
"mas sudah,apa kamu mau mengotori tanganmu dengan membunuhnya mas?" ucap Nina.
Dimas yang mendengar penuturan Nina langsung melepaskan genggaman tangannya dari rahang Vivi.
"kak...kamu kenapa bisa kasar seperti ini ke aku?" ucap Vivi yang masih merasakan sakit di rahangnya.
"jangan pernah kamu memanggil suamiku dengan panggilan kakak...dan kau harusnya tau,bahwa kau hanya masalalu buat mas Dimas" ucap Nina yang tidak suka suaminya di panggil kakak oleh perempuan lain kecuali keluarganya.
"hay...apa hakmu berbicara seperti itu kepadaku....apa kau tak tau siapa apa aku ha?" ucap Vivi sambil menarik rambut Nina.
Dimas yang melihat rambut istrinya ditarik langsung mendorong kasar Vivi menjauhi istrinya.
"apa kau pikir kau terlahir dari keluarga konglomerat,aku tak bisa menjatuhkan mu ha?" bentak Dimas.
kenapa kak Dimas berubah sih.ini pasti gara-gara cewek ****** itu.dia pasti sudah mempengaruhi kak Dimas.awas kamu...akan ku balas.
__ADS_1
Vivi pun langsung bangun dari tempat ia terjatuh karna di dorong oleh Dimas.dia menghampiri Dimas dan Nina. dan secara tiba-tiba Vivi langsung mencium b*b** Dimas.
ciuman Vivi yang tiba-tiba membuat Dimas terkejut dan begitu pula Nina.Nina yang melihat Dimas tidak bergeming langsung mendorong kasar Vivi.
"berani juga kau ya!" ucap Vivi kesal karna di dorong oleh Nina.
Nina yang sudah murka,tak menjawab ucapan dari Vivi tapi Nina malah langsung menampar pipi Vivi berkali-kali.sampai-sampai di penggir bibir Vivi keluar keluar darah.
Dimas yang kaget dengan sikap Nina yang menghajar Vivi secara brutal langsung menghentikan Nina.
"DIAM KAMU!!" ucap Nina tegas,tanpa banyak bicara Dimas langsung diam seribu bahasa.
setelah merasa puas menghajar Vivi,Nina langsung menyeret paksa Vivi keluar dari rumahnya.Vivi yang sudah habis babak belur cuma bisa pasrah,karna semua tenaganya sudah habis.
setelah mengusir Vivi,Nina pun langsung masuk ke dalam rumah.Dimas yang melihat Nina masuk dengan raut wajah hendak menerkam mangsanya.
__ADS_1
"sayang...kamu jangan salah paham,mas tadi bukan menikmati ciuman dari dia,tapi mas cuma terkejut" ucap Dimas
"terkejut? bukannya kamu menikmati ciuman mantanmu itu" ucap Nina kesal.
"sayang kamu dengarin mas dulu....dari awal mas punya pacar sampe nikah pun,mas gak pernah seperti itu,palingan cuma pegangan tangan dan pelukan" ucap Dimas jujur.
Nina yang mendengar perkataan Dimas pun langsung menatap kedua mata Dimas,Nina mencari kebohongan dari kata-kata yang di ucapkan suaminya itu.namun ia tak menemukan kebohongan itu.
"meskipun mas bukan orang baik,tapi mas tau batasan mas dalam berhubungan.bukannya mas sok suci,mas itu menghargai setiap wanita makannya mas tak pernah yang berbuat yang aneh-aneh.mas gak mau juga nanti salah satu dari saudara perempuan atau anak mas nantinya akan menerima karna atas perbuatan mas" ucap Dimas panjang lebar.
Nina tak menyangka dari semua sikap suaminya,ternyata suaminya sangan memuliakan perempuan.
"ya udah kita istirahat yuk..." ucap Nina.
"ia...pasti tenagamu habis larna menghajar Vivi" ucap Dimas.
__ADS_1
"mas tau lah,aku tu ngeluarin banyak banget tenaga aku untuk ngehajar cewek yang gak tau diri itu " ucap Nina