
"tuhan kenapa engkau berikan hamba mu ini suami yang brengsek itu tuhan?" ucap Nina sambil menangis.
.
.
20 menit kemudian
Nina pun pergi keluar,meskipun di bagian itu nya masih sakit.Nina masih tetap bisa menahannya.
"sial gara-gara brengsek itu,gue kesulitan untuk jalan.untuk turun ke lantai 1 aja butuh waktu 10 menit" umpat Nina.
di saat ia keluar dari hottel tersebut Nina langsung di suruh masuk ke dalam mobil yang sudah dari tadi menunggunya dan di dalamnya pun terlihat sosok lelaki yang Nina benci.
Nina segera masuk dan duduk di bagian depan tepatnya di dekat sopir.
"kamu ngapain duduk di depan?" tanya Dimas heran dengan kelakuan Nina yang memutuskan untuk duduk di kursi depan bukan di dekatnya.Nina tak menghiraukan ucapan Dimas.
"jalan pak!" perintah Nina kepada sopir.lalu Nina menyenderkan kepalanya ke sandaran tempat duduuknya.Dimas yang kesal karna di cuekin pun mulai kesal.di perjalanan ia cuma diam di belakang.
"kurang ajar nih cewek....gue nungguin lu di mobil ini sampe mendidih.....udah lama bukannya minta maaf malah gue di cuekin" gumam Dimas di dalam hati.
__ADS_1
.
.
20 menit kemudian.
merekapun sampe dirumah orang tuanya Dimas.Nina memutuskan untuk turun duluan lalu meninggalkan Dimas yang masih kesal terhadapnya.
"bener-bener ni cewek gak nganggap gue ya?" sambil turun dari mobil.dengan melihat Nina yang berjalan secara perlahan-lahan membuat hati Dimas merasa bersalah
"apa gue terlalu kasar ya sama tu cewek....padahal dia gak ada salah ama gue?" tanpa basa-basi lagi Dimas langsung menggendong Nina masuk ke dalam rumahnya.Nina yang kaget akan perlakuan Dimas pun memberontak.
"turun kan saya!" bentak Nina.
"dasar psikopat!" ucap Nina,Dimas pun hanya tertawa mendengar ucapan dari Nina yang terasa menggemaskan buat Dimas.
"anak mama dan menantu mama udah pulang?" ucap mama Dimas.
" ya ni ma....kami istirahat dulu ya...semalam kami berdua kurang tidur jadi kurang istirahat ni!" lalu pergi ke lantai 2, sambil menggendong Nina naik dan masuk ke dalam kamar lalu mendudukannya di kasur.
mama Dimas yang meliat kelakuan romantis anaknya itu kepada menantunya cuma bisa tersenyum-senyum.
__ADS_1
"hmm...ni kamar atau kandang kambing sih? kok berantakan banget!" ucap Nina sambil melihat kamar Dimas yang luas tapi masih berantakan.
"kamar lah...ya kalau berantakan itu sih wajar namanya aja kamar laki-laki" ucap Dimas santai.
"hmm...saya mau ke bawah dulu mau ngomong sma bokap soal bisni dan kamu istirahat aja di sini,nanti kalau mau apa-apa tinggal panggil bibi Iyem" lalu Dimas pun pergi meninggal kan Nina di kamar.
Nina yang tidak bisa tenang melihat sebuah kamar yang berantakan itu pun langsung membersihkannya.meskipun sedikit kesakitan dan susah untuk bergerak.
2 jam kemudian
setelang membersihkan kamar ia pun merebahkan badannya di atas kasur yang lumayan luasa dan empuk.
tak lama kemudian Dimas pun kembali ke kamarnya,dia pun kaget melihat kamarnya sudah rapi dan bersih dan dia pun melihat wanita yang ia sakiti tadi pagi itu tertidur di atas ranjangnya.Dimas pun mendekati Nina yang masih tertidur,niat awalnya ia mau membangunkan Nina untuk makan siang akan tetapi niat itu ia urungkan karna melihat wajah Nina yang begitu kelelahan.
"ni cewek bener-bener berbeda dengan cewek-cwek yang di luar sana" gumam Dimas.
.
.
.
__ADS_1
tunggu episode selanjutnya ya.
jangan lupa vote nya biar makin semangat akunya bikin cerita....dan jangan lupa komennya,mana tau bisa jadi inspirasi dalam ceritaku nanti😉