
Hari hari berlalu terasa begitu berat Cinta jalani.karena setiap hari harus berhadapan dengan Athar yang kaku seperti besi baja.
tidak ada mbok Nar sungguh Cinta merasa kerepotan.mengurus dirinya sendiri juga Athar yang super duper rewel dan higienis tingkat dewa.
Seperti pagi ini Athar sudah duduk di meja makan sementara sarapan masih belum siap. Cinta jadi begitu gugup karena terus di perhatikan oleh Athar.
"Kak,udah belum ? aku lapar banget" tanya Dinar
"bentar lagi"
"aku bantuin ya"
"nggak usah,tinggal plating"tolak Cinta
Dengan ragu ragu Cinta meletakkan sepiring nasi goreng ke hadapan Athar.Dinar langsung menyantap nasi goreng itu.
"heemm...enak banget,Kak"puji Dinar
Athar hanya diam menikmati makanannya tak berkomentar apapun.Cinta mendengus sebal. sambil melirik besi baja berwujud makhluk bernama Athar ini.
"hari ini Kakak nggak kuliah?"tanya Dinar
"nggak,besok tatap muka sama dosen"jawab Cinta
"entar sore kita nyalon yuk!"ajak Dinar
"oke"
Athar bangkit dan menenteng tas kerjanya. Dinar berseru membuat Athar me.ghentikan langkahnya.
"Kak,kalian pengantin baru kok nggak ada sweetnya sama sekali"tegurnya
Athar menatap Cinta tajam yang di tatap langsung tertunduk.Dinar menarik tangan Cinta ke hadapan Athar.
"Kak Cinta,suami mau berangkat kerja itu salim terus istri di kecup keningnya sama suami"ujar Dinar
"Dinar apaan sih"seru Cinta tersipu
"ayo coba aku mau lihat"desak Dinar
"kamu ini kebanyakan nonton drama korea.buang buang waktu saja"gerutu Athar sambil lalu
"Kak...dasar nggak romantis"pekik Dinar
Cinta hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah adik iparnya itu.
***
Sore ini setelah dari salon Dinar mengajak Cinta berbelanja di mall.di borongnya begitu banyak pakaian sexy untuk Cinta.
"ini semua untuk apa?"seru Cinta kebingungan
"udah ngikut aja,Kak Athar tuh suka sama cewek modis yang sexy.entar pas dia pulang biar kaget""ucap Dinar
"tapi aku nggak suka pakaian seperti ini"ujar Cinta
Dari penampila. Cinta memang kalah jauh dari Dinar yang modis fashionable.Cinta lebih suka tampil sederhana,sementara Dinar mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut yang melekat di tubuhnya adalah barang branded.
"Kak,aku tau meski Kakak nggak cerita hubungan kalian nggak terlalu baik"
Cinta terdiam masih berdiri membopong tumpukan pakaian.
"kalian menikah karna di jodohkan,pasti susah beradaptasi.tapi Kak Athar baik kok" ucap Dinar yang masih sibuk memilah baju
"dia cuma susah berkomunikasi dengan orang baru,Kak Cinta harus lebih aktiv dan agresif"
"dia cuma perlu di pancing"
"dulu dia nggak sedingin ini,semenjak dia di tinggal kak Shilia dia jadi ansos gitu"cerita Dinar
__ADS_1
"Shilia ?"
"dia adalah pacar kak Athar dari kuliah,terus di tinggal nikah sama cowok lain"
"Kak Cinta hanya perlu berjuang sedikit lagi untuk mendapatkan hatinya"
Cinta tersenyum getir,berjuang ? selama ini Cinta terus yang berjuang.Athar tak bergeming.ibarat naik perahu hanya satu orang yang mendayung.tentu perahu akan oleng.
"Kak Cinta harus tampil sexy biar dia terkesan"
"seperti Shilia ? aku nggak tertarik Dinar"
"Kak Cinta mau di cuekin terus sama Kak Athar?"
Dinar menyodorkan lingerie warna ungu yang begitu transparan yang langsung menyulut tawa Cinta.
"aku pake itu ? yang ada aku akan diusir dari kamar"tutur Cinta
"tuh orang normal nggak sih ?"gerutu Dinar
"normal...normal banget malah"desis Cinta
"yuk ke kasir!"
Dinar tetap membawa lingerie pilihannya ke kasir.selesai berbelanja Dinar mengajak Cinta makan.Cinta terkejut saat melihat Kenzo menghampiri mejanya bersama cowok berpenampilan keren.Dinar menyambut cowok itu dengan hangat.
"hai Sayang"sapa Dinar
"perkenalkan ini Kak Cinta"
Cowok keren itu mengulurkan tagannya,Cinta gamang menjabat uluran tangan itu,terlebih Kenzo menatapnya aneh.
"Rafta"
"Cinta"
"kalo dia..."ucap Rafta terpotong
"oh...bagus kalo gitu"
"Kak Cinta,Rafta ini pacarku dari SMA"terang Dinar
Cinta tersenyum tipis
"aku pesenin makan ya"tawar Dinar
"oke Sayang"
Mereka ngobrol ngalor ngidul sambil makan.
Cinta menangkap keanehan dari tatapan mata Rafta.tatapan itu seolah ingin menelanjangi orang yang di pandangnys.berbeda dengan tatapan mata Kenzo yang teduh.
"Sayang,Kenzo ini jomblo cariin pacar sana"ucap Rafta membuka obrolan.
Kenzo melotot kearah Rafta
"masa ganteng begini jomblo"cibir Dinar
"kebanyakan cowok tampan yang cool kayak Kenzo gini,kalo ngejomblo akut.masalahnya cewek nggak berani deketin.karna dikira pasti udah punya pacar"tutur Rafta sambil menatap Cinta
"comblangin aja sama Cinta pasti cocok Cinta cantik banget"ujar Rafta
"Sembarangan,Kak Cinta ini istrinya kakakku" sentak Dinar
Tidak hanya Rafta yang dibuat terperangah tapi juga Kenzo.dia hampir saja tersedak minuman yang baru saja di sesapnya.Cinta istri Athar Wiraguna ? itu sebabnya waktu itu Cinta ditarik paksa oleh Athar.
"what...?"pekik Rafta
"biasa aja kali Yang,nggak usah heboh gitu" tegur Dinar
__ADS_1
"secara Yang,si Cinta ini masih kinyis kinyis dan kakakmu kan udah dewasa"
"kakakku masih ganteng kok"bela Dinar
"yah terlebih kakakmu tajir melintir cewek mana bakalan nolak ? **** kali kalo ada yang nolak"
ucapan Rafta ini sungguh bagai pisau yang menghujam ulu hati Cinta.tajam dan mematikan.kalau tidak ingat ada Dinar disini.pasti sudah dia remas mulut mercon itu.
"kita pulang yuk De...."ajak Cinta
"aku bayar dulu kalo gitu"putus Dinar
Rafta mengekor di belakang Dinar,kini hanya ada Cinta dan Kenzo.Cinta bersiap menenteng paper bag di tangannya.
"please...ini hanya rahasia kita berdua"ucap Cinta membelakangi Kenzo
"kenapa...bukankah harusnya kau bangga?" tanya Kenzo datar
"itu bukan urusanmu"
"kau tenang saja.rahasiamu aman bersamaku"sahut Kenzo seraya menyesap minumannya lagi
"terima kasih"ucap Cinta sambil lalu
Cinta menggumam dalam hati apanya yang oerlu di banggakan menjadi istri seorang Wiraguna ? bukankah sebagai penghias kamar saja ? lebih buruknya sebagai pelampiasan saat marah ?
***
Jika sudah tiba malam lagi Cinta mulai gusar,dia harus terkurung bersama Athar dalam satu ruangan tanpa bertegur sapa.
malam ini hujan kembali menyambangi bumi.tapi tidak ada guntur.Cinta sudah menyiapkan lilin dan pemantik api.Athar baru selesai mandi.terlihat dia berdiri lama di depan almari.
"kau memindah kotsk hijau disini ?"tanya Athar
"nggak,mungkin mbsk Lia"jawab Cinta yang berkutat di depan laptop
"panggil dia!"titahnya
"jam segini pasti sudah tidur,biar ku bantu" tawar Cinta
Cinta bangkit membuka almari sebelah Athar mencoba mencari kotak hijau yang suaminya maksud.cukup lama tangannya terus bergerak mencari.hingga akhirnya Cinta menemukannya di bagian laci bawah almari
Cinta yang semula membungkuk berniat bangkit dan berbalik.
Bbbrrruukk
kotak hijau yang ada di tangannya menabrak tubuh Athar yang menyebabkan isinya jatuh berserakan.entah sejak kapan Athar berdiri di belakangnya.
Cinta buru buru berjongkok memunguti isi kotak hijau yang ternyata cd pria.tubuh Cjnta bergetar saat Athar ikut berjongkok bertumpu satu lutut.wow terpampang paha Athar yang melongok bebas dari balutan handuknya.
"lanjutkan sendiri"ujar Cinta seraya meletakkan kotak yang dipegangnya
"kuatkan imanku"batinnya
tak lama Athar sudah memakai piyama tidur tumben tidak bersemedi di ruang kerjanya.dia justru menyalakan televisi.Cinta sibuk membalas chat tante Nia.
"tolong pelankan suaranya"pinta Cinta
Tak berkomentar Athar mengurangi volume televisinya.malam ini Athar memang sedikit berbeda.acara televisi yang di tontonnya adalah drama romantis,Cinta sengaja tak melihatnya.takut BAPER !!!
"Kesambet apa nih orang"gerutu Cinta
Mata Cinta auto terpejam saat drama itu ada di scene kissing.apa maksud Athar coba ? Cinta tak berani menoleh kearah Athar yang duduk di sebelahnya.adegan itu berlangsung beberapa menit.baik Athar maupun Cinta terlihat mulai gelisah.sama sekali tak tercipta obrolan apapun.
Cinta memutuskan untuk merebahkan diri di tempat tidur.berusaha menepis hasrat yang tiba tiba membuncah.dia tak mau suasana blue ini terus mengungkungnya.
***
As Dinar
__ADS_1