PERNIKAHAN UNTUK CINTA

PERNIKAHAN UNTUK CINTA
Bab 8 Cinta Tak Mau Berhutang


__ADS_3

 


Cinta mematut dirinya di depan cermin nakas,dia memakai sweater biru dongker dengan kerah berdiri untuk menutupi bekas luka di dagunya.sialan benar tuh tuan kaya,kekasarannya seperti momok untuk Cinta.



Cinta menggerai rambut panjangnya dan diletakkan di depan dada untuk mrnutupi lehernya dari arah samping.dia meraih tas dan laptop yang ada di atas tempat tidur.


di meja makan semua sudah berkumpul untuk sarapan.Athar menatap Cinta yang hari ini tampil tertutup.begitu juga dengan Dinar.


 


"selamat pagi,maaf Cinta terlambat"salam Cinta


"nggak papa Sayang kita baru mulai"ucap mama Sherly


"duduk samping Dinar sini kak" seru Dinar


"oh...iya"sahut Cinta seraya berjalan memutari meja menuju kursi sebelah Dinar


"seberapa banyak kissmark yang ditinggalkan oleh kakak sampai kamu tutupi gitu?"bisik Dinar saat Cinta baru saja duduk


semua pandangan jadi terarah kepada Cinta. dia tersenyum hambar kissmark ? kissmark model cap jari itu iya.


"kayaknya kak Cinta saltum deh,entar nggak kepanasan apa pake sweater cuaca begini?" ucap Dinar setengah meledek


Athar menatap Cinta sementara yang ditatap tepekur dengan makanannya.papa Igun berdeham memberi isyarat kepada Dinar.


"Dinar,udah jangan goda kak Cinta!"tegur papa Igun


"siapa yang goda ? cuaca hari ini kan panas" kilah Dinar


"kan ada AC mbruuttt"potong Thiar


"eh,,,kak Cinta hari ini aku di jemput pacar ku,kita nggak bisa barengan ke kampusnya" ucap Dinar seraya minum jus


"emm...nggak papa aku bisa naik taksi"sahut Cinta


"eeehhh...kok naik taksi ? biar dianterin Athar aja"sela mama Sherly


"aku buru-buru mam"tolak Athar dingin


"udah nggak papa mam.Cinta bisa naik taksi ato nebeng temen"putus Cinta


"nggak boleh,Athar antar Cinta!" titah sang mama


Athar menatap Cinta seolah meminta Cinta untuk menolak perintah mamanya itu.


"ayo...nggak usah melototin Cinta.cepet anterin"sindir mama Sherly


"Cinta berangkat dulu kalo begitu"pamit Cinta


Cinta menyalami semuanya dan berlari kecil mengekor Athar yang sudah berjalan duluan.


Dinar dan mama Sherly adu toz dan tertawa kecil.Thiar dan papa Igun tampak melongo


"iyesss..."seru mama Sherly girang


"semoga ya mam"ucap Dinar


"he'em"angguk mama Sherly


"ada apa sih mam?"tanya papa Igun penasaran


"papa kepo deh"seru mama dan anak kompak

__ADS_1


***


belum benar Cinta memakai sabuk pengaman Athar sudah melajukan mobilnya dengan kasar membuat Cinta terhempas dan kepala nya terbentur tepian pintu.


"ouch.....!!!!"pekik Cinta sambil meringis memegangi dahinya


"kalo nggak ikhlas mending nggak usah" semprot Cinta


"aku mau turun"


"diam kau!"sentak Athar


"duduk yang benar!"titahnya


Cinta membenahi sabuk pengamannya dan menata duduknya kemudian fokus meng- hadap lurus kedepan.ponsel Athar memekik diatas dasbor mobil.Athar meraba saku jasnya kemudian saku celananya.dia sedikit kesulitan entah apa yang dia cari.sesaat dia meraba saku kemudian kembali lagi menatap jalanan.


"ambilkan handsfree di saku celanaku!"titah Athar datar yang fokus nyetir


"apa?"ulang Cinta


"aku yakin kau tidak tuli,cepetan keburu mati"semprotnya


"nggak mau"tolak Cinta


"cepetan"


"kenapa nggak ambil sendiri"


"kau mau kita kecelakaan gara-gara kita berdebat?"semprotnya


"cepetan!"


"i....iiiyyaaa"


ragu Cinta merogoh saku celana Athar mencari benda yang dimaksud.saku celana itu cukup dalam Cintapun sedikit kesulitan mengambil benda mungil itu.entah kenapa tangan mungil yang kini tengah bergerilya di paha dan pangkal paha Athar seolah membangunkan sesuatu yang selama ini tertidur panjang.


"ini dia!"seru Cinta setelah menemukannya


disempilkannya handsfree itu ke telinga Athar.sepertinya itu telepon dari kliennya,Cinta tak membuat suara agar tak mengganggu.


Athar menurunkan Cinta di pertigaan dekat kampus.Cinta mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Athar.yang disodori tangan tampak kaku menyalami tangan mungil Cinta kalo biasanya Cinta selalu mencium punggung tangan mama atau gema saat bersalaman maka dengan Athar dia hanya menempelkannya di pipi.gadis itu tersenyum dan turun dari mobil.


Athar kembali melajukan mobilnya melesat membelah kemacetan kota Jakarta.dia sudah terlambat menghadiri meeting pagi ini.


pas jam makan siang


"Vin,kemari sebentar"panggil Athar lewat saluran telepon


tak perlu waktu lama untuk Davin tiba di ruangan big bosnya itu.


"ada yang bisa saya lakukan Presdir?"tanya Davin


"pergi ke dealer mobil belilah mobil keluaran terbaru kirimkan ke rumah!"titah Athar


"baik Presdir"


"nanti kirimkan fotonya padaku"


"siap"


Davin menghilang dibalik pintu.kasar Athar membuang napas.lagi-lagi wajah Cinta yang ayu membayang di pikirannya.dia ingat saat wajah gadis itu begitu dekat dengan wajah nya.Cinta ini meleset jauh dari perkiraannya.


dia pikir gadis sembilan belas tahun selain suka hura-hura paling banter hobi nangis.tapi Cinta begitu berani dan tegar.bahkan dia begitu enjoy dengan pernikahan palsu ini.


***

__ADS_1


Cinta terkejut saat pulang dari kampus dia melihat mobil sport warna merah yang masih terbungkus plastik dan pita bertengger di pelataran rumah.mobil siapa lagi ini ? bukankah di garasi masih ada beberapa mobil yang berjajar tak terpakai ?


Cinta berjalan memutari mobil itu dengan takjub.hingga tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara teriakan.


"surprise !!!!"teriak mereka kompak


Gema,mama Sherly,papa Igun,Dinar,Thiar dan beberapa pembantu bersorak kegirangan Dinar berlari menghampiri kakak iparnya itu.


"gimana suka ?"tanya Dinar


"ini...ini untukku?"tanya Cinta seperti orang gagu


"hem..ini hadiah pernikahan dari kakak,keren kan?"seru Dinar sambil memeluk Cinta


bukankah ini terlalu berlebihan?" gumam Cinta


"kamu pantas menerimanya Sayang"ujar mama Sherly


"wei,diam-diam si ansos itu perhatian juga"seloroh Thiar cengengesan


"ini kemana Atharnya?"tanya gema


"masih di kantor, gema"jawab papa Igun


"ini kapan mobilnya dicoba?"tanya Thiar


"yah biar nunggu suaminya dulu" sahut mama Sherly


Cinta sungguh merasa beruntung memiliki keluarga baru seperti mereka.semua anggota keluarga menerima Cinta dengan baik juga begitu menyayangi Cinta.meski dia masih belum bisa menemukan cara untuk mendekati Athar wiraguna.


"Cinta mandi dulu ya"pamitnya


malam ini Cinta sengaja menunggu kepulangan Athar.jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam tapi pintu kamar yang sedari tadi Cinta pantengi belum juga terbuka,entah sudah berapa bungkus snack dan minuman yang dia habiskan.perlahan rasa kantuk menyergapnya,dia mulai merebah diatas sofabed kesayangannya.


pintu kamar berderit Athar masuk dengan wajah lelahnya,dia tertegun melihat Cinta yang tertidur disofa sambil memeluk boneka.


pelan dia menghampiri tubuh mungil itu dan diangkatnya ke atas tempat tidur.dilihat dari dekat wajah Cinta semakin cantik.Athar mengusap ekor poni Cinta dengan lembut.dia tersentak saat Cinta menggeliat dan perlahan membuka mata.Athar agak mundur dari tepian tempat tidur.


"kau sudah pulang?"tanya Cinta sambil duduk


"aku menunggumu tadi"


"tak perlu menungguku"


"aku ingin bicara padamu"


"besok kan bisa"


"biasanya saat aku bangun kau sudah turun" ucap Cinta seraya menggelung rambut panjangnya


"cepat,mau bicara apa"tukas Athar


"ambil kembali mobilnya"ucap Cinta seraya menatap Athar


auto Athar memicing sambil mengangkat satu alisnya


"hutang ayahku saja belum kelar ditambah mobil itu.aku tidak mau berhutang banyak padamu"ujar Cinta


Athar tersenyum kecut "aku berikan mobil itu supaya mama tak punya alasan untuk memintaku mengantarmu"


Cinta menggembungkan pipinya menahan napas lalu dilepasnya panjang "kalo cuma itu aku bisa naik taksi"


"apa kau pikir mama akan membiarkannya?"


"ya sudahlah"sahut Cinta seraya menjatuh kan tubuhnya diatas tempat tidur

__ADS_1


baru tergeletak beberapa detik dia terbangun lagi.dia baru sadar dia berada diatas tempat tidur.seingatnya dia tidur di sofa tadi.dia menengok kanan kiri Athar sudah tak nampak. mungkin sudah di kamar mandi.dia menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya sampai kepala.Athar mengangkatnya ke tempat tidur ??? Cinta tersenyum penuh arti.


,***


__ADS_2