
Cinta mengobrak abrik seisi almarinya,dia kebingungan mau pakai baju apa untuk acara dinner malam ini.semua dress yang di belikan Dinar tidak masuk kategori karna terlalu sexy.
dia pilah lagi satu persatu dressnya,akhirnya dia menemukan bodycon dress dengan less shoulder warna navy.Cinta merias diri secantik mungkin.
Dibawah Davin sudah menunggu,dia terpana dengan body Cinta yang aduhai.bodycon itu sungguh melukiskan keindahan lekuk tubuh Cinta yang sempurna.di candidnya sekali dan langsung di kirimkannya kepada Athar.
"selamat malam Mbak Cinta,sudah siap ?" sapa Davin seraya membukakan pintu mobil
"malam"
Davin melangkah memutar menuju pintu yang terdapat kemudi.dia melirik Cinta dari cermin sesaat lalu melajukan mobilnya.
Tak ada pembicaraan yang berarti diantara mereka berdua.hanya diam dan sekali kali Davin cek sound dengan berdeham setelah itu Cinta akan tersenyum dan kembali konsentrasi dengan ponselnya.
"sudah biasa dengan suasana rumah Presdir Athar,Mbak ?"tanya Davin akhirnya bersuara
"sudah"
"Presdir orangnya memang dingin,tapi hatinya baik"cerita Davin
"hem"sahut Cinta cuek
"tau nggak kenapa dia ngajakin dinner ?" tanya Cinta setelahnya
"Presdir ada janji dinner dengan koleganya dari Jerman"
"oh"
"menurutmu,apa dandananku ini nanti akan mempermalukan dia ?"tanya Cinta minta saran
Davin tersenyum dan kembali melirik Cinta dari cermin atas mobil"jawab Davin jujur
"yakin dressku ini tidak ku bawa ke tempat yang salah kan ?"tanya Cinta meyakinkan diri
Davin kembali tersenyum kali ini sedikit lebih lebar,di sodorkannya ponselnya yang menampilkan chattingannya dengan sang Presdir.ada foto Cinta di sana.
"Presdir tipe lelaki yang perfectionist kalo beliau merasa dress anda kurang sesuai.beliau pasti sudah menginstruksikan kepada saya agar meminta ada ganti dress"terangnya
"sok kecakepan banget tuh orang,merasa diri paling sempurna"kedumel Cinta
lagi lagi Davin tertawa "kan memang Presdir cakep,Mbak"ledek Davin
"narsis itu iya"solot Cinta
Davin kembali menanggapi Cinta dengan tertawa.tak seberapa lama Davin memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran mewah.
Davin memandu Cinta menuju tempat Athar berada.mereka tiba di sebuah privat room.Davin membuka pintu di dalam sini sudah ada Athar dan 2 laki laki asing.juga seorang waiter.
sang waiter tak sengaja menumpahkan minuman pada jas salah satu pria asing itu.serta merta dengan wajah marah laki laki itu bangkit.
"Arschloch"umpatnya berang
Cinta menghampiri mereka dan mengelap jas laki laki itu dengan tisu.Athar nampak begitu tidak suka.
"Entschuldigung das wolte nicht"ucap Cinta seraya sedikit membungkuk
kalimat itu artinya maaf dia tak sengaja
"you can speak in germany ?" tanya laki laki itu
Cinta tersenyum "just a little"
"who are you ?"
"she's my wife mister"jawab Athar seraya sedikit menarik Cinta menjauh dari pria itu
"du bist schon" pujinya
__ADS_1
"Danke"balas Cinta tersenyum manis
"Mister Athar I agree to sign the contrac with your company"ucapnya
"thanks a lot"sahut Athar
"see you next meeting"pamitnya seraya menjabat tangan Athar
Athar memajukan badannya saat pria itu hendak menyalami Cinta.Athar seolah sengaja menghalanginya untuk menyalami Cinta,pria itu tersenyum dan berlalu.Cinta sekilas menangkap keganjilan itu dan tersenyum.kini di ruangan ini hanya ada Cinta,Athar dan Davin.
Setelah menerima isyarat dari sang Presdir Davin pun undur diri meninggalkan mereka berdua saja sekarang.Cinta masih berdiri sementara Athar sudah duduk lebih dulu.
Athar memang bukan seorang pria yang romantis yang akan menarik kursi dan mempersilahkan pasangannya duduk.dan Cinta sudah tau itu.
Perlahan Cinta melangkah menghampiri Athar,tangan kanannya terulur di hadapan Athar.lelaki itu tampak terkesiap tak mengerti.ragu ragu Athar menjabat tangan mungil itu.
Cinta tersenyum "namaku Anindya Cinta Pramudya,mau berteman denganku ?"
Athar tersenyum samar,kegilaan apalagi ini ?
"mau berteman denganku ?"ulang Cinta
"panggil aku Cinta "
"kau mau mengerjaiku lagi?"tegurnya
Cinta tertawa renyah
"tidak mau menawariku duduk ?"
"duduklah"
"dinner kali ini Mas Athar yang traktir kan ?"tanya Cinta
Athar terdiam sesaat Cinta memanggilnya dengan sebutan Mas ?
"bersiaplah dompetmu terkuras"seloroh Cinta terkekeh
"kalo cuma nraktir seorang Cinta tidak akan membuat dompetku kempes"jawab Athar
"kalo gitu aku bungkusin tetangga satu komplek boleh ?"kelakar Cinta lagi
"boleh"sahut Athar singkat
Seorang waiter menyodorkan ipad berisi menu.Cinta mengklik beberapa menu yang dia suka.
"silahkan tunggu sebentar"pamit sang waiter
"terima kasih"seru Cinta
"betewe....Mister ganjen tadi ngomong apa ?" tanya Athar
"dia memujiku bilang aku cantik"jawab Cinta sumringah
"dan kau senang dipuji?"
"cewek manapun pasti senang dipuji"
"meski itu sebuah kebohongan ?"tikas Athar
"jika demi kebaikan,why not ? seseorang kadang butuh di besarkan hatinya"sanggah Cinta
"bohong ya bohong saja tak harus berdalih demi kebaikan,tak pernah ada kebohongan yang berakhir baik"ujar Athar dingin
"memuji memang baik tapi terkadang tidak mendidik"
"misal saja,masakanmu tidak enak masa aku harus memujimu enak ? lalu bagaimana kau akan berkembang ? masakanmu pun akan stag seperti itu saja tak ada kemajuan"terang Athar
__ADS_1
Cinta tertegun sesaat
"ini dalam konteks yang berbeda,ini memuji penampilan bukan mengkritik makanan" potong Cinta
"sama saja"
Pembicaraan mereka disela oleh kehadiran waiter yang membawa pesanan mereka.
Cinta bersiap menikmati makanannya dengan menyelipkan sapu tangan di depan dadanya.
Athar selalu senang melihat gaya makan Cinta yang seperti orang yang tidak diberi makan seminggu.Cinta salah tingkah dipndangi sedemikian teduh oleh Athar.
"akan habis ?"
"anggap saja mukbang"tawa Cinta
"perutmu tidak melar ?"
"secara body korea ya kek gini,biar makan banyak juga nggak bakalan gemuk"seloroh Cinta nyengir
ingin rasanya Athar mencubit hidung Cinta yang merah saat tertawa,ini anak benar benar beda.dia bahkan tak berniat sok jaim di depan Athar.kata orang jawa ini mah LOSDOL.
Tak malu makan banyak tak malu belepotan dan tak mikir Athar bakalan illfeel.
"di Amerika semua temanku menyebutku Miss bar bar karna kelakuanku.aku sih cuek" tawa Cinta
"dasar bocah"
Selesai makan Athar mengajak Cinta kembali.
kaki Cinta terhenti saat melihat wajah yang begitu familiar dimatanya.Rafta jalan dengan cewek lain.gandengan begitu mesra.kontan Cinta jepret moment perselingkuhan itu beberapa kali.
"ada apa ?"tanya Athar mengetahui Cinta tak kunjung melangkah
"iyu !"jari telunjuk Cinta mengarah kepada Rafta
"pacarmu?"
"pacar Dinar"
"biarkan saja"komentar Athar acuh tak acuh
Cinta berlari kecil mencoba menyamakan langkahnya dengan Athar
"Dinar itu adikmu kau mau dia dipermainkan oleh cowok brengsek seperti Rafta ?" seru Cinta kesal
Athar berhenti dan menatap Cinta tajam
"kenapa kau harus peduli ?"
"apa maksudmu.Dinar adikmu otomatis dia adikku juga.kalo terjadi sesuatu dia adalah tanggung jawab kita juga"ujar Cinta
"Dinar sudah dewasa dia bisa menentukan apa yang terbaik untuknya"kata Athar
"kalo kamu nggak mau bertindak.biar aku aja"putus Cinta
Athar menarik tangan Cinta hingga tubuh mungil itu kini berhimpit di dada Athar yang bidang.mata mereka saling beradu,Cinta buru buru menurunkan pandangannya dan merangsek mundur.
Keduanya jadi begitu kikuk
"kau tak kenal Dinar,kalau kau lakukan itu Dinar akan membencimu"tutur Athar
"biar aku yang selesaikan semuanya"putus Athar
"kita pulang !"ajaknya
Di dalam mobil Cints masih terlihat begitu gelisah.Athar sesekali melirik Cinta yang memainkan jarinya.
__ADS_1
***