PERNIKAHAN UNTUK CINTA

PERNIKAHAN UNTUK CINTA
Bab 23 Mengenalmu


__ADS_3

"ingat satu hal,aku tidak suka kau berpakaian sexy saat jalan bersamaku" ujar Athar saat baru menginjakkan kaki di Lombok


"kenapa nggak jalan sama cewek yang pake syar'i sana"kedumel Cinta


"ngomong apa ?"


"enggak...."


Cinta menyeret kopernya menuju kamar Athar menaruh pakaian suaminya itu ke dalam almari lalu keluar menuju kamarnya.mana ada honeymoon kamarnya terpisah ?


Hari sudah gelap saat mereka tiba di Lombok.Cinta membersihkan diri dan berganti pakaian.saat keluar dari kamar mandi terlihat Athar sudah duduk di sofa,dia sudah terlihat rapi dan selalu tampan.


"siap makan malam ?"


Cinta hanya mengangguk


Tak ada obrolan yang berarti saat makan malam.hanya saja mereka jadi pusat perhatian secara orang Indonesia timur penampilannya sungguh jauh berbeda dengan Cinta dan juga Athar.


"jangan melihat mereka seperti itu !" tegur Athar saat Cinta menatap pengunjung restoran dengan sinis


"mereka melihat kita tanpa berkedip,risih" ketus Cinta


"mereka kan tuan rumah dan kita orang asing.wajar kalo mereka lihat kita seperti itu"ujar Athar


"mereka akan menganggap kita tak ramah kalau kamu menatap mereka seperti itu"imbuh Athar


Cinta mendengus sebal.biar saja dianggap tidak ramah daripada di pelototin sampek bola mata mereka mau copot.Cinta buru-buru menghabiskan makanannya dan kembali ke kamarnya.


\=\=\=\=\=\=


PANTAI PINK LOMBOK



"Haaaaahhhh......!" teriak Cinta saat pagi ini dia tiba di zpantai Pink.mereka melihat sunrise yang luar biasa indahnya.


"ini indah sekali !"seru Cinta


Athar duduk diatas pasir putih mengawasi Cinta yang berlarian kesana kemari.membangun istana pasir dan bermain air.Cinta terlihat berfoto selfi sambil nyengar nyengir.diam-diam Athar meng-candid Cinta yang sibuk di tepi pantai.


"Mas tolong fotoin !"pinta Cinta


"kan bisa selfi"


"pengennya difotoin"rengek Cinta


Athar meraih canon yang terulur padanya dan menjepret Cinta beberapa kali.




Dasar Cinta masih kayak bocah nyerot banget sama air.puas bermain air Athar mengajak Cinta ke tempat lain.tempat yang tak kalah indah pastinya.medan yang terjal dan curam membuat Athar tz melepas tangan Cinta.


"takut ?"


Cinta menggeleng


"kita mau kemana ?"


"kau lihat tebing itu ?" tunjuk Athar


Cinta mengangguk


"pasti akan sangat indah bila kita melihat panorama dari atas tebing"


Mereka sudah berjalan jauh meninggalkan orang-orang yang asyik bermain di pantai.mereka menaiki perbukitan untuk sampai di tebing.


"Mas.....kapan kita sampai ?" rengek Cinta


"sebentar lagi"


"kakiku sudah tak mampu berjalan lagi,Mas"


Athar berjongkok di depan Cinta,mengisyaratkan agar Cinta naik ke atas punggungnya.


"ayo naiklah" seru Athar


Dengan ragu Cinta memeluk leher Athar dari belakang dan Atharpun bangkit.tak butuh waktu lama mereka tiba di atas tebing.sungguh rasa lelah menaiki tebing terbayar oleh panorama pantai Pink yang begitu cantik jika di lihat dari atas tebing.


"aaaaaaahhhhh....!"teriak Cinta


"uuuuuuuuuu......!"


Cinta mengikuti Athar yang duduk di tepian tebing,Athar mengeluarkan makanan dan minumsn yang tadi di siapkan Cinta sebelum berangkat.


"ini tempat yang sangat indah bukan ?" ujdar Athar


"indah sekali"sahut Cinta


"Indonesia punya segudang spot wisata yang tak kalah indah dari negara Eropa" kata Athar sambil mulai ngemil


"emm...kearifan lokal yang patut kita banggakan"


"setelah ini kita akan ke Labuan Bajo dan Raja Ampat" cerita Athar


"setuju,dua tempat itu surganya diving"timpal Cinta


Athar menoleh ke arah Cinta,gadis itu cuek dengan terus mengunyah biskuit.


"kamu suka diving ?"


"nggak suka,cuman pernah mencoba" ujar Cinta


"waktu 19 tahunku lebih banyak aku gunakan untuk belajar,makanya diumurku ini aku sudah hampir selesai S1" tutur Cinta panjang lebar


"sampai lupa untuk bersenang senang"


"bukankah itu bagus ? fokus belajar ?"


"apa bagusnya ? aku pikir setelah belajar aku bisa kerja dan menikmati masa mudaku ? tapi apa ? aku justru terjebak denganmu" keluh Cinta manyun


Athar menghela napas panjang "bukankah selama ini aku membebaskanmu ?"


Cinta terdiam


"apa kamu merasa menyesal menikah denganku ?" tanya Athar

__ADS_1


"apa kau berpikir untuk minta berpisah denganku setelah beberapa waktu ?" todong Athar lagi


Cinta terkesiap dia tak menyangka kalimat itu akan keluar dari bibir Athar.Cinta memang terkadang bosan dengan sikap dingin Athar.tapi untuk minta pisah ? Cinta tak pernah berpikir sampai ke sana.


"mungkin dengan pisah kamu jadi bisa mengejar cita-citamu kembali"imbuh Athar


"memang benar,aku terkadang bosan menjalani hubungan tidak sehat ini,aku capek menghadapi sikap dinginmu,kasarmu,cuekmu bahkan penolakanmu.tapi aku bisa apa ? Ayahku masih sangat bergantung dengan keluargamu" terang Cinta getir


"bukankah aku hanya bisa berkompromi dengan keadaan ? atau kamu yang ingin berpisah dariku ?"


Hati Athar terasa membeku.selama ini dia begitu egois tak pernah sekalipun memikirkan perasaan Cinta.hampir delapan bulan bersama,tinggal di dalam kamar yang sama tapi mereka seperti orang asing.


"semua butuh proses Cinta.sebelum terbentuk menjadi awan.air laut mengalami proses yang cukuup panjang" ujar Athar pelan


"semoga saja dalam masa berproses itu,air tidk menemukan muara lain" ujar Cinta yang menatap luruz ke ombak pantai


"kau pasti tau,meski lewat jalur apapun air hanya bermuara pada satu tempat yaitu laut" kata Athar yakin


"sok puitis" cibir Cinta serays menoyor lengsn Athar


"lah benar kan ?"


"itu kata pembelaan buat fakboy" tawa Cinta


Keduanya jadi saling memukul lengan sambil tertawa.tak terasa hari sudah semakin siang.matahari terik tepat diatas ubun-ubun.Athar menggendong Cinta menuruni tebing.hari agak sore saat mereka tibakembali ke tempat mobil yang mengantarkan mereka ke pantai terparkir.tapi keduanya tak menemukan mobil itu.


"Mas...kemana mobilnya ?" tanya Cinta panik


"tenanglah biar aku telpon"


Lama sekali tak ada jawaban,Athar mencoba menghubunginya berkali kali.Cinta sudah mulai gusar.


"kita pulang pakai apa ?"


"bagaimana kalau kita cari tumpangan ?"usul Athar


Cinta mengangguk


Baru berjalan sebentar ada mobil bak terbuka yang membawa rombongan ibu-ibu yang berhenti di depan mereka.


"boleh kami menumpang ke desa terdekat ?" tanya Cinta


"oh boleh"


Athar membantu Cinta naik ke mobil bak terbuka,para ibu langsung histeris mengerubuti Athar seperti semut.


"ya ampun....kau tampan sekali" seru mereka


Athar melepas kemejanya dan memakaikannya ke tubuh Cinta.tentu saja para ibu semakin berteriak melihat badan Athar yang kekar Atletis.


"mau ya jadi menantuku ? anakku cantik kali" seru salah satu dari mereka


Cinta mendengus sebal.mereka tak melihat apa ? Athar merangkul Cinta.masih di tanya mau jadi menantunya ?


"ah tidak ! tidak ! lebih baik jadi menantuku.tanahku luas" timpal yang lain


"ibu.....dia ini duami saya" potong Cinta yang sudah tidak tahan lagi


"ah...aku kira dia kakakmu"


"iya,kami di tinggal mobil yang mengantar kami.apa masih ada angkutan ke kota ?" tanya Cinta


"nggak ada,besok baru ada"jawab mereka


"apa ada penginapan di sekitar sini ?"tanya Athar


"sudah kelewat"


Hhuuffttt...


ini mah namanya kesialan yang terindah,terdampar di tempat asing bersama orang asing.sungguh sempurna !


"nginep di rumah saya saja cantik" ucap seorang nenek yang sedari tadi diam


"apa nanti tidak merepotkan ?" tanya Cinta


Athar menatap Cinta tajam "kau mau menginap di tempat orang asing ?"bisik Athar


"mau ? tidur di gardu semalaman ?"balas Cinta


"nenek bukan orang jahat kok ganteng" ucap sang nenek


Athar dan Cinta sama-sama nyengir.tak lama bak terbuka itu tiba di sebuah desa.semua penumpang turun.ternyata. mereka tetangga satu desa yang sedang piknik.lagi-lagi para ibu itu saling berebut agar Athar mau menginap di rumah mereka.


"kami mau menginap dirumah nenek saja" kata Cinta seraya menggandeng tangan sang nenek


"mari Nek !"ajak Cinta


Athar dan Cinta saling pandang saat sampai di rumah sang nenek yang yang memperkenalkan dirinya sebagai Nenek Ginting.rumah itu amat sangat sederhana.biliknya dari papan dan lantainya juga dari papan.Athar tertawa saat melihat Cinta memijakkan kakinya dengan takut-takut.


"jangan takut cantik,ini tidak akan roboh" kata Nenek Ginting


"Cinta baru pertama kali singgah di tempat seperti ini"


"kalian dari Jakarta ya ?"


"iya Nek,kami sedang piknik"


"kalian pasangan yang sangat serasi"


Nenek Ginting menggelar tikar yang sudah pudar warnanya.Athar dan Cinta duduk bersila.Nenek Ginting masuk dan sesaat keluar lagi membawa dua gelas air.


"terima kasih Nek"


"kalian pasti capek,bagaimana kalau mandi dulu ?" ujar Nenek Ginting


"iya Nek"


Cinta mengikuti masuk ke sebuah bilik yang hanya tertutup tirai lusuh.lagi-lagi Cinta tertegun.tempat yang di bilang kamar mandi itu hanyalah kotak kecil yang di dalamnya berisi ember besar dan sebuah gayung.mana airnya ?


"biar Nenek ambilkan airnya"


"ambil dimana ?"


"disana"


Nenek Ginting menunjuk sebuah pipa sedang yang menempel pada benda yang sepertinya dari semen.

__ADS_1


"itu apa ?"


"ini namanya sumur pompa" jawab Nenek Ginting yang sudah membawa timba air


"lalu bagaimana cara mengambil airnya ?"


Nenek Ginting menaruh timba air di bawah pipa 6ang berlubang,setelah itu menekan gagang pipa itu perlahan dan airpun mengalir mengisi timba.


Cinta merasa iba melihat Nenek Ginting yang kepayahan memompa pipa itu.


"sini biar Cinta saja,Nek"


"memang Cinta bisa ?"


"hem"angguk Cinta


Ternyata memompa air tak semudah yang Cinta bayangkan.ini lumayan berat.tanpa Cinta sadari Athar memperhatikan Cinta yang sibuk mengusung air menuju kamar mandi.hati Athar berdesir Cinta tak terlihat canggung dia malah begitu bersemangat.dia bahkan tak mengeluh.Athar turun menghampiri Cinta.


"kamu yang usung biar aku yang pompa" kata Athar


Cinta terkesiap dia menatap Athar tak percaya "hem"angguk Cinta gugup


Mereka mengusung air dan memompa sambil bercanda,sesekali Cinta menciprati wajah Athar dengan jail.Athar hanya tertawa.


DEGH


Hati Cinta berdesir Si wajah beku ini bisa tertawa juga ? dan tawa itu makin memancarkan ketampanannya.menyejukkan hati Cinta yang selama ini hampa.


"Aku jadi basah,Cinta"seru Athar


"mandi aja sekalian,aku mau lihat Nenek"ucap Cinta


Cinta membantu Nenek Ginting yang sedang memasak di tungku. entah apa namanya yang jelas Cinta potong saja sayurannya sesuai perintah Nenek.karna tak terbiasa masak di tungku Cinta sampai nangis dan batuk-batuk.


"tidak usah bantu,kasihan Cinta"


"nggak papa Nek"


Athar yang baru selesai mandi segera menyusul Cinta yang masih memasak dengan Nenek Ginting. Cinta hanya nyengir menampakkan wajahnya yang belepotan.


"sini duduk sama Nenek"


"Cinta mandi dulu.bau asep"


"kalian sudah lama menikah ?"


"8 bulan,Nek ?"


"belum punya momongan ?"


Athar terdiam,anak darimana ? Cinta bahkan sama sekali tak tersentuh.tapi sungguh hari ini.melihat Cinta hati Athar tergerak.Cinta begitu berbeda dengan gadis yang dia kenal.tidak takut hidup susah.tidak merendahkan orang lain.penuh kasih sayang dan kelembutan.


"kamu beruntung sekali.Cinta itu cantik tapi sangat mandiri,tidak takut susah padahal nenek tau dia pasti tak pernah menimba air"


"iya Nek"


"jangan sia-siakan dia"


"kamu belum tentu menemukan gadis lain sebaik Cinta"


Athar hanya manggut manggut


Cinta keluar menggunakan daster milik Nenek Ginting.daster yang di pakai Cinta nampak kedodoran karna Nenek Ginting tinggi besar dan gemuk.mereka bertiga makan bersama meski sederhana tapi entah kenapa Athar sangat menikmatinya.terlebih mengingat usaha Cinta yang sampai belepotan karna masak makanan ini.


"Mas....cobain ini deh"kata Cinta


Cinta menyodorkan sepotong sayur hijau yang langsung di santap Athar tanpa ragu.


"ini enak"sahut Athar


"kamu cobain yang ini"


Athar menyuapkan sesendok kuah kuning ke mulut Cinta sambil tersenyum Cinta menyeruput suapan itu.Nenek Ginting tersenyum senang melihat kemesraan keduanya.


"uemm enak,Mas"seru Cinta dengan mulut penuh


"aku mau saat kita pulang nanti kamu masakkan ini untukku" kata Athar


"ikan kuah kuning ini paksi ikan apa Nek ?" tanya Cinta


"ika. apa saja boleh cantik"


"ini enak sekali kayak masakan mbok Narti" kata Athar


"Cinta mau belajar masak sama Nenek biar tambah jago"


"harus itu,seorang istri harus pandai masak.kata orang cara ampuh mengambil hati suami ya lewat perut"ujar Nenek Ginting


"ya iyalah Nek,masa dari leher" canda Cinta


"maksudnya lewat makanan cantik"balas Nenek


Mereka tertawa lepas.Nenek Ginting bercerita tentang snsk dan cucunya yang tinggal di luar Pulau Lombok yang sudah lama tak pulang.menunjukkan foto keluarga sang anak.dan ternyata menantunya bekerja di Papua.


Setelah larut Nenek Ginting mempersilahkan Athat dan Cinta untuk istirahat.Nenek membawa mereka ke sebuah bilik.menggelar kasur lantai dan selimut tipis.tak lupa menyalakan obat nyamuk.


"kalian istirahatlah,Nenek keluar dulu"


Cinta duduk di kasur lantai itu sambil tengok kanan kiri.sangat sempit.yang ada dia dan Athar akan tidur berhimpitan.Athar batuk-batuk dia tidak tahan dengan asap obat nyamuk.Cinta buru-buru menjauhkannya.


"kamu tidurlah"kata Athar sambil duduk


"sempit sekali kita akan berhimpitan"kata Cinta


"aku bisa tidur sambil duduk"


"mana boleh seperti itu"tukas Cinta


"kita tidur sama-sama miring saja" usul Cinta


"tidurlah bawel"seru Athar


Karna merasa sangat lelah dan mengantuk akhirnya Cinta terpejam dalam posisi miring.setelah dirasa Cinta sudah terlelap Athar menyusul tidur ambil posisi miring menghadap Cinta.dia kagumi gadis itu dalam hati.seperti malam-malam sebelumnya Athar akan selalu mengecup bibir Cinta sebelum dia tidur.


\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING

__ADS_1


__ADS_2