
Hari ini secara khusus Athar mengirimkan penata rias ke rumah Cinta lengkap dengan ***** bengeknya.sungguh ini sangatlah tidak nyaman.bukankah ini sangat berlebihan ???
Cinta membelalak saat sang penata rias menyodorkan sebuah gaun warna navy model empire dengan potongan dada yang begitu rendah.bagaimana mungkin Cinta akan memakai gaun seperti itu.
"tolong gaunnya ganti saja!"titah Cinta
"saya tidak berani,Tuan Athar akan sangat marah"tolaknya
"tapi ini terlalu vulgar"
"coba saya konfirmasi dulu"
Penata rias itu menelepon Athar bicara sebentar telepon itu langsung diberikan kepada Cinta.
"berani kau ganti gaun itu,aku bersumpah akan menghukummu"semprotnya sebelum Cinta sempat bersuara
"apa ? kau mau mempermalukanku di depan umum,hah ?aku gak sudi pake baju seronok kek gitu"bantah Cinta
"kau sekarang ini bahkan tak berhak atas apapun yang ada pada dirimu,mrngerti?" bentaknya
Cinta terpejam sambil menghela napas panjang "iya.....aku ini tak ubahnya seperti budak belianmu"tutur Cinta
"pintar....jadi menurutlah"ucapnya melunak
"supir akan menjemputmu jadi bersiaplah"
"baik"
***
Athar dibuat terpukau oleh keanggunan Cinta,gadis sembilan belas tahun yang akan resmi menjadi tunangannya malam ini.
Gaun model empire ini benar-benar mem-pertontonkan lekuk tubuh Cinta yang nyaris sempurna hampir tanpa cela.dadanya yang sintal,pinggangnya yang ramping,tungkainya yang indah disempurnakan dengan wajah oriental.sungguh indah Tuhan melukiskan makhluk hawa bernama Cinta ini.
acara pertunangan ini hanya di hadiri oleh kerabat dan kolega saja.Nyonya Wiraguna tak sekalipun melepas tangan Cinta.dia memperkenalkan Cinta pada kerabat dan kolega keluarganya.
"ya ampun.....tunangan putramu cantik sekali"
"iya dong...putraku kan tampan"
"sudah kerja atau masih kuliah?"
"saya masih kuliah"jawab Cinta
"kamu beruntung sekali Sherly,"
lagi Cinta hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari kaum sosialita itu.matanya berputar mencari keberadaan ayahnya dan kerabatnya.tiba-tiba hatinya begitu nyeri dan ngilu.Cinta ingat ibunya.Cinta bahkan tak pernah melihat sosok ibunya semenjak dia sudah bisa mengenali orang.
"tuhan....tak adakah pilihan lain?"keluh Cinta dalam hati
"kenapa Sayang?"tanya Nyonya Wiraguna
"Cinta,ke ayah dulu ya?"pamitnya
"iya Sayang"
Adnan Pramudya hanya bisa mengulum senyum getir menatap putri semata wayang nya yang sebentar lagi akan menjadi istri orang.dia merutuki dirinya sendiri tapi dia sama sekali tak punya daya upaya apapun.
"bolehkah Cinta mundur yah ?"tanya Cinta dengan tatapan nanar
"Sayang ingin mempermalukan keluarga ini?"
Cinta tertunduk
benar-benar tidak ada pilihan lain.terdengar pembawa acara mulai membuka acara.Cinta terkesiap ketika namanya disebut.Nyonya Wiraguna mengapit lengan Cinta dan mem
bawanya berdiri tepat di samping Athar.
__ADS_1
"hadirin sekalian,malam ini adalah acara pertunangan putra sulung kami Athar Wiraguna dan Anindya Cinta Pramudya"ucap Tuan Wiraguna yang terdengar begitu ber-wibawa
Hadirin bertepuk tangan dan saling berbisik.
Nyonya Wiraguna menyodorkan cincin per-tunangan bertahtakan berlian.sigap Athar meraih cincin itu,dengan bergetar Cinta me-ngulurkan tangannya.Athar menyematkan cincin itu dengan sempurns di jari manis Cinta.sekarang giliran Cinta yang harus menyematkan cincin itu.tapi sumpah tubuh Cinta seakan kehilangan penyangga dan sendi antar tulangnya seolah melumur hingga Cinta hampir tak sanggup berdiri.
"Ayo Sayang,kenapa lama sekali?" desak Nyonya Wiraguna
"i.....i....iyyyaaaaa"ucap Cinta terbata
dengan amat bergetar Cinta mengarahkan cincin itu ke jari Athar.namun.........
KLUNTING
Cincin itu terlepas dan menggelinding kearah hadirin berdiri.sontak suasana menjadi gaduh
pada ribut mencari kemana cincin itu kiranya menggelinding.
"maaf"desis Cinta dengan wajah ketakutan
"dasar ceroboh"dengus Athar
"tidak apa-apa Sayang,pasti ketemu"hibur Nyonya Wiraguna
"cepat cari sana"titah Nyonya Wiraguna kepada Athar
"dia yang menghilangkan kenapa harus aku yang mencari?"kedumel Athar dingin
hampir setengah jam semua hadirin mencari cincin itu hingga akhirnya Thiar yang dapat menemukan cincin itu.
"ayo Sayang,cepat sematkan cincinnya"
"jangan sampai jatuh lagi"ledek Thiar
Akhirnya cincin itu melesak mulus ke jari manis Athar.kini keduanya turun untuk berdansa.Tuan dan Nyonya Wiraguna beserta ayah Cinta mengawasi sejoli yang sudah resmi bertunangan itu dari tempat duduk mereka.
"jangan terlalu jauh berpikir nona,ini hanya lah pencitraan"bisik Athar
"aku tak terlalu bodoh untuk bisa mencerna ucapanmu.jadi tak perlu kau jelaskan dua kali"balas Cinta
"bagus,jadi jangan harapkan apapun dari hubungan palsu ini"
"kau tetaplah dengan tujuanmu dan aku tetap dengan tujuanku.mengerti?"imbuhnya
" M E N G E R T I....me nger ti"eja Cinta
Sungguh sebenarnya dalam hati Cinta luluh lantak.pernikahan macam apa yang akan dia jalani nanti ? pernikahan tanpa Cinta ? ibarat kapal berlayar tanpa navigator.lalu mau dibawa kemana pernikahan ini ? akan bertahan sampai berapa lama ??? kepala Cinta berdenyut-denyut memikirkannya.
*****
Athar membolak balik katalog gaun pengantin yang disodorkan oleh Davin asistennya.di lemparnya katalog itu serampangan yang langsung dipungut kembali oleh Davin.
ponsel Athar berdering tertera nama "Mama"
di layar utama diangkatnya telepon itu malas.
"Ma,jangan pusingkan Athar dengan hal receh seperti itu"ucap Athar mendahului sang mama
"apapun yang mama pilih pasti Athar suka dan pasti Athar pakai"ujarnya
"tapi Sayang,ini hari besarmu dan mama mau kau ikut terlibat.mama ajak Cinta untuk fiting gaun!"kata sang mama
"Athar sibuk"
"ini perintah kau dengar?"seru sang mama
"oke....oke....."sambung Athar kesal
"mama dan Cinta akan pergi duluan dan awas kalau sampai kamu tidak menyusul "ancam sang mama sebelum telepon di tutup
__ADS_1
"damn"umpatnya kesal
Davin hanya diam melihat amarah atasannya yang meletup-letup.
"Saya siapkan mobil Presdir?"tanya Davin takut-takut
"tidak perlu !aku pergi sendiri kau handle saja pekerjaanku di laptop"pesan Athar
"baik Presdir"
"segera telepon aku jika ada masalah"ucap Athar sambil jalan
dalam perjalanan Athar tak henti mengumpat sumpah ! kenapa harus ada hari ini ? hari yang sama sekali tak dia pikirkan pernikahan ? adalah satu hal yang sangat dia hindari.dia benci komitmen.dia benci cinta tepatnya dia benci wanita.
"akhirnya kau datang juga Sayang"sapa Nyonya Wiraguna
Athar memandangi Cinta yang sudah memakai kebaya warna putih.tentu Cinta merasa gugup dipandangi sedemikian tajam.
"Ma,ini acara nikahan bukan mau pergi kondangan.kenapa kampungan sekali" seru Athar geram
"ikut aku"ajaknya
"aku tidak mau kalo seronok seperti kemarin"protes Cinta saat keduanya sudah terpisah dari Nyonya Wiraguna
mata Athar auto melotot "tutup mulutmu"
"kau mau pake kebaya norak ini agar aku malu hem?"semprot Athar seraya menjenjet kebaya Cinta
"ya...ya...ya...kau tidak mau malu terus bikin aku malu"cibir Cinta dengan mata memicing
"diam kau!"bentak Athar
"budak belian tak punya hak bersuara"
Cinta ganti yang melotot mata indahnya membulat sempurna "kau !!! budak belian juga manusia yang punya hati"balas Cinta tak kalah
"kau dengar bawel ! mulai hari ini matikan hatimu kalo kau tak mau makan hati"
"denganku kau hanya punya satu kata,IYA" ucap Athar tepat di telinga Cinta
"anda terlalu percaya diri Tuan Narsis"cibir Cinta
"disini uang yang berbicara nona bawel"balas Athar
Athar berkeliling mengawasi kebaya yang berjajar rapi.matanya berhenti disatu sudut dimana terdapat kebaya yang nampak begitu elegan.
"Mbak,tolong yang itu!"ucap Athar menunjuk kebaya incarannya
"baik"
"mari saya bantu mencobanya!" ucap sang pemilik butik
tak lama Cinta keluar lagi sudah memakai kebaya yang dipilihkan oleh Athar.mau diakui atau tidak Cinta memanglah menawan.Athar lagi-lagi di buat ternganga namun segera dia sembunyikan kekagumannya itu.
"Cinta Sayang kau cantik sekali!"puji mama Sherly
"postur tubuh Mbak Cinta proporsional sekali gaunnya langsung pas melekat ditubuhnya" imbuh yang punya butik pula
"pokoknya saya mau putri saya tampil sempurna"ujar mama Sherly
ponsel mama Sherly berdering menggema di seluruh ruangan.mama Sherly berjalan menjauhi Athar dan Cinta.
"urgent ? saya harus kesana?"seru mama Sherly dengan suara agak keras
"iya...iya...saya akan segera kesana" putusnya
mama Sherly kembali menghampiri Athar dan Cinta dengan wajah panik.
"Sayang,EO nya ada sedikit masalah.mama diminta kesana.nanti tolong kamu antar Cinta ya,masalahnya tadi Cinta pergi sama mama" pamitnya
"antar Cinta pulang ! kau dengar?" seru mama Sherly pas di ambang pintu
Di dalam mobil mama Sherly tersenyum puas.dengan memberi keduanya waktu dia berharap akan terbangun komunikasi yang baik antar keduanya.
tapi apa ? tak tercipta apapun diantara Athar dan Cinta.karena keduanya saling bungkam tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.bahkan saat Athar menurunkan Cinta di pelataran rumahnya.say good bye pun tidak.
*******
__ADS_1