
"dan sekarang aku bersantai denganmu di sini.." ucap Dimas yang mukai mendekati Nina.
"hmm....oh ya apa aku boleh bertanya?" tanya Nina.
"silahkan...." sambil menggandeng tangan Nina menuju tempat duduk yang berada di tepi taman mini tapi indah itu.
"sudah berapa kali kamu mengajak perempuan untuk tinggal disini?" tanya Nina yang mulai penasaran akan jawaban sang suami,deg degan pasti tapi ia harus siap untuk mendengarnya.
"cuma kamu yang pertama dan yang terakhir" ucap Dimas singkat.
"ha?" Nina kaget,ia tak menyangka apa yang ia dengar malah membuatnya benar-benar merasa bersyukur.
"kenapa?" tanya Dimas yang melihat istrinya itu berteriak karna kaget akan jawaban yang ia sampaikan.
"aku kaget aja....masa kamu gak pernah membawa perempuan kesini untuk apa-apa gitu" pikiran Nina benar-benar macau di saat membayangkan ada perempuan yang melakukan hubungan suami istri kepada suaminya tanpa adanya surat menikah.
__ADS_1
"ya memang itu nyatanya....aku memang di kelilingi wanita-wanita cantik tapi kamu tenang aja tak ada di antara mereka aku sentuh seperti apa yang kamu pikirkan saat ini" ucap Dimas yang tau apa yang dipikirkan oleh Nina.
"lalu?? mantanmu tak pernah kamu ajak kesini?" tanya Nina yang teringat akan Sinta mantan kekasih Dimas.
"tidak....begini ya sayangku....aku memang cowok yang suka gonta ganti pasangan tapi aku tak pernah mengajak mereka ke tempat-tempat pribadiku karna menurutku perempuan yang boleh aku bawa kesini adalah perempuan yang telah menjadi istriku" ucap Dimas lalu mencium punggung tangan istrinya itu.
"lalu kamu ngajak mereka kemana saja? dan ngapain aja?" tanya Nina makin penasaran dengan Dimas.
"aku ngajak mereka makan dan jalan-jalan saja,kalau soal ngapa-ngapain itu tak ada....aku cuma ngapa-ngapinnya cuma sama kamu seorang sanyang" ucap Dimas yang mulai gemas dengan ekspresi penasaran Nina.
"hm...sayang kamu sepertinya sudah mulai nakal" ucap Dimas karena Nina terus mengesekkan pantatnya di atas pangkuan Dimas sengga membuat Dimas terpancing.
"aku gak nakal kok sayang....tapi bahagia aja karna aku wanita pertama yang pentingkan di dalam hidupmu saat ini" ucap Nina yang masih dengan tingkah anak-anaknya.
Dimas yang merasa tergoda pun langsung meremas gunung kembar milik sang istri lalu tak ******* habis mulu manis Nina sehingga tak ada suara yang terdengar dari mulut Nina.setelah merasa telah kehabisan oksigen merekapun melapaskan ciuman hot itu.
__ADS_1
"uhh....udah ya...malu takut di liat ama orang lain." ucap Nina yang masih mengatur napasnya.
"tak akan ada yang liat karna taman ini cuma boleh aku dan kmu saja yang meliatnya dan lagian d udah di tutup juga kok" ucap Dimas sambil memperliatkan gorden yang berada di dalam rumah yang telah menutup taman itu.
karna Dimas sudah tak tahan ia pun segera membuka bajunya dan hal itu membuat Nina malu meskipun ia telah berkali-kali melihat tubuh telanjang suaminya itu.selanjutnya Dimas pun langsung membuka semua pakaian sang istri lalu mencium semua bagian tubuh Nina.
Nina yang merasakan hal yang sangat menyenangkan itu pun mendesah akan geli yang di buat oleh suaminya.Dimas dan Nina pun lagi-lagi memulai pertempuran hot itu.
setelah satu jam beralu di saat Dimas akan mencapai klimas ia membisikan sesuatu di telinga Nina " cuma kamu yang akan menjadi nyonya Dimas di kehidupan selanjutnya" ucap Dimas di telinga Nina.lalu melepaskan benih nya kedalam rahim Nina agar benih itu dapat hidup di dalam perut Nina.
.
.
.
__ADS_1
udah dulu yaðŸ¤