
Pagi ini Cinta kelabakan mencari Misio,dia sudah ngubek seisi rumah,taman depan,belakang,samping kanan kiri tapi tak kunjung ketemu.Misio ? yah Misio adalah boneka ice bear kesayangannya yang tiba tiba raib pagi ini.ketika dia terbangun Misio sudah tidak ada disampingnya.
"Kak,barengan nggak ?"tegur Dinar
"duluan aja Di,aku mau nyari Misio bentar"
"Misio ?"
"iya,boneka ice bear di kamarku,apa kamu liat ?"
"enggak,kan yang biasa beresin kamar Kakak simbok,coba tanya simbok "saran Dinar
"iya juga"
Cinta.berlari ke dapur,terlihat mbok Nar sedang beres beres bersama 2 pelayan lainnya.
"Pagi mbok Nar"salam Cinta
Mbok Nar menghentiksn kegiatannya
"non Cinta,,ada yang dibuyuhkan ?"
"begini mbok,apa mbok yang beresin kamar saya pagi ini ?"
"iya non,apa ada yang salah ?"
"maaf mbok,apa simbok melihat boneka beruang saya ?"
mbok Nar tertunduk,terlukis ketakutan di wajahnya.
"maaf non"
"simbok tau ?"
"anu.....itu non"gugup mbok Nar tergagap
"pagi pagi sekali den Athar minta saya untuk...."
"untuk apa ?"
"untuk.....untuk membuang boneka non Cinta"
mbok Nar semakin tertunduk
"dibuang ?"ulang Cinta terbelalak
"dibuang kemana mbok ?"tanya Cinta gelisah
"ke tempat sampah di depan sana"
Cinta kembali berlari tanpa mempedulikan mbok Nar yang bengong.tempat sampah sudah kosong.ini pasti sudah diangkut sama petugas kebersihan.
"Athar sislan ! aku harus bikin perhitungan sama dia"gerutu Cinta geram
Dengan langkah panjang dia ke garasi.akhirnya setelah sekian lama dia mau memakai mobil sport merah yang diberi oleh Athar.
Mobil sport itu melaju membelah kepadatan kota Jakarta.dada Cinta serasa mengkap mengkap mengingat ap yang telah Athar lakukan pada bonekanya.
"mbak....mbak....tunggu"cegah sang resepsionis saat Cinta memasuki gedung perusahaan Wiraguna
Cinta tak menggubris larangan sang resepsionis
"berhenti ! atau saya panggilkan keamanan !" ancam resepsionis itu
"kau tau siapa aku ?"solot Cinta
resepsionis itu menatap dengan tatapan menantang.
"aku istri Athar Wiraguna bos perusahaan ini"
bukannya nyalinya menciut resepsionis itu malah tertawa ngakak sambil menutup mulutnya.
"istri ? kemarin juga ada yang ngaku istrinya Presdir,nyatanya apa ? dia berakhir di pos keamanan"cemooh resepsionis itu
"tutup mulutmu ! atau tanggung akibatnya" ancam Cinta
"minggir !"
Cinta naik lift menuju lsntai teratas lantai dimana ruangan Athar berada.tiba disana Cinta langsung disambut oleh Sinta sekertaris Athar.
"Athar mana ?"
"Presdir sedang rapat mbak Cinta"
"bilang padanya aku mau bicara"
__ADS_1
"Presdir tidak bisa di ganggu,silahkan tunggu di ruangan Presdir nanti saya sampaikan" ucap Sinta
Dengan tak sabar Cinta menepis tubuh Sinta yang sedari tadi berdiri menjadi palang pintu.di dorong dengan kasar.
"Athar Wiraguna kau buang kemana bonekaku ?" semprot Cinta berang
Seluruh ruang rapat seolah terhenti waktunya beberapa detik.peserya rapat tampak tercengang mereka saling pandang sementara Athar seakan tak peduli.
"aku tanya sekali lagi,kamu kemanakan bonekaku ?"tandas Cinta
"mstamu buta ya ? kau tk lihat aku sedang rapat,tak bisakah kau menungguku sampai di rumah"bentak Athar
peserta rapat kembali saling pandang
"kau hanya perlu katakan dimana bonekaku ?" balas Cinta
"aku buang,kau pas ?"semprot Athar
"kau buang kemana ? kenapa kau jahat sekali"seru Cinta
"kau cari sendiri"
"dasar penjahat,kau buang kemana bonekaku ?"Cinta histeris sbari memukul dada Athar
"keluar dari ruanganku sekarang !"titah zathar
"dimana bonrkaku ?"
"di TPA"
"Kau...kau keterlaluan sekali.kau tau betul betapa berartinya boneka itu bagiku"ucap Cinta dengan mata berkaca kaca
"aku sudah bilang,aku akan menyingkirkan semua penghalangku"
"bonekaku menghalangi apa ? kau sakit "seru Cinta menahan tangis
"kau marah padaku kenapa kau lampiaskan pada bonekaku ?"tangis Cinta sambil lalu
***
Hujan deras mengguyur kota Jakarta malam ini.untung saja tidak ada guntur.Athar memarkir mobilnya di garasi.dia celingukan,mobil Cinta tak terparkir di garasi.
dia berjalan melewati ruang tamu.mama,papa dan gema sedang ngobrol sambil makan camilan.
"Sayang sudah pulang ? Cinta mana ?" tanya mama Sherly
Athar sedikit terkejut.ini sudah jam sepuluh malam dan Cinta belum pulang.
"dia belum pulang ?"Athar balik bertanya
"Sayang tidak memarahinya kan ?"tanya mama Sherly mulai.curiga
Athar terdiam
"pasti kak Cinta masih nyari bonekanya "seru Dinar yang muncul dari belakang Athar
"boneka ? boneka apa ? boneka yang dia bawa dari Jogja ?"tanya papa Igun
Dinar mengangguk pelan
"kamu membuangnya Thar ?"tuding mama Sherly
lagi lagi Athar terdiam
mama Sherly bangkit mendekati Athar "kenapa kamu jahat sekali Sayang,boneka itu adalah satu satunya kenangan dari mendiang ibunya Cinta,dan kamu membuangnya"ujar mama Sherly miris
Athar serasa mendapat tamparan yang begitu keras.dia bahkan tak tau menau soal ini ama sekali.
"kenapa masih bengong ? cepat cari dia ! diluar sana hujan Sayang"seru gema
"aku ikut Kak"oekik Dinar saat Athar balik badan
Diluar hujan masih sangat deras Athar melajukan mobilnya pelan sambil terus mengawasi kanan kiri jalan.
"coba hubungi dia Di,"titah Sthar
"ponselnya nggak aktiv Kak"
"kemana perginya gadis bodoh itu ?" kedumel Athar sebal
"ini semua salah Kakak,dia pasti nyari bonekanya kemana mana "tuduh Dinar
"kamu itu nggak ikut mikir mslah nyalahin " semprot Athar
"kakak busng kemana coba ?"
__ADS_1
Athar ingat tadi siang dia bilang pada Cinta membuangnya ke TPA,apa mungkin Cinta mencari ke semua TPA yang ada di Jakarta ?
Athar meraih ponselnya.
"Vin,kerahkan anak buahmu untuk mencari Cinta,nanti aku kirim fotonya"ucap Athar kepada Davin
"kira kira mbak Cinta pergi kemana ? agar kami bisa memulai pencarian ?"tanya Davin dari seberang
"Tempat Pembuangan Akhir,dia mencari boneka ice bear putih"
"baik"
"kirimi aku foto Cinta"pinta Athar
"iya Kak"
Foto Cinta telah dikirim,anak buah Athar segera menyebar untuk mencari Cinta.
Sementara disisi lain Cinta masih terus mencari bonekanya tak peduli meski hujan tak juga reda.
"Misio kemana kamu ?"tangisnya
Dengan bantuan senter ponselnya Cinta kembali menyisir tumpukan demi tumpukan sampah yang sudah benar benar tak layak disentuh.
hujan yang begitu deras menyulitkan Cinta berjalan.tanpa sadar dia berdiri di gundukan sampah yang cukup tinggi.dia hampir saja tergelincir untung sebuah tangan merengkuh pinggangnya tepat pada waktunya.hingga dia tak jadi terjatuh.
badan tegap yang juga basah kuyup itu merengkuhnya erat tubuh Cinta.gadis itu merapatkan pelukannya..tangis yang sedari tadi menderanya berangsur reda.perlahan dia mendongakkan kepalanya sontak dia melepaskan pelukannya saat tau orang yang di peluknya adalah Athar.
secepat kilat Athar kembali menarik tangan Cinta.
"lepas ? kau puas sekarang ? aku menderita begini kau senang kan ?" tangisnya
"pergi ! jangan dekati aku !"teriak Cinta
Athar membopong tubuh Cinta di sampirkannya di bahu layaknya sekarung beras.dia tak mempedulikan tangisan Cinra.di hempaskannya tubuh itu ke jok depan.dengan cepat Athar berputar menuju pintu seberang.dilajukannya mobilnya cepat.
"pakai sabuk pengamanmu ! hal sepele seperti itu haruskah aku ajari"
"turunkan aku !"
"untuk apa kau mencariku ? harusnya kau sensng tidak ada aku "
"tutup mulutmu"
"semua orang mencemaskanmu kau tau" sentak Athar
"kau tau alasanku pergi,kau buang kemana Misioku ?"tangis Cinta
"hanya karna boneka kucel itu kau menyusahkan semua orang.aku bisa membeli pabriknya untukmu kalo mau"tantang Athar
"kau pikir uangmu bisa membeli semua kenangan yang ada di boneka kucel itu"
"tidak usah cengeng"
"itu karna kau tak pernah kehilangan.dari kecil hidupmu sempurna.makanya kau menertawakan kecengenganku"solot Cinta
"kenapa semua cewek suka sekali mendramatisir keadaan"keluh Athar
Ponsel Athar berdering
"ya Vin"
"bonekanya sudah ketemu.sudah di loundry"
"bagus,lakukan seperti perintahku tadi"
"baik"
Cinta menyeka airmatanya kembali membuang pandangannya jauh keluar jendela.
"kenangan itu ada di hati tentu abadi bukan benda yang.bisa rusak ataupun hilang"ucap Athar datar
"tau apa kamu tentang kasih sayang dan kenangan" cibir Cinta
"yang punya kenangan cuma kamu"
"hapus airmatamu jangan sampai semua orang menyalahkan aku lagi"titah Athar
Athar memarkir mobilnya di garasi.Cinta sedikit heran seisi rumah gelap gulita.Athar menggandeng tangan Cinta memasuki ruang tamu dari arah pintu samping.
***
As Misio*

__ADS_1