


"kamu nggak papa?"tanya Dinar kearah Cinta


"he...hem"geleng Cinta cepat


"oke...aku tinggal dulu"pamitnya


sontak keempat teman Cinta langsung memegangi lengan Cinta kanan kiri dengan wajah keheranan.


"kamu kenal Dinar Wiraguna ? orang tuanya donatur terbesar kampus kita"seru Naima tak percaya


"e.....enggak"elak Cinta


"Dinar itu udah cantik,baik lagi"ujar Adista


"balik ke kelas yuk!"ajak Cinta

__ADS_1


"yuk!"


***


Athar menunggu Cinta dengan gelisah lagi dia mengamati foto Cinta yang baru saja di kirim oleh anak buahnya yang dia tugaskan untuk memata-matai Cinta.


entah kenapa hatinya bergemuruh melihat Cinta di kelilingi oleh tiga orang pria yang tak dia kenal.apa dia sengaja mau membuat Athar malu ??


"dasar murahan"geramnya


pintu kamar terbuka,Cinta kaget tumben Athar sudah pulang.lebih terkejut lagi saat Athar meraih tangan dan menghempaskan tubuh Cinta ke dinding.tubuh ramping itu berhimpit dengan tubuh Athar yang kekar atletis.hanya dibatasi oleh buku yang dipeluk Cinta di depan dada.


Tangan kiri Athar menjejak di dinding sementara tangan kanannya mencengkeram dagu Cinta dengan kuat.menimbulkan rasa nyeri yang teramat.mata keduanya saling beradu.tatapan berkilat penuh kebencian Athar tak membuat Cinta gentar.


"lepaskan aku!"desis Cinta berontak


Athar semakin menekan jari-jarinya di dagu Cinta "dasar murahan ! aku memberimu kebebasan bukan untuk mempermalukanku"


ucap Athar dengan gigi bergemerutuk


"aku tidak melakukan apapun lepaskan aku !" Cinta berusaha melepas cengkeraman Athar


"meski hanya diatas kertas kau tetap istri Athar Wiraguna dimana kau harus menjaga kehormatan Wiraguna"bisik Athar tepat di wajah Cinta hingga Cinta dapat merasakan napas Athar yang hangat


"aku tidak melakukan apapun kau dengar" desis Cinta seraya mendorong tubuh Athar


"apa begini cara seorang Wiraguna memperlakukan seorang wanita?" hardik Cinta pedas


Athar kembali menarik lengan Cinta hingga menempel di tubuhnya "ini pantas untuk gadis murahan sepertimu"dampratnya


"lebih murahan lagi seorang pria yang berlaku kasar kepada wanita" balas Cinta dengan sengit


"kau yang memaksaku bawel"


"dengar bawel,ini peringatan bagimu.aku bisa lebih kasar lagi jika kau masih berani keganjenan dengan pria lain"ancam Athar


Cinta melepaskan diri dari cengkeraman Athar "kau memata-mataiku,hah?"semprot Cinta


"ingat,kau itu masih budak belianku nona, nasib perusahaan ayahmu berada di tanganku kau tau betul itu"tukas Athar


"aku tidak takut dengan ancamanmu tuan kaya" balas Cinta


Cinta mendongakkan kepalanya dan menunjuk bekas jari Athar yang masih berdarah.


"sekali aku bersuara Wiraguna yang kau banggakan ini akan hancur tuan kaya yang terhormat" seringai Cinta tersenyum licik


"jangan pernah sekalipun kau memikirkannya,atau aku akan..." ancaman Athar terhenti demi melihat Cinta mendesak tubuhnya dan menatap Athar tajam


"atau apa.hem?kau akan melukaiku lagi hem?aku bersumpah kau akan berakhir di penjara" desis Cinta tak main-main


"persetan dengan perusahaan ayahku atau keluargamu"


"untung kau memakai rok,kalau tidak aku pasti merobek mulut besarmu itu"geram Athar


"tuan kaya tetaplah di tujuanmu dan aku akan tetap pada tujuanku aku tidak akan mempermalukan Wiraguna,aku sudah punya ladang uang Athar Wiraguna,aku tak butuh pria receh seperti mereka" ucap Cinta seraya membanting pintu kamar mandi.


di dalam kamar mandi Cinta melorot bersandar di dinding terduduk di lantai.tubuhnya gemetaran.apa yang dia lakukan ? dia baru saja melawan seorang Athar Wiraguna.


di gigitnya bibir bagian bawahnya dia bahkan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.

__ADS_1


***


__ADS_2