
tok.....tok....tok...
"masuk" jawab Satria sambil terus mengetik di leptopnya
"maaf ya kak,aku agak telat..." lalu Nina pun duduk di mejanya.
"oh...gpp...mana dokumen yang saya sutuh kamu membuatnya?"
"ni kak...semuanya sudah beres kak....hmmm....."
"mau ngomong apa?"
"kak aku mau ngundurin diri kak"
dan seketika Satria mendengar ucapan Nina langsung terkejut.
"kenapa? apa tugasnya terlalu berat? atau bagaimna?"
"eh....tugasnya gak berat kok kak...tpi sebentar lagi aku mau kuliah kak....jadi mulai sekarang aku mau mempersiapkan diri dan berkemas-kemas kak" penjelasan membuat Satria kembali fokus ke leptonya,dia kira Nina mengundurkan diri karna dia,soalny setiap mau pulang kerja Satri selalu bertanya tentang Vivian kepada Nina.
"oh...baik lah,kamu tinggalkan surat pengunduran dirimu...biar kan saya memberikan suratnya kepada pak presdir,dan gajimu akan di transper langsung ke rekeningmu" jelas Satri sambil terus mengetik.
"ok...."
.
.
jam pulang
"kak suratnya di atas meja kakak aja aku tarok ya..."
"oh...ok,kamu yang semangat untuk kuliah ya..."
Nina cuma mengangguk.Nina pun penunggu Dimas di depan gerbang tempat iya bekerja selama ini.
.
.
20 menit kemudian
di saat kantor sudah sepi Dimas barulah datang dan segera keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Nina
"hmm....maaf lama...." di ucapkan dengan ekspresi yang bersalah yang di buat-buat.sebenarnya sebelum mau menjemput Nina,Dimas pergi ke cafe bersama teman-temannya.
20 sebelumnya.
"Dim,gue dengar-dengar lu udah tunangan?'ledek temannya dimas.
"hmm...." jawab Dimas singkat.
__ADS_1
"trus gimana dengan Rita pacar lu?''
"gue masih cinta dan syang sama dia!"
"tapi....lu bentar lagi mau nikah bro...."
"ya....tapi racara pernikahannya di lakukan secara tertutup,cuma orang yang terdekat aja yang tau.."
"trus kita-kita gak di undang nih?"
"kalau lu semua datang,malah cuma bikin kacau...oh ya sekarang dah jam berapa sih?" sambil melitik jam tangannya.
"what? gue telat deh"
"telat? emang lu mau kemana?" tanya teman nya yang kaget akan ucapan Dimas yang tidak tenang itu.
" gue mau jemput calon bini gue dulu....daa"
semua teman-teman Dimas cuma bisa menatap Dimas dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.
.
.
"hmm...mau berdiri disana sampe kulit kamu gelap?"tanya Nina.
"oh...ya....." dan Dimas duduk di tempat pengemudi dan menyalakan mobilnya lalu pergi meninggalkan perusaan tempat calon istrinya itu bekerja.
"udah"jawab Nina singkat.
beberapa menit kemudian.
kruyuk.....kruyuk....kruyuk....
"hahahaha....kamu lapar?" tanya Dimas.
karna malu Nina cuma mengangguk saja.
"ya udah...kita pergi makan aja...ok..."
tak lama mereka berhenti di sebuah cafe.
"Dim...bisa gak kita gak usah makan di sini?" tanya Nina yang gak suka kalau makan harus di cafe.
"hmm? emang mau makan dimna?"tanya Dimas yang heran,Dimas pu kembali melanjutkan mobilnya
"hmm...di depan ada wartek,kata berhenti di sana" intruksi Nina.
"ha?wartek? yang benar aja?" jawab Dimas mendengar ucupan Nina yang aneh baginya.
"ia,makanan disana enak-enak"
__ADS_1
merekapun berhenti di sebuah wartek dan keluar dari mobil
"lebih enak di cafe dari pada di sini..disini belum tentu makanannys bersih" ucap Dimas sambil terus berjalan.
"kamu ya..."jawab Nina kesal.
"bu pesan 1 piring ya bu...seperti biasa ya bu" ucap Nina kepada ibu Rini penjual dan pemilik wartek.
"kok satu porsi sih?"tanya dimas.
"lah kamu sendiri bilang kan bilang makanannya gak bersih" jawab Nina sambil menunggu pesanannya mereka berdua duduk d meja yang masih kosong.
"ni cewek nyebelin juga ya....awas aja kalau lu dah jadi bini gue,gue bikin lu gak bisa bergerah dan ngomong kayak gitu lagi sama gue" gumam Dimas di dalam hati.
"Nin ini pesanan kamu" sembil meletakkan pesanan Nina di atas meja.."ini pacar kamu Nin?"
"eh...enggak bu....ni cuma teman biasa aja kok bu" ucap Nina.
"ohh....y udah ibu lanjut beres-beres dulu ya"
"apa dia bilang teman?awas aja kamu ya!"
"kamu gak lapar?" tanya Nina yang mulai mengaduk-aduk nasinya dengan cabe.
Dimas tidak menghiraukan pertanyaan Nina.melihat Nina makan membuat Dimas merasa lapar,Dimas pun menarik tangan Nina yang berisi sesuap nasi dan memakannya.
"kamu....." Nina mulai kesal dengan kelakuan Dimas.
"sapa suruh pesan cuma satu?" jawab Dimas tanpa ada rasa bersalah.
"kalau mau ya pesan aja,gak usah rebutbyang punya aku"
"gk mau,saya mau nya yang di kamu dan sekarang saya mau kamu nyuapin saya!"perintah Dimas membuat Nina terkejut.
"nyuapin kamu? yang benar aj?"
"kalau gak mau ya gpp,tinggak saya bilang ke ayah mertua kalau kamu tidak mau mengajak saya makan!"ancam Dimas.
"iihhh....ya udah ni saya suapin"
.
.
setelah makan merka pun membayarnya dan pergi dari wartek tersebut.
Dimas pun mengantar Nina pulang dan langsung pulang ke rumahnya.
.
.
__ADS_1
di tunggu episode selanjutnya ya...😉