
keesokan paginya
Nina melaksanakan semua aktivitas rumah seperti biasa bangun jam 4 mandi dan memasak utuk sarapan.
setelah selesai memasak dan jam pun sudah menunjukan waktuny sarapan Nina pun segera memanggil semua anggota rumah.
semua anggota rumah pun pergi ke ruang makan lalu menyantapi sarapan mereka secara khitmat.
.
.
di saat jam menunjukkan jam 12 siang.ibu pun memutuskan untuk menghampiri anaknya tersebut guna untuk mengetahui apa masalah yang telah ia hadapi.
"sayang ....... boleh ibu duduk di sini" tanya ibu uang melihat Nina masih melamun Di taman kecil dekat rumah.
" eh....ibu....boleh kok bu...." ucap Nina dengan sambio tersenyum kepada ibunya.
" sayang kamu punya masalah kah? " tanya ibu Nina yang bingung harus memulai bertanya dari mana.
" buuu........Nina mau cerai dengan Dimas bu....Nina dah gak kuat bu.....hikkssss.....hikss......hiks...." sambil memenyandarkan kepalanya kebahu ibu lalu menangis.
ibu yang mendengar penuturan anak perempuannya pun langsung terkejut karna belum segenap usia pernikahan anaknya malah selarang berada di ujung tanduk.
" sayang.....kamu kenapa ngomong kayak gitu??? pamali sayang!"
"bu....Nina gak bisa menjalani ini bu....Nina gak bisa hidup dengan pria yang tidak mencintai Nina bu..."
__ADS_1
" coba kamu cerita ke ibu kenapa kamu lebih memilih untuk berpisah"
" bu....mas Dimas itu tidak menganggap aku seperti istrinya bu....dia menganggap aku sebagai pemuas nafsunya saja bu....." lalu memeluk ibunya sambil menangis sejadi-jadinya.
ayah dan adik-adik Nina yang mendengar penuturan Nina tentang Dimas langsung emosi.ayah pun pergi mendekati Nina dan istrinya lalu duduk d samping Nina dan memeluknya.
" sayang....maaf kan ayah yang telah menghancurkan kebahagianmu demi ego ayah yang tinggi" ucapan ayah dengan nada yang merasa bersalah kepada putrinya itu karna telah memilih calon suami yang salah.
" ayah......hikss....hikss....hiks....."
"maaf kan ayah sayang....." lalu mengusap lembut kepala anaknya.
" ayah gak salah,Nina tau ayah lakuin ini semua karna sayang kepada Nina" ucap Nina yang tidak mau ayahnya merasa bersalah.
" ya sudah....Nina mau bercerai kan? biar ayah yang urus dan kamu sekarang kembali lah fokus ke kuliahmu...." berharap anaknya bisa melupakan masalah rumah tangganya yang mulai hancur.
.
.
di kediaman Dimas
"oh iya.....gue lusa kan harus kembali ke Amerika untuk menyelaikan kuliah gue......hmmm.....seharusnya kan gue pergi dengan Nina dan sebelum pergi jugs harus ke rumah kedua orang tua dan rumah mertua gue gue dulu untuk pamit....tapi untuk pamitan kepada mertua kayaknya gak usah.....gue yakin kedua orang tua Nina sudah tau akan masalah gue......hmm....ya sudah.....bodo amat lah....gue gak usah pamit biar gue bisa pergi sendiri" gumam Dimas.
setelah memikirkan semuanya Dimas pun memutuslan untuk pergi ke kantor seperti biasa.
siapa sangka kalau ayah Dimas telah duduk di tempat duduk yang seharusnya Dimas duduki.
__ADS_1
"papi....tumben datang ke kantor Dimas?" sambil berjalan dan duduk di hadapan papinya Dimas yang keliatan suasana hatinya tidak senang.
plak...plak....
tamparan yang diterima Dimas cukup membuatnya terkejut.
"papi....papi apa-apaan sih pi.....?" tanya Dimas sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas.
"ni......." sambil melemparkan sebercik surat kepada Dimas.Dimas pun langsung mengambil surat tersebut dan membukannya.alangkah terkejutnya Dimas melihat surat yang berisi gugutan perceraian dari Nina dan seketika hati Dimas merasa sangat-sangat tersakiti.
" anak bodoh....papi menikahkanmu dengan Nina biar kamu bisa belajar dari dia....dia itu perempuan dan kamu malah menamparnya!apa pernah papi dan mami mengajarkanmu untuk memukul perempuan?!" emosi dari papinya Damas langsung membara.
" papi dapat surat ini dari mana?" tanya Dimas yang bingung darimana datangnya surat tersebut.
" ayah Nina yang memberikannya.....dan sekarang kamu tanda tangani surat ini agar Nina tidak memikirkan pria yang sepertimu lagi" bentak papa Dimas.
"maaf pi....ini urusan rumah tangga Dimas....biar Dimas saja yang mengurusnya" lalu berdiri untuk hendak pergi mencari anagin segar karna ia merasa ruangannya sangatlah pengap.
"ok....papi harap kamu bisa membujuk Nina atau tidak kamu akan menyesal karna telah melepaskannya" ucapan dari papi Dimas tidak lagi di hiraukan oleh Dimas.
.
.
tunggu up dete selanjutnya ya😉...
jangan lupa vote nya😉...
__ADS_1