Pertengkaran Cinta

Pertengkaran Cinta
bekerja


__ADS_3

"hari pertama kerja gue harus maksimal,agar Dinda gak kecewa dengan performa gue dan di tambah lagi gue sahabatnya and bokapnya kayaknya percaya banget sma gue" gumam Nina di perjalan.


.


.


Sesampainya di kantor.


"gue harus kemna dulu?"sembil meliat-liat keadaan kantor yang sudah mulai rame.


"kayaknya gue ke resepsionis dulu deh" terus berjalan ke meja resepsionis.


"hmm...maaf,boleh saya bertanya?" dengan sedikit terbata-bata.


"oh ia.....ada yang bisa saya bantu?"sambik berdiri dari tempat duduknya.


"jadi gini saya sekretaris baru pak direktur,jdi saya masih bingung mau ngapain dulu.jdi saya harus bagaimana duku ya mbaaaa Sisi?"sambik meliat kartu tanda pengenal si resepsionis.


"oohh...anda Nina?"


"ia saya Nina"


"anda langsung masuk ke ruangan pak direktur saja dan disana sudah d sediakan meja untuk anda....posisinya didekat sekretaris satria"jawab Sisi


"ou...makasih ya mba Sisi...kalau begitu saya ke atas dulu ya mba...permisi"berbalik dan langsung pergi ke lantai 3 tempat dimna ruangan pak direktur.


.


.


tok.....tok....tok.....


"masuk.......eh kamu Nina!"

__ADS_1


"ia kak....eh......pak Satria,pak direktur belum datang pak?"tanya Nina,karna merasa canggung berhadapan dengan Satria.bukannya dia memiliki perasaan terhadap Satri tapi karna Nina akan menjadi sekretaris pak direktur juga.


"panggil aja kak Satri,toh selisih umur kita gak terlalu jauh...dan saya masih lajang"jawab satri santai.karna melihat kecanggungan Nina,Satria langsung menunjukkan meja Nina yang berada di sebelah mejanya "Nina ini mejamu,mulai sekarang kamu akan duduk disini dan kamu akan membantu saya untuk meringankan tugas-tugas saya,dan kamu juga gak usah merasa kalau saya ini musuh kamu.saya orangnya santai karna saya tau kalau kamu akan bekerja untuk mengisi waktu liburmu saja...untuk kedepannya kita harus bekerjasama ok..." senyum dan menjukurkan tos .


"siap kk.." dan membalas tos dari Satri.


"baik lah.....sekarang mari kita mulai bekerja" langsung duduk dan melihat layar leptop


.


.


jam istirahat


"Nina" panggilan itu pun membuat Nina mencari arah datangnya panggilan tersebut.tak disangka teman-teman Nina datang untuk mengajaknya makan bersama


"eh....lu pada kok bisa disini?"tanya Nina bingung melihat kedatangan Dinda dan Vivian.


"Na ruangan lu dimna?"tanya Vivian yang tang memperdukikan lirikan dri sahabatnya tersebut.


"gue di ruangannya pak di rektur deket kk satria"jawab Nina santai


"ha????deket kak satria??dan lu panggil dia apa kakak????"dengan ekspresi kagetnya Vivian.


"ia,dia yang nyuruh gue panggil dia kakak dan gue duduk agak jauhan kok dari kak Satria,dan lu santai aja gue gk akan ngambil gebetan sahabat gue sendiri"jawab Nina santai,karna sudah merasa lelah dalam bekerja dan lagi gak mau berdebat dengan Vivian si bucin.


"awas ya kalau lu ebat,gue gak akan anggap lu lagi sahabatnya"kedua sahabatnya pun kaget mendengar ancaman dari Vivian.


"lu ***** ya,masa lu lebih menting in tu cowok dari pada sahabat lu sendiri"bantah Dinda dengan nada yang sedikit emosi dengan sikap Vivian .


"hahahaaah.....gue cuma bercanda doang kok,lagian gue percaya Nina"sambil merangkul kedua sahabatnya dan mengajak mereka ke kantin untuk makan.


.

__ADS_1


.


jam pulang


"bentar lagi pulang,gue siap-siap dulu deh"guman Nina di dalam hati dan mulai merapikan mejanya.


"Nin...."panggil Satria.


"ia kk"jawab Nina santai dan masih melanjutkan kerjanya yang mau siap-siap pulang.


"hmmm....tadi Vivian kesini ya?"


"ia kak,ada apa emangnya kak?"


"maaaff sebelumnya...tadi saya mendengar semua ucapan kalian"dengan sedikit merasa bersalah.


"ia gpp kok kak....sebenernya Vivain itu suka sama kakak,tpi kakak nya aja yang gak peka"lalu mengambil tas untuk segera pulang ke rumah.


deg....deg....deg...


"apa bener dia suka kepada saya?"tanya Satria yang sedikir ragu akan apa yang dikatakan Nina.


"ia kak...dan tujuan awalnya kesini itu mau ngajak kakak makan,tpi kakaknya gak ada"


"oohhh...tadi saya ke toilet dulu......hmm....boleh saya minta nomor telvon Vivian Nin?" dengan agak ragu karna takut kalau Nina akan menolak memberikan nomor telvon orang yang dia suka.


"ohh....ni kak"lalu menyebutkan no Vivian.


"ya udah aku pulang dulu ya kak"dan pergi meninggalkan Satria sendiri di ruangan presdiri sendiri.


.


.

__ADS_1


__ADS_2