Pertengkaran Cinta

Pertengkaran Cinta
kedatangan yang tak di duga


__ADS_3

setelah selesai dari rutinitas yang melelahkan.Nina pun terbangun dari tidurnya lalu segera menuju kamar mandi,karna ia merasa seluruh tubuhnya sungguh lengket karna keringat yang d keluarkan bersaam dengan Dimas yang masih terlelap.


setelah selesai dari ritual mandi,Nina pun keluar dari kamar mandi dan ia melihat bahwasanya Dimas yang tadinya masih terlelap sudah duduk di pinggir ranjang.


"kau sudah bangun?" tanya Nina.


"hm...seperti yang kamu liat sayang ku" lalu mendekati Nina dan mencium pucuk kepala Nina.Nina yang mendapatkan sentuhan hangat pun langsung membalas dengan memeluk Dimas.


"hmm....kenapa kau tak membangunkan ku?" tanya Dimas yang masih memeluk Nina.


"untuk apa??" tanya Nina heran,karna kalau dia bangun biasanya tak pernah Dimas mintak di bangunkan kalaupun di bangunkan ia bisa marah-marah ke semua org.


"biar kita bisa mandi bersama syng" ucap Dimas yang tangannya sudah mulai berreaksi karna hasratnya yang tak bisa di tahan di karnakan gundukan gunung Nina menyentuh dada telanjang Dimas yang meskipun tertutup oleh handuk.


"dasar mesum...baru aja selesai masak mintak lagi...dan aku juga gk mau mandi berkali-kali setiap hari tau..." ucap Nina dengan manyunnya itu.


"bukannya mesum-mesum gini kamu suka ya syng" ucap Dimas yang masih meraba tubu h seksi dan montok bak gitar Spanyol Nina itu.


"iaiaia.....tapi kalau kamu mesum sama orang lain aku gak suka" ucap Nina.

__ADS_1


"aku gak akan menyentuh perempuan lain selain dirimu seorang syng" ucap Dimas sambil perlahan-lahan membuka handuk yang membalut tubuh Nina.


Nina yang merasakan handuknya hampir jatuhpun langsung menahan handuknya lalu mendorong Dimas agar menjauh dari tubuhnya itu.


"mandi sana...kamu bau...." ucap Nina sambil menutup hidungnya agar suaminya percaya bahwa ia bau,dan Nina pun bisa bebes.


"ok aku mandi dlu" ucap Dimas lalu berjalan memuju kamar mandi,ketika melewati Nina.Dimas pun langsung menarik handuk Nina sampai handuk itu berpindah tangan ke tangannya kini.


"kkiiiiaaaaaa" Nina pun langsung lari ke tempat tidur dan menarik selimut dan membaluti seluruh tubuh polosnya itu.


Damas yang melihat tingkah istrinya itu cuma bisa tertawa.


"itu hukuman buat kamu yang telah berani bilang aku bau" ucap Dimas lalu pergi menuju kamar mandi.


malam


Nina sedang bersantai didepan tv sambil meliat film kesukaannya,sedangkan Dimas sibuk dengan pekerjaannya.


tok...tok...tokk..

__ADS_1


"siapa yang bertamu malam-malam seperti ini?" tanya Nina,lalu langsung pergi membukakan pintu.


"ya...." ucap Nina agar tamunya itu tau kalau ada orang di dalam rumah.


di saat Nina membukakan pintu,betapa terkejutnya dirinya di saat seorang yang tidak ia kenal tapi merasa pernah bertemu denganya.


"siapa kamu?" tanya tamu itu kepada Nina,lalu langsung menyelonong masuk kedalam rumah.


"kakak Dimas...." ucap perempuan itu,sedangkan Nina cuma bisa terkejut dengan apa yang baru saja terjadi,pikirannya pun mulai berkeliaran ntah kemana-mana.


Dimas yang merasa ada seseorang yang memanggilanya pun langsung mencari arah datangnya suara itu.dan betapa terkejutnya dirinya seseorang yang memanggilanya itu adalah mantan kekasihnya dimasa kuliah S1nya dulu.


"kenapa kau kesini?" ucap Dimas dingin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2