PERNIKAHAN UNTUK CINTA

PERNIKAHAN UNTUK CINTA
Bab 6 Keluarga Baru


__ADS_3

 


Cinta terbangun oleh suara panggilan lembut seorang wanita.perlahan dia mulai menggeliat seorang gadis muda berseragam sama seperti simbok tadi berdiri di sebelah Cinta berbaring.


 


"non Cinta, diminta turun untuk makan siang"ucapnya saat mengetahui majikannya mulai membuka mata


Cinta melirik jam tangannya 12.15 huufftt !!!! dia sudah tertidur cukup lama.Cinta duduk mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali.


"iya,sebentar lagi saya turun"sahut Cinta


"baik non,saya permisi"pamitnya


"eh,,,tuan Athar kemana?"


"ke kantor,non"


"oh"


Cinta bangkit menuju kamar mandi untuk cuci muka.diamatinya wajahnya di cermin besar di hadapannya.cantik !!! tapi kenapa Athar sama sekali tak tertarik


Cinta turun menuju ruang makan di pandu oleh mbak kecil tadi.di meja makan sudah ada mama dan papa Wiraguna,Thiar dan dua orang wanita yang tak Cinta kenali.yang satu tua dan yang satu masih muda.di belakang kursi berdiri 2 orang pelayan yang siap melayani majikannya.Cinta berputar menyalami mereka satu persatu.tepat pas dia bersalaman dengan wanita tua tangannya di tahan.dia tersenyum sembari mengelus tangan Cinta.


"siapa namamu cantik ?"tanya wanita itu


"Cinta"jawab Cinta malu-malu


"jadi ini istri Athar ? cantik sekali"pujinya


Cinta makin tersipu


"Sayang,beliau adalah Gemanya Athar,Gema Naina namanya"ucap mama Sherly


"dan yang di seberangmu itu Dinar putri mama yang ke tiga"terang mama Sherly


"hai kakak ipar"sapa Dinar ramah


"sekarang kami adalah keluargamu.jadi tidak perlu sungkan"


"iya tante..."


"kok tante ? panggil mama Sherly,papa Igun dan Gema Naina"


"Gema ?"ulang Cinta sambil tersenyum


"itu panggilan sayang kami Kak,grandma jadi gema"terang Dinar


"sini Sayang duduk di samping Gema"seru gema Naina kepada Cinta yang sedari tadi masih berdiri di samping kursi gema


"ayo makan"


"Kak,kok mau sih nikah sama Athar yang ansos gitu?"selidik Dinar

__ADS_1


Cinta tak segera menjawab dia menatap ke arah mama Sherly.dia tak mau jawabannya nanti menyinggung perasaan keluarga ini.


Cinta teringat akan pertemuan pertamanya dengan Athar pas di pantai Parang Kusumo saat Athar membantunya menolong bocah yang terseret ombak.


"Dinar percaya love at the first sight?"tanya Cinta hati-hati


"emangnya masih ada apa hal semacam itu?" todong Dinar


"hem"angguk Cinta


"kerenlah"sahut Dinar


Thiar menatap Cinta beberapa saat.terbersit kekaguman di sudut hatinya.Cinta ini benar-benar pandai menjaga perasaan orang.terbit senyum samar di sudut bibirnya.


"selesai makan,temani gema jalan-jalan ya Cinta"ucao gema


"baik gema"


"kira-kira Cinta betah disini?"tanya papa Igun yang yang sedari tadi diam


"emm...betah,pa"jawab Cinta


Cinta menemani gema berkeliling di taman dengan mendorong kursi rodanya.yah,gema sudah beberapa bulan ini sakit stroke ringan hingga memaksa gema harus duduk di kursi roda.


Gema mulai bercerita tentang Athar cucu kesayangannya itu.mulai dari Athar kecil sampai kini Athar berusia 28 tahun.gema menghela napas panjang.


"dulu Athar sangat hangat Sayang.tidak sedingin seperti sekarang ini"ceritanya


Cinta duduk di kursi di hadapan gema.dia penasaran ingin tahu lebih banyak tentang Athar.


"peristiwa apa?"tanya Cinta makin penasaran


"Sayang,itu Athar yang punya hak untuk men ceritakan semua padamu"


"sekarang tugas Cinta adalah menaklukan hati Athar"ucap gema menepuk punggung tangan Cinta


Cinta mengulas senyum


****


Aroma therapi menyeruak saat Athar membuka pintu kamarnya.terlihat Cinta duduk memeluk boneka di sofabed diatas karpet yang menghadap televisi flat yang menempel di dinding.Cinta menyunggingkan senyum manisnya seraya bangkit.dia mengambil handuk yang sudah dia siapkan diatas tempat tidur dan menyodorkannya kepada Athar.


"mau aku siapkan makan?"tanya Cinta saat Athar melangkah ke kamar mandi


"tidak perlu,aku sudah makan tadi"sahutnya dingin


"dan satu lagi,besok-besok tidak perlu serepot ini.aku bisa melakukannya sendiri"ucap Athar sebelum masuk kamar mandi


penolakan yang menyakitkan.Cinta begitu menyesal mengeluarkan kalimat itu.diraihnya boneka disampingnya dan dipeluknya erat.dia bingung apa yang harus dia lakukan.mau tidur ? dia belum ngantuk,,tidak tidur ? dia tak tau caranya berhadapan dengan Athar.


Cinta menggembungkas pipinya yang chuby lalu dia tusuk dengan kedua telunjuknya.ter dengar pintu di ketuk.


tok tok tok tok

__ADS_1


"masuk!"sahut Cinta


perlahan pintu terbuka terlihat simbok masuk membawa nampan berisi camilan dan minuman.dia tersenyum dan berjalan menuju ruang kerja Athar.Cinta hanya melihat saja tak bergerak sama sekali dari duduknya.tak lama simbok keluar lagi dengan nampan kosong di tangannya.


"mau saya siapkan makan malamnya sekarang, non Cinta ?"tanya simbok


"tidak,mbok.terima kasih.den Athar sudah makan"jawab Cinta


"kalo begitu saya permisi"pamit simbok yang cuma di balas anggukan oleh Cinta


pintu kembali ditutup,Cinta fokus kembali menghadap televisi.pintu kamar mandi berderit Athar keluar hanya memakai handuk yang melingkari tubuhnya sebatas pinggang.


Cinta terpana beberapa saat sepersekian detik bahkan dia tak berkedip,disuguhi pesona dada putih nan bidang serta lengan berotot Athar yang menawan.


GGLLUUGGG


Cinta menelan salivanya sendiri.cepat dia menggeleng-gelengkan kepalanya demi mengembalikan kewarasannya.Athar membuka almari mengambil baju ganti dan kembali ke kamar mandi.


"gila!kendalikan dirimu Cinta"ucap Cinta bermonolog


"he's nothing"katanya lagi


Cinta memegangi dada sebelah kirinya, jantungnya berdegub tak berirama.kadang cepat kadang lambat.membuat napasnya sedikit sesak.


Athar menyodorkan sebuah credit card dan selembar kertas kepada Cinta.gugup gadis itu menerimanya.Cinta tertegun.card ini hanya dimiliki oleh kalangan terbatas saja.dia menatap Athar yang masih berdiri di depan nya.dia kembali menatap card dan kertas itu.


brosur universitas di Jakarta.


"itu adalah credit card dan brosur universitas kamu tinggal pilih mau kuliah dimana "ucap Athar


"kuliahku di amrik sudah skripsi tahap akhir.tinggal antri sidang"ujar Cinta pelan


"terus...."


"kau mau balik ke amrik?"todong Athar


Cinta menggeleng dengan cepat


"kalo begitu via transfer saja dan kau bisa ambil jurusan baru disini.karna aku jamin kau akan sangat boring"terangnya


"hem"angguk Cinta


"universitas yang paling atas itu kampus Dinar"


"aku daftar disitu saja"putus Cinta


"oke....mau aku yang daftarkan?"


kalimat Athar itu terdengar sumbang.itu bukan tawaran tapi lebih menjurus ke merendahkan.Cinta bisa menangkap itu.


"tidak,aku bisa sendiri"tolak Cinta ketus


"gadis pintar"cibirnya seraya berjalan ke ruang kerjanya

__ADS_1


kasar Cinta memukul sofabed sambil merat merot mengejek Athar dari belakang.Cinta merutuki pria bak seonggok batu itu tanpa henti.


****


__ADS_2