
"akhirnya,acara yang membosan itu pun berlalu juga" gumam dimas.
.
.
keesokan paginya.
"Nina kamu mau kemana?"tanya ibu Nina
"aku pergi kerja bu..."jawab Nina sambil mempersiapkan bekalnya.selama Nina bekerja di perusahaan bokapnya Dinda,Nina gak akan pergi makan ke cafe atau ke kantin kecuali ada teman-temannya yang baik dan aneh itu.
"sayang....kamu sebentar lagi mau kuliah,dan sebelum kuliah kamu harus nikah sayang....!" ucapan ibu Nina membuat Nina terpaku,bagaimana ia bisa lupa kalau sebentar lagi ia akan kuliah dan menjadi istri seorang pengusaha yang terkenal dan tampan.
"oh ia....Nina lupa bu....untung aja ibu ngingetin Nina....Nanti Nina akan membuat surat pengunduran diri bu...tapi hari ini Nina harus pergi soalnya ada file perusahaan yang Nina tangani,kalau udah siap nanti Nina langsung ngundurin duri ya buu....." jawab Nina sambil duduk d samping ibu nya yang berada di ruang keluarga.
"kamu ke kantor dengan siapa?"tanya ayah Nina yang sedari tadi diam mendengan ucapan ibu dan anak tersebut.
"naik bus yah...."jawab Nina santai.
"hmm...hari ini,kamu berangkat di antar sama Dimas ya...." lalu berdiri dan mengambil telvon genggamnya.
"ha?"jawab Nina kaget.
"kenapa? kamu itu lebih aman kalau di antar dengan Dimas calon suami mu,lagian Dimas pastinya gak akan nolak kok" jawab ayah yang bingung dengan sikap anaknya,lalu mencari Nomor telvon dimas dan menelvonnya.
"hallo....selamat pagi nak Dimas"
"selamat pagi juga om...."
"masih pagi gini ngapain ayah calon mertua gue nelvon ya?"
"ada yang bisa Dimas bantu om?"
"hm..kamu gak usah panggil saya om,panggil aja ayah,kan sebentar lagi kamu akan menjadi menantu saya..."
"ehhh....ia ada apa ya yah?"
"langsung aja ya nak Dimas,Nina calon istri mu mau pergi ke kantor...jadi ayah memintamu untuk mengantarkan nya,apa kamu bisa? kalau kamu gak bisa juga gak papa...nanti biar ayah yang anterin"
"huff....baru kemaren gue tunangan sekarang udah di suruh jadi sopir aja...." gumam Dimas.
__ADS_1
"hallo....hallo..nak Dimas kamu masih di sana kan?"
"oh...bisa kok yah...tunggu saya siap-siap dulu ya yah...."
"baiklah"
telvon pun dimatikan,ayah pun pergi memeberi tahu Nina kalau Dimas mau mengantarnya ke kantor.
"Nina....Dimas bersedia mengantarkan kamu ke kantor maka tunggunggu lah dia sebentar lagi..."
"baik yah...."
.
.
20 menit kemudian
Tin.......Tin.....Tin....
"kayaknya itu Dimas,mending kamu segera keluar gih Nin,jangan bikin dia lama menunggu"ucap ayah.Nina pun langsung keluar dan benar itu adalah Dimas calon suaminya.
"mau masuk dulu gak?"tanya Nina dengan sopan.
"oh...ok....aku pamitan dulu sama kedua orang tuaku" lalu Nina pun kembali masuk ke dalam rumah dan berpamitan kepada kedua orang tuanya,lalu kembali keluar dan masuk ke dalam mobil Dimas.
Nina memutuskan untuk duduk di belakang,karna dia gak mau terlalu dekat dengan orang yang tidak ia kenal.
"hmm....kok kamu duduk di belakang,emang saya sopir kamu? pindah kedepan!"ucap Dimas dinging.
"huuff....saya gak mau,saya tidak suka berinteraksi dengan orang asing!"ucap Nina ketus
"ni cewek berbeda dengan cewek yang lain kayaknya...!"gumam Dimas.
"kamu pindah ke depan atau saya akan panggil ayahmu untuk menyuruhmu pindah duduk ke depan?" ancaman dari Dimas membuat Nina tidak bisa berbuat apa-apa lagi,Nina memang takut dengan ayahnya meskipun ayahnya bukan orang yang pemarah.
"ok...ok...." lalu Nina pun pindah duduk kedepan.
"gitu dong...."jawab Dimas senang.
"hm..."
__ADS_1
.
.
selama di perjalanan tidak ada yang membuka suara untuk berbicara yang terdengar hanya suara mesin mobil dan di perjalanan tersebut Nina malah ketiduran karna Nina tidak bisa tidur dengan tenang di sebabkan perjodohannya tersebut.
"hm...kita sudah sampai"
"eh....ni anak malah ketiduran...hm...di liat dari dekat ni cewek imut juga ya kalu tidur" sambil terus memandang Nina dan memperhatikan seluruh tubuh Nina yang seksi dan menggoda tersebut.
"huuff...bodinya dah kayak gitar Spanyol aja...bikin gue bergairah........tpi.....gue harus tahan jangan sampe gue ngelakuin nya sebelum dia menjdi milik gue sepenuhnya..."
"huuuuhhhh.......kita dah sampe ya?"tanya Nina sambil menguap dan merapikan pakaiannya yang tidak rapi lagi di karnakan kertiduran.
"eh...ia...turun gih...nanti saya bisa telat ni...!"ketus Dimas.
"ya ok...daa" sambil turun dan melambaikan kan tangannya kepada calon suaminya tersebut.
"oh ya...nanti kamu pulang jam berapa?"tanya dimas.
"jam 5,emang kenapa?"
"oh...ya udah nanti saya jemput!"
"gak usah nanti saya pulang dengan bus saja...lagian kamu pasti sibuk dengan perusahaan"
"kalau saya bilang nanti saya jemput ya berarti akan saya jemput...gak perduli dengan urusan perusahaan,yang penting saya telang menjalankan amanah dari ayah kamu untuk menjaga kamu"jawab Dimas dengan santai.
"ha?"
Nina pun terkejut akan ucapan Dimas tersebut.ternyata ayahnya benar-benar telah memberikan tanggung jawab kepada pria yang belum tentu akan menjadi calon suaminya nanti.
"dan sekarang saya pergi dulu...sampai jumpa jam 5" ketus Dimas,lalu pergi meninggalkan perusahaan tempat Nina bekerja.
.
.
tunggu episode selanjutnya ya...
di jamin seru....
__ADS_1
dan pastinya bikin kamu penasaran....