
Athar menyalakan lampu ruang tamu.betapa terkejutnya Cinta saat melihat ruang tamu telah tersulap menjadi lautan boneka ice bear warna putih.entah berapa banyak tak terhitung.tangis Cinta makin pecah.
"aku gak butuh semua ini.aku mau Misio" tangis Cinta
"cermati dulu"ucap Athar
Cinta mengawasi boneka yang serupa itu satu persatu.dari ujung sampai ke ujung.tak lama matanya tertuju pada Ice near yang tepat berada di tengah tengah.
"Misio ......"teriaknya
Cinta berhambur menggabruk tumpukan boneka di hadapannya yang sudah bak salju berwarna putih.di peluknya Misio erat erat.Athar tertegun dan membatin
"bagaimana dia bisa mengenalinya ?"
"Kau tidak waras ya ? bajumu basah nanti mengotori bonekanya" seru Athar
Cinta tak peduli dia tetap saja memeluk bonekanya.semua lampu kembali menyala.mama,papa dan gema menghampiri Athar dan Cinta.
"senang sayang ?" tanya mama Sherly
Cinta mengangguk cepat
"sekarang berikan bonekanya pada mama,Cinta mandi dulu ! bau sekali "ujar mama Sherly seraya memencet hidungnya
"Misio,namanya Misio"ralat Cinta
"iya sayang,biar Misio sama mama"
Cinta hanya nyengir "tapi jangan berikan pada dia "ucap Cinta menunjuk Athar
"tidak sayang,Athar kan harus mandi juga"
"Cinta nitip Misio ya ma"pesan Cinta sambil lalu
"dasar childish"kedumel Athar
Cinta makin terheran heran saat naik ke kamarnya,ternyata boneka ice bear tidak hanya memenuhi lantai bawah.tapi kamarnya
juga.mulai dari keluar dari lift sampai ke dalam kamar.
"untuk apa semua ini ?"tutur Cinta
"yah,nanti kalo Misiomu itu hilang lagi kau punya gantinya"sahut Athar
"aku tak membutuhkan semua ini"
"buang saja"potong Athar singkat
"eh...kan Sayang"seru Cinta
"semua ini milikmu sekarang terserah mau kau apakan"
"bukankah ini pemborosan"ujar Cinta
"uangku tak akan habis hanya karna membeli boneka"
"terus kita tidurnya gimana ?"
"yah diatas boneka"jawab Athar
"tidak marah lagi kan ?"tanys Athar
"aku masih marah,jangan pikir karena Misio sudah ketemu dan kamu memberiku buuaanyaaakk boneka,aku akan dengan mudah memaafkanmu"
"apalagi coba ?"
"gara gara mencari Misio aku nggak makan seharian"ucap Cinta manyun
"mandi sana "usir Athar seraya menoyor lengan Cinta.
"iya...iya...."
Saat beberapa lama Cinta keluar lagi.boneka bonekanya sudah tidak ada hanya tinggal Misio dan satu teman barunya.Athar sudah ganti piyama dan ada makanan diatas meja kecil.
"mandi dimana ?"
"dibawah"
"makanlah"
"apa aku mandi terlalu lama ? kemana bonekanya ?"tanya Cinta heran
Cinta duduk menghadap makanannya
"aku sulap,kau makanlah,aku mau tidur"
__ADS_1
Cinta tertegun menatap Athar tak berkedip.
"kenapa ? kau berpikir kenapa aku begitu baik dan kau mau berterima kasih padaku ? tidak perlu"ucap Athar santai
"kau yang salah padaku.kenapa aku harus berterima kasih ? kalopun kamu bersikap baik padaku.itu adalah penebusan"
"kau terlalu percaya diri nona,aku lakukan ini agar mulut para pembelamu itu bungkam"
Cinta menikmati makanannya sementara Athar terlihat bersin berkali kali.dia mengambil sesuatu dari laci.sepertinya obat.
***
Tumben saat Cinta bangun pagi ini Athar masih terbungkus selimut dengan rapat.perlahan Cinta memberanikan diri mendekati Athar,ditariknya selimut itu.
"hei....."tegur Cinta
Athar tidur mlungker seraya memegangi lututnya.hati hati Cinta meraba dahi Athar.gadis itu berjingkat dahinya panas sekali.mata Athar masih terpejam tangannya gemetaran sepertinya dia kedinginan.
"badanmu panas sekali,kamu demam"desis Cinta
Athar semakin menggigil
"tunggu sebentar,aku bilang mama dulu"
"jangan!"cegah Athar
"kamu demam,aku akan panggil dokter"
Cinta berlari kebawah.di bawah semua sedang sarapan.mama Sherly langsung meletakkan sendoknya saat melihat wajah panik Cinta.
"ada apa sayang ?"
"itu...itu...Mas Athar demam,ma "jawab Cinta
"pasti karna kelamaan kehujanan semalam"ucap papa Igun
"Dinar sayang,tolong telpon dokter keluarga ya"titah gema
"baik gema"
"ayo kita lihat Athar"ajak mama Sherly
Mama Sherly meraba dahi Athar lembut dielusnya bahu putranya itu dengan penuh kasih.gema duduk disampingnya.sementara papa Igun dan Cinta hanya berdiri.
"dari kecil Athar tidak tahan kalo kehujanan Sayaang,ya gini dia langsung demam"cerita gema
Cinta tertunduk rasa bersalah membuncah sampai ke ubun ubun.Cinta merasa begitu egois.
tak lama dokter krluarga datang memeriksa Athar.Cinta turun ke dapur untuk membuat sup jahe.saat Cinta kembali Athar sudah rebahan bersandar gunungan tempat tidur.
Cinta meletakkan mangkuk sup ke atas meja kecil disamping tempat tidur.
"minumlah sup jahe ini"ucap Cinta
"aku malas makan"
"sedikit saja"bujuk Cinta
"ambilkan ponselku"titah Athar
"mau apa ?"tanya Cinta seraya menyodorkan ponsel itu
"Vin,jemput aku sekarang !"ujar Athar setelah beberapa saat
"kau mau kerja ? tidak boleh !"seru Cinta
serta merta Cinta merampas ponsel di tangan Athar
"Presdir sedang sakit,semua urusan tolong kamu handle,Vin"tutur Cinta
"berikan ponselku"
"tidak"seru Cinta seraya menjauh
"kau sedang sakit.tidak boleh kemana mana"
"aku ada meeting penting pagi ini"ujar Athar
"nggak peduli,kamu nggak masuk sehari perusahaanmu nggak akan bangkrut"tukas Cinta
Athar mendengus "kau ini...."
Athar.bangkit mengambil jas di almari dan ganti di kamar mandi.dengan buru buru Cinta mengunci pintu kamar.
Athar menarik gagang pintu tapi tak kunjung terbuka,dia baru sadar pintu terkunci ditatapnya Cinta yang berdiri tak terlalu jauh darinya.
__ADS_1
"berikan kuncinya"bentak Athar
"tidak"
"berikan atau aku ambil secara paksa "ancam Athar
senyum Cinta terkembang dimasukkan kunci itu ke dalam belahan dadanya.Athar meraup wajahnya kesal.
"hheeerrrkkk......kenapa dimasukin kesitu" desis Athar
"ambil kalo berani,"seringai Cinta
"hhaahh...kau benar benar"
Athar memegangi kepalanya yang mendadak pening.Cinta sigap memapah Athar untuk berbaring.
"tuh kan,aku.bilang apa ? hari ini kamu harus istirahat total"
"aku harus ngantor Cinta"
"diam ! atau aku akan mengikatmu" ancam Cinta
"sekarang ayo minum sup jahenya kalo kamu mau sembuh,hem"rayu Cinta
"ayo haaakkk...buka mulutnya"
"nggak..."
"berarti nggak mau sembuh"
"ayo"paksa Cinta
dengan terpaksa Athar menyeruput sup itu.
jika dirasa sup ini lumayan enak.tanpa terasa sup itu tinggal separuh.Cinta menyeka sisa sup di sudut bibir Athar dengan tisu.tanpa sengaja sepasang mata indah Cinta bertubrukan dengan mata Athar sumpah mata bak aurora milik Athar layaknya hipnotis yang memasung hati Cinta.perlahan Cinta menurunkan bola matanya.
"mana ponselku ?"tanya Athar
"mau apa lagi ?"
"aku mau minta Davin untuk membawa berkas yang penting ke rumah"
"biar aku saja"
Cinta mengarahkan ponsel kepada Athar "ayo ngomong"
"telpon Davin"
seketika ponsel menelepon dengan sendirinya
"iya Presdir"ucap Davin dari seberang sana
"Vin,tolong bawakan berkas yang harus ditandatangani ke rumah ya"pinta Cinta
"baik"
"kau dengar kan ? beres"seru Cinta
"kau mau merawatku kan ? jadi buatkan aku makanan yang enak"bperintah Athar
"lah,kok kamu jadi main perintah aja"protes Cinta
"kamu yang minta"
"iya...iya...awas kalo kemana mana"
Cinta membukakan pintu untuk Davin.di meja kerja Athar sudah tersedia camilan dan minuman.Davin menyodorkan berkas kepada Athar.
"bacakan !"titah Athar seraya melempar berkas ke arah Cinta
"kenapa nggak baca sendiri ?"
"kamu yang nglarang aku ngantor kan ?"
Cinta tak berucap lagi.diapun mulai membaca berkas itu.
"terlalu cepat Cinta"tegur Athar
"lambat katanya kayak nyinden,aku cepetin katanya terlalu cepat,auu aahh "geram Cinta
"urus tuh bosmu,rewel"solot Cinta sambil lalu
Athar tertawa geli melihat tingkah konyol Cinta .
"dasar bocah"
__ADS_1
***