
Athar bingung dengan perubahan penampilan Cinta pagi ini.dia berdandan dan pakaianya sangat sexy.membuat Athar tak nyaman.apa maksudnya ini ? kenapa dia tidak seperti biasanya saja ?
"kau mau kemana ?"tanya Athar datar
"kencan"
"apa ?"seru Athar
"kuliah lah,mau kemana lagi"sahut Cinta
Athar menarik tangan Cinta di bawanya berdiri di depan cermin almarinya.
"kau lihat dandananmu di cermin ! kau mau pergi kuliah atau mau pergi klabing,hah?" semprot Cinta tepat di telinga Cinta
Cinta menepis tangan Athar yang masih di lengannya.di tatapnya lelaki yang tertera di buku nikah sebagai suaminya itu.
"apa pernah sekali saja kau membenarkan apa yang kulakukan ? semua salah di matamu aku tak pernah usik hidupmu.jadi jangan usik hidupku"balas Cinta
"hidupmu berhubungan dengan Wiraguna. kau masih sah istri Athar Wiraguna"
"cuma diatas kertas"tukas Cinta sengit
"aku bahkan sampai lupa aku menyandang status istri seorang Athar Wiraguna"
"tutup mulutmu dan ganti pakaianmu" titah Athar
"kenapa aku harus menurutimu?"bantah Cinta
"kau lupa ? kau sudah ku beli jadi kau hanya punya satu opsi.yaitu mengiyakan ucapanku" Athar menekan setiap kata per katanya
"ganti pakaianmu sekarang!"
Cinta menjatuhkan tasnya dan perlahan mulai membuka kancing bajunya yang paling atas.Athar terperangah dengan kegilaan Cinta,auto dia terpejam dan balik badan.
"kau gila ! kau mau apa ?"seru Athar
"mau ganti baju"sahut Cinta seraya melangkah mendekati Athar
"tapi tidak disini juga,gantilah di kamar mandi"ucap Athar yang terus menghindari Cinta
Cinta terus mengikuti Athar yang terus menghindar.dia mengulum senyum akhirnya dia menemukan cara untuk menggoda Athar.
di dekatinya suaminya itu dengan manja.
"kau...kau jangan gila!"semprotnya gugup
"Anindya Cinta Pramudya ini istri Athar Wiraguna buksn ? artinya apa ? aku ini milikmu seutuhnya,dan wajar bukan aku menuntut hakku"bisik Cinta di telinga Athar dengan sedikit menjinjit
"kau dengar nona bawel,ini terlalu dini untuk membicarakan hak,hak baru di peroleh setelah menjalankan kewajiban.jadi lakukan kewajibanmu"
"kewajiban tidak cuma di lakukan oleh istri tapi juga suami"
Athar mendengus kasar ini bocah 19 tahun atau wanita dewasa 29 tahun sih ? setiap kata yang di ucapkannya begitu menyudutkan.
"contohnya seperti ini"ucap Cinta yang kembali menggoda Athar dengan gerak tubuhnya membuka kancing bawahnya lagi
"kau gila...!"seru Athar kembali berbalik
Cinta senang melihat wajah Athar yang bersemu merah karena malu.mungkin agresif sedikit tidak apa apa lah ya.Athar bergegas keluar membanting pintu di dalam kamar lebih lama lagi dia bisa gila karena kelakuan Cinta.
Cinta tersenyum puas merasa dapat mempermainkan suaminya pagi ini.
__ADS_1
***
Athar meraup wajahnya yang lesu.digedikkan bahunya kasar entah kenapa hari ini dia tidak fokus kerja.pikirannya melayang mencoba menyatukan puzzle senyum Cinta yang menawan.ini sejak kapan wajah Cinta menjadi wallpaper di pikirannya ?
"Presdir "panggil Davin
"hem"
"saya pesankan makan siang sekarang?" tawar Davin
"tidak usah"sahut Athar sambil membuka berkas di meja
"saya perhatikan akhir akhir ini Presdir terlihat berseri dan sudah jarang makan di luar"ujar Davin hati hati
"apa karna mbak Cinta?"
Athar meletakkan berkasnya dan menatap Davin tajam.Davin segera tertunduk merasa ucapannya sudah terlalu lancang.
"sejak kapan kau jadi sok tau?"
"maaf Presdir"sesal Davin
Athar tersenyum melihat Davin yang begitu ketakutan
"aku pulang dulu,aku akan kembali jam dua"pamitnya
"saya tidak perlu ikut ?"tanya Davin
"yakin kau mau ikut aku kencan?"tanya Athar sambil berbalik
Davin mengulas senyum bingung
Ini hari selasa biasanya Cinta sudah pulang jam segini.Athar memarkirkan mobilnya di garasi.dengan langkah cepat dia melewati ruang tamu.disini dia berpapasan dengan Lia.
"sudah,baru aja naik"
tak bertanya apa apa lagi Athar langsung naik.
pelan dia membuka pintu kamar,Cinta nampak terkesiap dengan kedatangan Athar terlebih dia hanya memakai hot pants dan tank top.reflek dia segera menutup tubuhnya dengan boneka.
"kau...kau sudah pulang ?"tanya Cinta kaku
"hem"
"mau aku siapkan makan ?"tawar Cinta
Athar memang tak menjawab tapi Cinta mendapat perseyujuan dari tatapannya.
Cinta mengambil outer yang tergeletak diatas tempat tidur dan memakainya.Athar mengikuti Cinta yang melangkah ke dapur
"mau makan apa ?"lagi lagi Cinta bertanya dengan bahasa formal
"apa saja"
"mendung,makan yang pedas sepertinya enak"usul Athar
"kamu tahan?"
"baiklah"kata Cinta demi melihat Athar yang mengangkat satu alisnya
Cinta sambil masak terus berpikir si tuan kaya ini tumbenan pulang makan siang ? dia terus saja berpikir hingga dia tak menyadari Athar sudah ada d8 sampingnya.
__ADS_1
"aku bantuin potong sayuran ya"tawar Athar
"nanti kena pisau lagi loh"
"kemarin itu cuma indiden kecil"
"oh...oke"
"aku kira nona bawel cuma doyan makan" ucap Athar tiba tiba
Cinta tertawakecil mengingat porsi makannya jauh lebih banyak daripada Athar.apalagi kalau dia sedang ngerjain tugas atau moodnya sedang buruk.napsu makannya makin gede.
"orang doyan makan itu harus bisa masak"
"kenapa ?"
"yah biar nggak ngeluarin dana banyak kalo makan di luar"jawab Cinta terkekeh
Athar tersenyum samar memperhatikan Cinta yang tertawa lepas.Cinta begutu menggemaskan saat tertawa matanya terpejam dan lesung di pipinya semakin dalam.
"kenapa ?"tegur Cinta
"apa wajahku belepotan ?"tanya Cinta yang sibuk mengusap wajahnya dengan lengan tangannya
sekarang ganti Athar yang tertawa melihat tingkah Cinta yang spontan.perlahan Athar menyibak poni Cinta yang jatuh menutupi mata.Cinta terkesiap tak percaya seolah mimpi mulutnya ternganga antara tersenyum dan melongo.dia hanya tersipu dan salah tingkah.
"mana wortelnya ?"tanya Cinta kikuk
Athar menyodorkan potongan wortel.segera Cinta memasukkannya ke dalam kuah mendidih.tak lama tercium aroma wangi dari masakan Cinta.Athar menyiapkan mangkuk.
wajah Athar terlihat merah biru saat mencicipi masakan itu.Cinta memberi Athar minuman yang langsung habis dalam satu teguk.
"kenapa pedas sekali ?"tanya Cinta
;"tak masalah ini challenge"
Cinta kembali tertawa "kalo ntar sakit perut aku nggak tanggung"
"anggap saja.cuci perut"
baru asyik ngobrol ponsel Athar berdering.ada nama Da in di lsyar ponselnya.
"ada apa Vin?"
"anda ditunggu di ruang meeting,Presdir" ucap Davin dari seberang
sesaat Athar melihat Cinta yang juga memperhatikannya.
"setengah jam lagi aku sampai"putus Athar
"ada apa ?"tanya Cinta
"aku ada meeting"
"nanti malam aku mengundangmu dinner,Davin skan menjemputmu"ucap Athar terburu. buru
"apa ?"seru Cinta
"kau kebiasaan membuat orang berbicara dan mengulang kalimatnya bila bicara denganmu" ujarnya sambil lalu
Cinta masih berdiri mematung,dinner ? Athar mengundangnya dinner malam ini ? hari ini Athar sungguh penuh kejutan.
__ADS_1
tanpa Cinta sadari sedari tadi ada sepasang mata indah yang tengah mengawasinya.yah orang itu adalah Dinar.dia tersenyum puas melihat kedekatan Athar dan Cinta.
***